10 Rahasia Cara Menulis Referensi Paper Makalah di Jurnal Ilmiah Internasional

Tulisan ilmiah tentunya berbeda dengan tulisan populer lainnya. Tulisan ilmiah yang pada umumnya diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah memiliki salah satu bagian khas sebagai pembeda dengan tulisan populer maupun tulisan lainnya yaitu adanya referensi. Bagian referensi tersebut menjadikan penguat bagi argumen-argumen yang diulas pada tulisan ilmiah tersebut.

Pada kesempatan ini idehidup.com akan mengetengahkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan dokumen-dokumen yang digunakan sebagai referensi daftar pustaka pada paper makalah di jurnal internasional. Sebelumnya idehidup.com juga telah membahas berkaitan dengan tips dan trik penulisan makalah paper jurnal ilmiah internasional pada tulisan yang berjudul 8 Rahasia Cara Menulis Paper Makalah Jurnal Ilmiah Internasional Yang Diindeks Scopus.

1. Referensi (Pustaka) Harus Mudah Diperoleh

Perlu diperhatikan aspek accessibility atau aspek kemudahan didapatkannya suatu referensi atau dokumen pustaka lainnya yang dijadikan rujukan atau disebutkan dalam suatu paper makalah ilmiah yang diterbitkan di suatu jurnal internasional. Hal ini adalah karena tim editor dan tim reviewer bisa lintas negara (bersifat internasional) sehingga bila referensi-referensi tersebut mudah didapatkan maka akan semakin memudahkan dan mempercepat proses editing dan reviewing terhadap manuskrip teks makalah yang diajukan untuk diterbitkan di suatu jurnal ilmiah internasional.

referensi paper, contoh referensi paper, penulisan referensi paper, referensi judul paper, cara menulis referensi paper, cara membuat referensi paper, cara mencari referensi jurnal, contoh daftar pustaka dari internet, contoh daftar pustaka skripsi, contoh daftar pustaka jurnal, daftar pustaka pdf, daftar pustaka artikel, perbedaan paper dan makalah, contoh paper, daftar pustaka jurnal, penulisan daftar pustaka dari jurnal internet, contoh daftar pustaka makalah, cara menulis daftar pustaka dari jurnal pdf, cara mencari referensi jurnal, contoh daftar pustaka dari internet, cara penulisan daftar pustaka dari jurnal penulis 2 orang, daftar pustaka artikel

Tim editor dan tim reviewer akan mengecek tentang validitas referensi yang dicantumkan dalam teks paper makalah ilmiah yang diajukan untuk diterbitkan. Oleh karena itu semakin suatu referensi mudah didapatkan maka akan semakin cepat pula tim editor maupun tim reviewer untuk mengecek validitas dan relevansi (kesesuaian) pencantuman suatu referensi dalam suatu paper makalah ilmiah.

2. Referensi Diusahakan Harus Mudah Dibaca

Jurnal-jurnal internasional pada umumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan dalam kepenulisannya. Tim editor dan tim reviewer-nya juga berasal dari berbagai macam penjuru dunia yang dan kesehariannya menggunakan berbagai macam bahasa ibu. Oleh karena itu hendaknya dokumen referensi literatur yang digunakan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang hampir keseluruhan tim editor, tim reviewer dan mayoritas pembaca jurnal ilmiah tersebut, yaitu bahasa Inggris.

Meskipun memang untuk jurnal-jurnal tertentu yang menggunakan bahasa-bahasa selain bahsa Inggris, misalnya beberapa jurnal ilmiah filsafat dan pemikiran yang pernah di terbit di Jerman dan Perancis. Sejauh yang penulis tahu untuk jurnal-jurnal ilmiah internasional tentang life sciences terbitan lima tahun terakhir hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris dan sebagian sudah tersedia secara online.

Mungkin anda juga tertarik membaca tulisan idehidup.com lainnya yang berjudul 8 Kendala Menulis Karya Ilmiah dan Cara Mengatasinya

3. Pastikan Referensi yang Ada di Dalam Paper Semuanya Berkualitas Tinggi

Tim editor dan Tim Reviewer dari jurnal Ilmiah Internasional bereputasi pasti akan mengecek kualitas referensi yang dicantumkan dalam makalah/paper yang masuk ke meja redaksi mereka. Jurnal-jurnal tertentu mensyaratkan referensi dengan kualitas yang tinggi. Hal ini karena jurnal mereka memiliki standar yang tinggi maka referensi yang digunakan di dalam paper makalah yang diajukan untuk diterbitkan di sana juga harus berkualitas tinggi pula.

Bahkan para anggota tim editor dan tim reviewer akan langsung bisa mengetahui sekilas gambaran kualitas dari suatu draft teks manuskrip yang di-submit ke meja kerja mereka. Oleh karena itu pastikan dulu kualitas referensi yang akan dimasukkan ke dalam paper/makalah yang ditulis sehingga kemungkinan diterimanya (approved) untuk diterbitkan di jurnal yang dituju semakin tinggi.

Mungkin anda juga tertarik membaca tulisan idehidup.com yang berjudul 7 Cara Mengatasi Kesalahan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

4. Pastikan Referensi yang Digunakan Terbaru (up to date)

Penggunaan referensi terbaru (up to date) ini dimaksudkan bahwa penulis makalah paper jurnal ilmiah telah mengikuti perkembangan terbaru pada bidang kajian yang ditulis dan pada bidang kajian yang berhubungan/berkaitan lainnya.

Penggunaan referensi terbaru ini juga dimaksudkan sebagai bukti bahwa penulis telah membaca dan mengikuti dan mempelajari penelitian-penelitian dan kajian-kajian terbaru sehingga dapat terhindarkan dari pengulangan-pengulangan yang tidak perlu.

5. Boleh Menggunakan Referensi Berangka Tahun Lama Asalkan Untuk Menjelaskan Perkembangan Topik yang Dibahas Pada Makalah Tersebut

Penggunaan referensi yang berangka tahun lama sebetulnya tidak dipermasalahkan asalkan sebagai bentuk uraian perkembangan dari obyek kajian. Penggunaan referensi lama ini juga bisa jadi karena memang obyek kajian keilmuan yang ditulis memang perkembangannya lambat. Atau bisa juga referensinya berupa buku induk yang tetap masih dipakai rujukan.

Contoh dalam hal ini misalnya adalah pada bidang identifikasi tumbuhan yaitu seri buku Flora of America, Flora of British India, Flora of Pakistan, Flora of China, dan lain sebagainya. Namun untuk penelitian-penelitian yang perkembangannya cukup pesat (bidang seluler, kanker, farmakologi, dll.) maka setidaknya literatur yang digunakan adalah lima tahun terakhir.

6. Usahakan Dokumen Ilmiah yang Dijadikan Referensi Cukup Banyak

Banyaknya jumlah dokumen ilmiah yang dijadikan referensi akan semakin meningkatkan kesan positif tim editor dan tim reviewer. Meskipun memang banyaknya literatur referensi yang digunakan harus tetap memperhatikan aspek relevansi atau kesesuaian dengan topik yang dibahas di makalah.

Banyaknya referensi ini juga menunjukkan tingkat kedalaman pembahasan obyek kajian yang sedang dibahas. Beberapa jenis artikel makalah ilmiah misalnya adalah artikel review memang sudah seharusnya menggunakan sebanyak-banyaknya referensi dokumen ilmiah yang relevan dan berhubungan dengan obyek review yang sedang dibahas.

Barangkali anda juga tertarik membaca tulisan idehidup.com lainnya yang berjudul 15 Kiat Mengatasi Hambatan Menulis: Membangkitkan Semangat Menulis yang Padam

7. Usahakan Dokumen Ilmiah yang Dijadikan Referensi Diterbitkan di Jurnal Internasional Bereputasi

Salah satu cara untuk meyakinkan tim editor dan tim reviewer adalah dengan menggunakan referensi berupa dokumen-dokumen ilmiah yang diterbitkan oleh jurnal internasional bereputasi. Hal ini karena untuk memastikan tingkat kualitas dokumen yang disitasi dan dijadikan referensi.

Selain itu juga untuk memastikan tidak adanya kesalahan-kesalahan yang tidak perlu akibat salah mengutip atau salah merujuk suatu diskursus ilmiah dari suatu dokumen jurnal yang kurang optimal dalam proses editing dan proses review-nya.

8. Bila Menggunakan Referensi Textbook Maka Usahakan Menggunakan Advanced Textbook

Sebisa mungkin hindari menggunakan textbook sebagai referensi. Usahakan sebisa mungkin menggunakan makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Sebetulnya tidak ada batasan atau larangan penggunaan textbook sebagai referensi, yang perlu diperhatikan adalah hindari sama sekali penggunaan textbook dasar atau textbook pengantar.

Jenis-jenis textbook yang sangat perlu dihindari misalnya adalah yang berjudul “Introduction to …”, “Fundamental of …”, “Basic …”. Bila menggunakan textbook sebagai referensi maka gunakanlah yang berjenis advance textbook. Jenis advance textbook ini biasanya disusun oleh satu orang atau beberapa orang editor dan per bab ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan ahli di bidangnya.

9. Pastikan Semua Dokumen yang Tercantum di References Telah Tersitasi pada Teks Makalah dan Semua Dokumen yang Disitasi di Dalam Teks Telah Tercantum pada Bagian References

Hal yang perlu diperhatikan dalam proses penulisan makalah ilmiah adalah memastikan semua dokumen yang tercantum pada bagian references (daftar pustaka) telah tercantum juga (tersitasi) pada teks makalah. Begitu juga semua dokumen yang tercantum (tersitasi) pada teks makalah juga harus tercantum pada bagian references (daftar pustaka). Konsistensi ini bertujuan supaya pembaca tidak mengalami kebingungan ketika membaca dan memahami makalah ilmiah tersebut.

Kalangan pembaca makalah ilmiah adalah komunitas ilmuwan yang terbiasa dengan hal-hal detail dan ketelitian. Pembaca makalah ilmiah juga akan meng-cross check beberapa atau bahkan mungkin juga keseluruhan dokumen ilmiah yang disitasi dan tercantum di bagian references pada saat proses aktivitas penelitian, pengkajian, dan penelaahan mereka.

10. Pastikan Penulisan Sitasi dan Penulisan References telah Sesuai dan Konsisten dengan Panduan Kepenulisan Jurnal Ilmiah yang di-Submit-i

Jangan lupa juga untuk memeriksa berkali-kali berkaitan tentang kesesuaian format penulisan references (pustaka, daftar pustaka) dengan format yang telah ditetapkan oleh jurnal. Masing-masing jurnal ilmiah memiliki format sendiri-sendiri dalam penulisan references.

Beberapa jurnal ada yang memiliki format penulisan references sendiri dan ada juga yang menggunakan penulisan references dan sitasi (citation) dengan format MLA (Modern Language Association), APA (American Psychological Association), Chicago (Chicago Manual of Style), Harvard (Harvard Referencing System), dan Vancouver (Vancouver Reference Style).

Demikianlah telah diulas oleh idehidup.com berkaitan dengan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan referensi pada tulisan karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional. Semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagi pembaca sekalian dalam penulisan referensi atau daftar pustaka pada karya tulis ilmiah internasional.

data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,2" data-matched-content-ui-type="image_stacked"