13 Bisnis Jualan Yang Menguntungkan Bagi Mahasiswa

Halo sobat idehidup.com semua. Saat sobat mahasiswa menjalani kehidupan akademik di kampus perguruan tinggi, pernahkah sobat mengalami masa-masa sulit misalnya kekurangan uang untuk beli makan? sedangkan kiriman dari orang tua telat, atau beasiswa yang tak kunjung cair, serta segudang permasalahan finansial lainnya. Beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan keuangan di kalangan mahasiswa diantaranya yaitu dengan mengatur keuangan pribadi mahasiswa, menambah pemasukan dengan bekerja sampingan untuk mahasiswa, atau menjalankan bisnis sampingan mahasiswa. Salah satu bisnis yang bisa dijalankan mahasiswa adalah jualan.

Berikut ini idehidup.com akan mengulas secara panjang lebar mengenai berbagai macam jenis jualan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Semoga artikel idehidup.com mengenai mahasiswa jualan ini bisa memberikan solusi keuangan sobat mahasiswa. Artikel ini juga menjawab pertanyaan mahasiswa jualan apa saja? apa saja jualan yang menguntungkan bagi mahasiswa? apa saja jualan yang cocok buat mahasiswa? apa saja jualan yang pas buat mahasiswa? Atau setidaknya artikel ini akan mampu menginspirasi dan mengasah keterampilan menjual, bisnis, entrepreneur, dan keterampilan membaca peluang. Selain itu semoga juga bisa menjadi sarana untuk mengasah soft skill sobat mahasiswa semua.

1. Jualan Pulsa

Saat ini siapa orangnya yang tidak membutuhkan pulsa seluler. Hampir setiap orang yang memiliki telepon seluler pasti juga memerlukan pulsa untuk memfungsikannya sebagai alat komunikasi. Begitupun juga para mahasiswa yang dengan segudang aktivitas online dan aktivitas di kampusnya tentu akan membutuhkan pulsa untuk menunjang kebutuhan komunikasi. Meskipun memang di lingkungan kampus perguruan tinggi kemungkinan besar sudah dipasangi dengan wi fi gratis, namun bila seorang mahasiswa pulang ke tempat kosnya maka dia akan memerlukan pulsa untuk tersambung ke internet bila di tempat kosnya tidak menyediakan fasilitas koneksi internet gratis.

mahasiswa jualan apa, jualan yang menguntungkan bagi mahasiswa, jualan yang cocok buat mahasiswa, jualan yang pas buat mahasiswa, mahasiswa jualan pulsa, jualan kebutuhan mahasiswa, jualan sampingan mahasiswa, mahasiswa jualan di kampus, jualan ala mahasiswa, usaha jualan mahasiswa, mahasiswa jualan online, jualan makanan untuk mahasiswa, jualan kue untuk mahasiswa

Belum lagi mahasiswa juga perlu berkomunikasi untuk menghubungi rekan-rekannya sesama mahasiswa atau menghubungi dosennya untuk kepentingan akademis, maka itu juga memerlukan pulsa. Oleh karena itu pangsa pasar jualan pulsa untuk mahasiswa masih terbuka lebar sehingga bila ada mahasiswa jualan pulsa adalah hal yang wajar. Hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya seorang mahasiswa yang jualan pulsa itu diketahui oleh banyak mahasiswa lainnya, sehingga saat di lingkungan kampus, bila ada yang memerlukan pulsa bisa langsung menghubungi untuk membeli pulsa kepadanya atau setidaknya kawan-kawannya yang tahu bahwa dia jualan pulsa akan memberitahukan bila ada orang yang membutuhkan pulsa untuk beli kepadanya.

Selain itu yang perlu diperhatikan dalam jualan kebutuhan mahasiswa berupa pulsa ini adalah jangan sampai atau setidaknya diminimalisir untuk menghindari beli pulsa dengan hutang, karena akan berbahaya bila tidak dicatat dan akhirnya lupa tidak dibayar atau sungkan saat akan menagihnya, atau ditagih tapi hutangnya tidak segera dibayar dengan berbagai macam alasan sehingga saat kulakan pulsa akan kehabisan modal. Jadi untuk jualan pulsa ini jangan dibayangkan harus punya tempat menetap (counter/boot/lapak), karena jualan pulsa ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

2. Jualan Buku

Dunia kampus perguruan tinggi merupakan dunia yang penuh atmosfir ilmiah akademik yang banyak bergelut dengan ide-ide dan pemikiran. Dunia seperti itu memerlukan media terstruktur yang digunakan untuk transmisi ilmu pengetahuan. Salah satu media tersebut adalah buku. Oleh karena itulah jualan buku di kampus perguruan tinggi merupakan salah satu lahan subur yang memiliki prospek cerah untuk dijalankan sebagai jualan sampingan mahasiswa.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah mencari supplier (penyuplai) buku-buku yang akan dijual. Salah satu cara nya adalah bekerjasama dengan toko buku. Kita hanya melakukan semacam kegiatan membantu distribusi atau menjualkan buku-buku milik toko buku tersebut. Kita nanti akan mendapatkan sekian persen dari harga jual buku. Jadi kita tidak perlu memiliki stok buku. Bila kita menstok sendiri maka akan memerlukan modal yang banyak atau belum lagi bila buku-buku tersebut tidak laku maka kita akan rugi besar.

Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah kapan kita membuka lapak jualan buku. Salah satu momen yang tepat adalah saat ada kegiatan kampus. Kita bisa menggelar jualan buku-buku kita di sekitar keramaian suatu acara di kampus. Perlu dicari tempat yang paling strategis yang paling banyak dilihat atau dilewati orang sehingga para peserta atau orang-orang tersebut akan melihat lapak jualan kita. Semakin banyak orang yang melihat lapak kita maka semakin besar pula kemungkinan buku jualan kita laku.

Perhatikan juga aspek legalitas tempat jualan, karena bila kurang tepat memilih lokasi maka bisa jadi lapak jualan kita akan kena operasi pembersihan (digusur) oleh petugas keamanan. Untuk menghindari hal itu, maka kita perlu koordinasi dengan panitia acara atau pihak keamanan kampus untuk perijinan apakah kita boleh jualan di sekitar tempat acara atau tidak sebagai tempat mahasiswa jualan di kampus. Di sinilah letak pentingnya kemampuan negosiasi yang kita miliki.

Di pikiran penulis sebaiknya jualan di kampus dibolehkan, asalkan dengan mengikuti aturan yang ada sehingga lingkungan kampus tetap bisa nyaman dan kondusif untuk kegiatan belajar mengajar. Karena pada dasarnya, jualan merupakan salah satu cara untuk mengasah sisi soft skill pada diri mahasiswa. Oleh sebab itu berbagai jualan ala mahasiswa perlu dikembangkan, dibimbing, dan didukung. Proses pengembangan dan pembimbingan ini bisa diwujudkan dengan menyediakan layanan inkubator bisnis oleh pihak kampus. Dengan ada adanya inkubator bisnis tersebut maka usaha jualan mahasiswa bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu program unggulan kampus untuk mengasah sisi entrepreneur mahasiswa.

Selain berbagai macam jenis event di kampus kita juga bisa membuka lapak jualan buku di acara-acara lainnya di luar kampus. Meskipun memang bisa jadi jualan buku di luar kampus omsetnya kurang bila dibandingkan dengan jualan di dalam lingkungan kampus. Oleh karena itu perlu penyesuaian jenis event dengan jenis buku yang akan dijual. Dengan penyesuaian seperti ini, maka ketertarikan calon pembeli untuk membeli buku semakin meningkat segingga kemungkinan buku yang dijual laku juga semakin tinggi.

Tentu saja dengan majunya teknologi saat ini, terutama dengan adanya internet, maka kita juga bisa memanfaatkannya untuk jualan buku  secara online. Mahasiswa jualan online dengan buku sebagai bahan dagangan sangat dimungkinkan untuk dilakukan. Adanya portal market place, adanya sosial media, adanya aplikasi-aplikasi membuat toko online berbasis open source, dan berbagai macam layanan penunjang lainnya, maka jualan online untuk mahasiswa sudah begitu mudahnya.

Barangkali anda juga tertarik untuk membaca artikel idehidup.com yang berjudul 7 Cara Mendapatkan Uang Secara On Line di Internet Dari Produk Sendiri

3. Jualan Kue/Makanan Ringan/Snack

Jualan makanan ringan untuk mahasiswa ini ada dua kemungkinan yaitu membuat atau memasak sendiri atau kita menjualkan produk orang lain. Apabila kita masih pemula maka disarankan lebih baik menjualkan produk kue/snack produk buatan orang lain. Hal ini terutama dikarenakan alasan prioritas seorang mahasiswa adalah belajar. Apabila membuat kue/snack sendiri, bila kurang bisa mengatur waktu dan pikiran maka akan banyak menyita waktu belajar dan bisa mengalihkan fokus pikiran. Apabila mengambil kue/snack dari orang lain makan mungkin margin keuntungan yang akan kita dapatkan kecil, tapi kita tidak terbebani untuk membuatnya, dan yang lebih penting lagi pikiran masih bisa difokuskan pada kegiatan belajar dan mengikuti rangkaian kegiatan akademis.

Mungkin anda tertarik untuk membaca artikel lainnya yang berjudul 7 Alasan Mengapa Memasak Makanan Sehat Sendiri Bikin Kamu Jadi Tambah Cantik/Ganteng

Jualan kue untuk mahasiswa ini biasanya dapat dilakukan dengan berbagai macam jenis cara. Sepengalaman penulis ada kawan penulis yang berangkat kuliah ke kampus selain membawa tas berisi buku-buku serta alat tulis juga membawa satu kotak berisi snack dan kue-kue. Jadi selama dia ke sana ke mari di lingkungan kampus dia juga melakukan semacam kegiatan menjajakan kue-kue dan snacks jualannya itu tadi.

Selain cara tadi juga ada mahasiswa rjualan kue/snack dengan menaruh kuenya begitu saja di meja-meja gazebo lingkungan kampus. Bila ada yang ingin membeli kue/snack tersebut maka tinggal menaruh uang di kotak yang telah disediakan dan mengambil kue/snack sesuai harga yang tertera. Jadi ini semacam kantin kejujuran karena bila memerlukan uang kembalian pembeli juga mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak uang.

Kelemahan cara jualan dengan menaruh kue begitu saja di gazebo kampus perguruan tinggi adalah: (1)  kita harus siap bila ternyata ada yang mengambil kue/snack tanpa membayar, (2) salah mengambil kembalian dengan mengambil uang kembalian terlalu banyak, (3) bisa jadi lingkungan gazebo menjadi terlihat kumuh dengan adanya barang dagangan di atas meja atau diperparah dengan jika ada pembali kue/snack jualan kita yang membuang sampah secara sembarangan tidak di tempat sampah, (4) akhirnya bisa jadi dagangan kita kan disita oleh pihak kampus (satpam). Hal-hal itu tadi yang perlu dipertimbangkan sebelum berjualan kue/snack dengan cara ditaruh begitu saja di meja gazebo kampus.

Penulis juga pernah tahu ada mahasiswa jualan kue/snack dengan menaruhnya di tempat kos atau rumah kontrakan yang dihuni banyak mahasiswa. Jualan kue/snack-nya juga ditaruh begitu saja di salah satu tempat misalnya di ruang tamu atau tempat yang biasanya digunakan untuk berkumpul bersama oleh para penghuni kos atau kontrakan. Cara seperti ini lebih aman dari penyitaan satpam kampus namun tetap tidak bisa dihindari bila ada yang mengambil kue/snack tapi tidak membayar.

Oleh karena itu kita perlu memiliki data kos-kosan atau kontrakan mana yang penghuninya jujur-jujur dan tidak pernah mengambil kue/snack tanpa bayar. Bila dirasa ada kos-kosan atau kontrakan yang tingkat keamanannya cukup mengkhawatirkan yaitu banyak yang mengambil kue/snack tanpa bayar maka jangan lagi menaruh barang dagangan di situ lagi. Cukup lumayan hasil jualan bila kita memiliki banyak kos-kosan atau kontrakan untuk menaruh jualan kita.

4. Jualan Alat Tulis (Stationary)

Berdasarkan pengamatan penulis ada juga mahasiswa yang berjualan alat-alat tulis menulis seperti pensil, penghapus, ball point, tipe-X dan lain sebagainya. Jualan barang-barang ini terutama saat ada acara-acara di kampus yang memelurkan alat-alat tulis. Misalnya adalah saat di kampus ada kegiatan ujian SNMPTN, SBMPTN, atau Ujian Seleksi Masuk Perguruan Tinggi lainnya maka jualan alat-alat tulis ini cukup baik prospeknya.

Biasanya ada saja calon perserta ujian yang tidak membawa alat tulis atau ada yang ingin membeli lagi peralatan tulis sebagai cadangan bila alat tulis yang dibawa dari rumah mengalami gangguan saat ujian tengah berlangsung. Yang biasanya terjadi juga adalah saat tempat ujian tidak tersedia alas untuk tempat menulis misalnya tempat ujiannya berada di bangku stadion olah raga, maka jualan alas menulis akan laku laris manis. Hal seperti ini adalah biasanya saat terjadi membludaknya peserta ujian sehingga ruang kelas tidak mampu lagi menampung peserta ujian. Penulis pernah menjumpai hal seperti itu saat ujian CPNS dan saat diadakan try out ujian masuk perguruan tinggi. Dengan demikian alat tulis (stationary) bisa menjadi barang jualan yang menguntungkan bagi mahasiswa bila ada event yang yang membutuhkannya.

5. Jualan Perlengkapan OSPEK

Penulis juga pernah mengamati adanya fenomena musiman jualan perlengkapan OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) atau masa oriantasi mahasiswa. Biasanya ada panitia OSPEK fakultas tertentu yang mensyaratkan peralatan, perlengkapan maupun aksesoris tertentu sebagai bagian dari rangkaian acara masa orientasi mahasiswa. Untuk terjun mengambil peluang ini makan kita harus menguhubungi panitia OSPEK atau mencari info perlengkapan dan peralatan apa saja yang ditugaskan untuk dibawa olweh mahasiswa baru saat rangkaian acara OSPEK atau masa orientasi mahasiswa baru berlangsung.

Namun sepertinya tren pemberian tugas OSPEK dengan membawa peralatan dan perlengkapan yang aneh-aneh saat ini sudah jarang ada. Oleh karena itu bila tertarik jualan perlengkapan dan peralatan OSPEK ini perlu wait and seek dan mengamati perkembangan tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa baru oleh panitia OSPEK. Tren yang terjadi saat ini adalah adanya banyak kritik terhadap tradisi perpeloncoan saat OSPEK, dan hal ini perlu diapresiasi karena akan membudayakan OSPEK atau orientasi mahasiswa baru yang non kekerasan dan lebih bisa benar-benar memberikan motivasi dan inspirasi untuk lebih siap serta meningkatkan semangat belajar di perguruan tinggi bagi para mahasiswa baru.

6. Jualan Kaos/t-shirt

Salah satu jenis jualan yang cocok buat mahasiswa dan memungkinkan untuk dilakukan oleh mahasiswa adalah jualan kaos/t-shirt. Kaos atau t-shirt yang biasanya laku di kampus adalah yang memiliki design dengan tema dunia kampus perguruan tinggi atau almamater tempat kuliah. Ada dua cara yang bisa dicoba dalam proses jualan kaos/t-shirt ini yaitu jualan secara langsung (manual) dan jualan secara online. Teknik jualan secara langsung (manual)  adalah bagaimana caranya jualan kaos/tshirt kita laku secara langsung (face to face), salah satu caranya adalah mengekspose seluas-luasnya jualan kaos/t-shirt kita.

Misalnya bila ada acara di lingkungan kampus yang di situ akan banyak didatangi orang, maka kita bisa membuka lapak jualan kaos/t-shirt di sekitar area tempat acara tersebut berlangsung yang disekiranya akan banyak dilihat orang. Logika yang dipakai  adalah semakin banyak orang yang melihat dan tahu barang  jualan kita makan akan semakin besar pula kemungkinan jualan kita laku. Cara lainnya adalah jualan kaos/t-shirt  secara online. Saat ini sudah banyak tersedia platform market place untuk berjualan secara online.

Selain itu juga bisa menjajakan/menawarkan lewat sosial media, atau bisa juga dengan membuat website sendiri sebagai toko online untuk men-display barang-barang dagangan. Kelebihan memiliki website sendiri ini adalah kita tidak ketergantungan pada online market place dan online social media. Atau bisa juga dengan menerapkan strategi online market place dan social media dijadikan sebagai media promosi website toko online milik sendiri. Jadi tetap ada unsur membesarkan aset milik sendiri yaitu website toko online milik kita sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap market place.

Dengan membesarkan toko online milik sendiri maka kita masih semacam memiliki pertahanan bisnis jualan kita. Bayangkan apabila kita hanya memiliki media promosi di market place dan kemudian karena suatu hal market place tersebut bubar, maka bisnis jualan kita juga akan ikut buyar, Namun bila kita memiliki website toko online sendiri maka pelanggan-pelanggan jualan kita masih bisa langsung mengunjungi website jualan milik kita sendiri meski portal market place tersebut bubar.

Jadi arahkan pembali-pembeli kita yang ada di social media dan yang ada di portal market place ke website atau toko online milik kita sendiri. Istilahnya adalah kita membesarkan brand milik kita sendiri. Hal seperti ini sangat cocok sekali bila kita berfikir untuk jangka panjang. Hal ini berlaku bagi segala macam barang jualan yang bisa dilakukan transaksinya secara online.

Jualan kaos/t-shirt ini juga bisa berarti jualan barang-barang fashion lainnya yang biasanya dengan sistem dropshipping. Ada juga kawan penulis seorang mahasiswa yang berjualan kain batik. Oleh karena itulah jenis-jenis barang jualan seperti itu tadi cocok untuk jualan online untuk mahasiswa.

7. Jualan Kopi

Saat ini tren minum kopi cukup berkembang dengan pesat. Penulis sempatmengetahui salah satu mahasiswa teman penulis yang berjualan kopi. Dia berjualan biji kopi yang masih belum diolah, biji kopi yang sudah diroasting, dan juga kopi yang sudah berupa bubuk. Selain itu tentu saja kita harus juga memperluas pengetahuan jenis-jenis dan kualitas kopi. Lebih mendukung juga bila kita juga memiliki keterampilan meracik kopi yang baik dan benar syukur-syukur sampai sekelas barista.

Bila belum punya suplier biji kopi dan kurang memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidang perkopian, maka jang berputus asa karena masih ada kesempatan berjualan kopi instan. Jadi kita hanya menyediakan air panas yang disimpan di termos makan kita sudah bisa berkeliling kampus menjajakan kopi instan hangat sebagai teman belajar. Tidak ada rotan akan pun jadi karena perjuangan untuk terus bisa bertahan hidup harus terus digelorakan. Jualan kebutuhan mahasiswa berupa kopi ini cukup menjanjikan dan memiliki prospek yang cerah.

8. Jualan Bunga

Ada momen-momen tertentu di kampus yang membuat jualan bunga menjadi memungkinkan, misalnya adalah saat momen wisuda. Jualan bunga saat wisuda ini bisa berupa bunga potong maupun juga bunga yang  masih hidup (tumbuh di pot kecil atau polibag). Penulis pernah menemani kawan penulis berjualan bunga yang masih hidup saat ada acara prosesi wisuda di kampus. Saat itu kawan penulis mempunyai ide berjualan bunga yang masih hidup karena sudah banyak yang berjualan bunga potong. Jadi, jualan bunga saat acara wisuda bisa menjadi pilihan mahasiswa jualan di kampus.

Anda juga bisa membaca manfaat merawat bunga dan tumbuhan lainnya untuk kesehatan psikis dan fisik pada artikel yang berjudul Optimalisasi Kesehatan Psikis dan Fisik Melalui Aktivitas Merawat Tumbuhan.

Bunga potong tentu saja tidak bisa ditanam sehingga saat bunga tersebut diberikan ke wisudawa/wisudawati maka beberapa hari kemudian akan menjadi layu dan dibuang begitu saja ke tempat sampah. Berbeda dengan bunga yang masih hidup  yang masih bisa ditanam sehingga bisa terus berkembang dan terus hidup memunculkan bunga-bunga baru lainnya. Bila seperti itu maka bunga yang ditanam tersebut akan bisa menjadi semacam pengingt perjuangan belajar selama kuliah di perguruan tinggi.

Itulah yang menjadi ide dasar saar kawan penulis memutuskan untuk berjualan bunga hidup saat acara wisuda di kampus. Supaya memudahkan saat dibawa dan supaya kelihatan lebih elegan saat diberikan sebagai hadiah wisuda, maka bunga yang masih memiliki akar tersebut dibungkus ulang bagian akar yang masih terdapat tanah atau media tanam lainnya tersebut dengan plastik hias atau diikat dengan pita hias. Tentu saja tanah atau media tanamnya disisakan tidak terlalu banyak dan sisakan sedikit atau secukupnya saja sedemikian hingga bunga tersebut bila ditanam akan masih bisa hidup.

Kami juga memiliki artikel menarik yang berjudul Cara Meningkatkan Produktivas Kerja dengan Tumbuhan Hias.

Salah satu bunga yang bisa diperlakukan seperti ini adalah bunga mawar. Biasanya di supplier, bunga mawar tersebut dijual berupa tanaman bunga mawar dengan panjang sekitar 30 cm dengan pucuk yang sudah berbunga dan akarnya ditumbuhkan pada plastik polibag hitam berupa media tumbuh sekam. Plastik polibag hitam inilah yang kita ganti dengan plastik hias berpita hias.

9. Jualan Souvenir Khas Kampus Perguruan Tinggi

Seperti halnya telah dibahas sebelumnya tentang jualan kaos/t-shirt yang bisa dijual saat ada even atau acara tertentu di kampus, juga bisa dijual secara online, maka begitupun juga souvenir juga bisa dijual seperti itu. Jadi bila kita membuka lapak di acara atau event tertentu di kampus maka selain jualan kaos/t-shirt dengan desain-desain bertema kampus dan perguruan tinggi maka kita juga bisa sekalian menjual souvenir yang juga bertema tentang kampus.

Biasanya pada saat momen acara wisuda di kampus banyak dipenuhi oleh keluarga wisudawan/wisudawati yang besar kemungkinan merekan tertarik untuk membeli souvenir khas kampus tempat kuliah salah satu anggota keluarga mereka. Souvenir dengan lambang atau logo kampus atau tulisan-tulisan bertema dunia pendidikan tinggi akan kemungkinan laris manis pada momen-momen seperti itu. Kira-kira dapat dari manakah barang-barang souvenir seperti ini?

Ada banyak cara untuk mendapatkannya salah satu caranya adalah dengan bekerja sama dengan toko sekitaran kampus yang menjual aksesoris souvenir khas kampus. Jadi kita menjualkan barang dagangan toko-toko tersebut, tentunya nanti kita akan diberi harga dasar dari situ kita akan menentukan margin untuk menentukan harga jual barang kita sehingga kita akan mendapatkan untung. Dengan demikian jualan souvenir khas kampus perguruan tinggi juga sesuai sebagai jualan yang pas buat mahasiswa.

10. Jualan Sepeda

Saat itu penulis ingin punya sepeda pancal untuk menunjang pergerakan mobilisasi di kampus. Tentunya juga dengan alasan untuk meningkatkan kesehatan. Saat penulis mencari-cari sepeda yang cocok di hati, penulis menemukan sepeda bekas yang sreg di hati penulis. Akhirnya penulis menghubungi nomer telepon yang tertera di salah satu portal online market place tersebut untuk COD (cash on delivery) dengan penjualnya. Saat bertemu dengan penjualnya ternyata dia masih berstatus mahasiswa juga.

Kami bertemu di kontrakannya yang ternyata sudah berjajar beberapa sepeda bekas lainnya. Kami ngobrol kesana-kemari tentang bisnis jualan sepeda yang dilakukannya ini. Selain melayani jual beli sepeda bekas, dia juga melayani penjualan sepeda baru. Dari obrolan tersebut ternyata dia mahasiswa jurusan ilmu tanah fakultas pertanian. Alasan mahasiswa tersebut menjalankan bisnis jualan sepeda adalah karena hobinya bersepeda. Selain itu jualannya pun juga dilakukan secara online. Hal ini karena memang mahasiswa jualan di kampus kurang bisa memungkinkan bila jualan sepedanya di-display di kampus, dan lebih memungkinkan bila bisnis jualan sepeda ini dilakukan secara online.

11. Jualan Kucing atau Hewan Peliharaan Lainnya (Kelinci, Marmut, Hamster, dll)

Penulis masih terus ngobrol-ngobrol dengan mahasiswa pebisnis jualan sepeda tersebut. Ternyata dia juga ternak kucing ras. Jadi mahasiswa itu tadi selain bisnis jualan sepeda ternyata juga bisnis jualan kucing. Dia bercerita bahwa di kontrakannya terdapat banyak kucing ras yang dia ternak untuk dijual. Hal ini menunjukkan memungkinkan juga bagi mahasiswa dengan beberapa penyesuaian dan improvisasi untuk berjualan jenis hewan peliharaan lainnya seperti kelinci, marmut, atau hamster.

12. Jualan Ikan Hias

Pada suatu kesempatan penulisberkunjung ke laboratorium reproduksi ikan di salah satu kampus perguruan tinggi. Di Lab tersebut mata penulis tertuju pada seorang mahasiswa yang sedang membersihkan deretan akuarium. Mahasiswa tersebut ternyata sedang melakukan penelitian mengenai ikan hias. Penulis iseng-iseng ngobrol dengannya kesana kemari hingga mahasiswa tersebut bercerita bahwa dia juga berbisnis budidaya ikan hias.

Menurut cerita dia, untuk perawatan dalam budidaya ikan hias ini tidak terlalu rumit dan pakannya tidak sebanyak budidaya untuk ikan konsumsi namun harga jualnya cukup lumayan. Bisa jadi memang jualan ikan hias merupakan jenis jualan yang pas buat mahasiswa jurusan perikanan. Namun tidak menutup kemungkinan bisa juga dilakukan oleh mahasiswa dari jurusan lain asalkan memiliki minat yang kuat terhadap budidaya ikan hias, sehingga semangat dalam mempelajari teknik-teknik budidaya ikan hias.

13. Jualan Komputer

Penulis pernah mengikuti semacam talk show. Pada acara tersebut salah satu pembicaranya mengisahkan bahwa dia saat menjadi mahasiswa memiliki bisnis jualan komputer dan perlengkapannya. Untuk bisnis jualan jenis ini, tentu membutuhkan modal yang cukup besar. Bisa jadi tidak semua mahasiswa bisa melakukannya karena modal besar itu tadi. Namun bila memungkinkan maka bisa menjadi salah satu jenis jualan yang menguntungkan bagi mahasiswa.

Demikianlah berbagai macam jenis jualan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Tentu saja pastinya yang telah diuraikan di atas hanyalah sebagian kecil saja dari sekian banyak peluang. Masih banyak peluang-peluang jualan berbagai macam barang yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Bisnis jualan ini merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh para mahasiswa yang ingin mendiri secara finansial tanpa tergantung kepada orang lain.

Keterampilan jualan ini benar-benar sangat berguna bagi kehidupan seorang mahasiswa bahkan sampai sudah lulus nanti. Keterampilan menjual ini juga merupakan salah satu cara supaya tidak menganggur setelah lulus kuliah. Adanya lulusan perguruan tinggi yang menganggur akan bisa ditekan bila saat masih menjadi mahasiswa sudah belajar dan memiliki jam terbang tinggi di bidang komersial. Sekali insting jualan terasah maka kemampuan untuk mendapatkan income/pemasukan keuangan kemungkinan besar akan teroptimalkan.

Namun penulis tetap perlu berpesan bahwa fokus pikiran tatap harus diutamakan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akademik perguruan tinggi. Karena pada dasarnya tugas utama mahasiswa adalah belajar dan melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Selain itu juga perlu diperhatikan beberapa hal dalam bisnis jualan untuk mahasiswa ini seperti yang telah dibahas pada artikel yang berjudul 5 Hal Penting Yang Perlu Diperhatikan Dalam Bekerja Sampingan untuk Mahasiswa dan Bisnis Sampingan Mahasiswa.

Selamat berjualan! idehidup.com mengucapkan semoga sukses selalu menyertai rekan-rekan mahasiswa.