15 Manfaat Kegunaan Tongkat Pendaki atau Tongkat Perjalanan (Trekking Pole)

Hey sobat idehidup.com apa kabar. Tongkat pendaki, tongkat perjalanan, atau yang juga dikenal dengan trekking pole merupakan salah satu perlengkapan perjalanan hiking, penjelajahan, dan pendakian gunung. Dari bentuk yang sederhana itu ternyata tongkat tersebut memiliki berbagai macam manfaat dan kegunaan yang bisa jadi ada beberapa yang belum sobat ketahui.

Kegiatan perjalanan hiking, penjelajahan dan mendaki gunung tidaklah wajib membawa tongkat pendaki gunung trekking pole. Namun dengan membawa dan menggunakannya maka tentunya akan memberikan manfaat tersendiri.

tongkat pendaki gunung,tongkat mendaki gunung,harga tongkat pendaki,harga tongkat gunung eiger,harga tongkat hiking eiger, tongkat hiking consina, tongkat gunung murah,harga tongkat buat naik gunung

sepasang trekking poles (foto dari wikipedia CC BY-SA 3.0)

Tulisan idehidup.com kali ini akan mengulas mengenai manfaat dan kegunaan tongkat pendaki gunung dalam perjalanan penjelajahan perjalanan hiking gunung rimba dan perjalanan lainnya. Selamat menikmati sajian idehidup.com kali ini.

1. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Tongkat pendaki gunung memang bisa menggunakan bahan-bahan yang diambil di sepanjang setapak pendakian gunung. Kita bisa mendapatkan tongkat perjalanan (tongkat hiking) dengan memotong atau mematahkan batang-batang pohon di sepanjang jalur pendakian gunung atau jalur setapak di hutan Taman Nasional (National Park), Cagar Alam, Taman Hutan Rakyat, yang kita lewati.

Namun bayangkan apabila jalur setapak yang anda lalui tersebut juga dilalui oleh pendaki-pendaki lain dan mereka juga berpikiran sama yaitu mereka memotong dan mematahkan batang-batang pohon di pinggiran setapak untuk tongkat pendakian. Maka bisa dipastikan pohon-pohon di kanan dan kiri jalur setapak pendakian tersebut akan sangat menderita.

Apabila Pohon-pohon tersebut batang-batangnya diambili oleh para pendaki untuk tongkat pendakian. Maka bisa dipastikan pertumbuhan dan perkembangan pohon-pohon vegetasi di sepanjang jalur pendakian tersebut akan terganggu. Hal tersebut akan mengarah pada terganggunya laju kelestarian vegetasi di daerah tersebut yang itu artinya juga mengancam kelestarian ekosistem hutan.

Oleh karena itulah tongkat buat naik gunung atau yang juga disebut trekking pole sangat bermanfaat dari segi kelestarian ekosistem hutan, gunung, dan alam liar. Hal ini karena tentunya dengan memiliki tongkat buat naik gunung tersebut maka para pendaki dan pegiat kegiatan out door lainnya tidak akan mengambil batang kayu dari kanan kiri jalan setapak sebagai tongkat mereka.

Tongkat pendaki atau trekking pole yang dibeli mereka dari toko peralatan pendakian pasti masih digunakan berkali-kali dan tidak dibuang begitu saja setelah digunakan. Tongkat itu tadi akan masih digunakan untuk perjalanan-perjalanan petualangan mereka di alam dan di gunung-gunung lainnya.

2. Membagi Berat Beban Saat Berjalan

Dengan menggunakan tongkat ketika berjalan maka berat beban akan tidak hanya ditahan oleh pundak, pinggul dan kaki saja, namun juga terbagi ke tangan. Pendestribusian berat beban ini akan lebih optimal apabila menggunakan dua trekking pole pada kedua tangan. Dengan demikian maka penggunaan tongkat perjalanan ini akan membantu mencegah cidera pada kaki, pinggul dan pundak serta mengurangi pegal-pegal pada ketiganya.

3. Menjaga Keseimbangan (saat berjalan di bebatuan)

Trekking pole akan membantu dalam menjaga keseimbangan saat kita berjalan di jalan setapak. Apabila jalan setapak yang dilalui harus melewati bebatuan maka diperlukan keseimbangan yang tinggi pada tubuh. Keseimbangan tubuh di jalan setapak berbatu tersebut bisa ditingkatkan dengan bantuan tongkat perjalanan.

4. Mengurangi Terpeleset Saat Berjalan di Setapak Licin

Seorang pendaki gunung penempuh hutan rimba harus siap dengan segala macam medan perjalanan. Salah satu medan perjalanan yang harus dihadapi adalah setapak yang licin. Dengan adanya bantuan alat seperti tongkat perjalanan maka mereka akan lebih bisa melewati jalanan yang licin secara lancar. Trekking pole akan mengurangi kemungkinan terjadinya terpeleset pada jalan setapak yang licin.

5. Menambah Dorongan Saat Jalan Setapak Naik

Tongkat pendaki gunung juga bisa berfungsi membantu memberikan gaya tolak atau gaya dorong untuk membantu pendaki ketika melawati jalan setapak yang menanjak. Tambahan gaya dorong tersebut berasal dari tangan pemegang tongkat yang tongkat tersebut menjejak atau menekan tanah. Sehingga pendaki akan mendapatkan tambahan dorongan ekstra untuk menanjak selain dari langkah kaki.

6. Menghindarkan Jatuh ke Depan Saat Jalan Setapak Menurun

Dengan membawa tongkat atau trekking pole maka akan membantu tubuh mengurangi kemungkinan terjererembab ke depan saat jalan setapak menurun. Tangan yang memegang tongkat akan membantu menahan gaya dorong ke depan saat melangkah pada kondisi setapak menurun. Dengan demikian dengan membawa tongkat maka dapat meningkatkan keamanan pendaki gunung di jalan setapak menurun.

7. Sebagai Alat untuk Mengetahui Keadaan Lintasan yang Akan Dilalui (rawa, lumpur hisap, pasir tak stabil)

Penempuh gunung rimba harus siap dengan segala macam medan yang akan dilalui. Tongkat perjalanan atau tongkat hiking memiliki manfaat bisa digunakan sebagai alat untuk untuk mengecek kondisi lintasan yang akan dilalui. Trekking pole bisa digunakan untuk menjajaki jenis-jenis daerah rawa, lumpur hisap, pasir yang tidak stabil dan medan beresiko tinggi lainnya.  Apabila kondisi lintasan sudah diketahui kondisinya maka kemungkinan untuk terperosok atau terjebak di dalamnya bisa dihindari.

8. Menyibak Penghalang

Tongkat pendakian juga bisa difungsikan sebagai penyibak penghalang yang menghalangi jalan. Tentu saja penghalang ini yang tidak terlalu berat, semisal jalan setapak jalur pendakian yang kita lalui itu sudah lama tidak pernah dilalui sehingga banyak rerumputan tinggi atau semak-semak yang ranting-ranginya mulai  menjuntai ke badan jalan setapak. Beberapa gunung di Indonesia, sebagai contoh seperti di jalur pendakian gunung Argopuro di beberapa lokasi ditumbuhi oleh tumbuhan berduri-duri kecil yang bila mengenai kulit akan terasa gatal dan panas.

Nama ilmiah tumbuhan tersebut adalah Girardinia palmata Blume nom. illeg., nah dengan membawa trekking pole maka kita bisa menggunakannya untuk menyibak rerimbunan tumbuhan tersebut yang sering menghalangi di beberapa titik jalan setapak pendakian gunung Argopuro. Tumbuhan Girardinia palmata yang bila kena kulit gatal ini memang sering menutupi jalan di beberapa titik jalur pendakian gunung Argopuro karena memang gunung Argopuro jarang didaki.

9. Untuk Mengukur Panjang Sesuatu atau Kedalaman

Pada kondisi tertentu seperti saat-saat darurat (emergency) ketika kita memerlukan data untuk mengukur panjang sesuatu atau kedalaman sungai atau danau atau rawa, dan ternyata alat ukur standar tidak dibawa, maka trekking pole bisa digunakan sebagai alat ukur darurat.  Jadi secara standar trekking pole itu memiliki ukuran standar yang telah ditetapkan oleh pabrikan pembuatnya. Nah anda harus tahu sebelumnya tentang panjang trekking pole anda ketika direntangkan, sehingga anda akan bisa mengukur panjang sesuatu atau kedalaman sesuatu sesuai dengan panjang trekking pole.

10. Untuk Tiang Mendirikan Tenda

Trekking pole selain digunakan sebagai alat bantu untuk berjalan di setapak tanjakan juga bisa digunakan sebagai tiang dalam mendirikan tenda. Jenis tenda lembaran persegi panjang (tarp tent) dapat menggunakan tongkat pendaki sebagai tiangnya. Kelebihan tenda seperti ini adalah lebih ringan saat disusun di ransel sehingga tidak terlalu membebani punggung.

Kekurangan tenda tarp tent ini kurang bisa melindungi dari tiupan angin kencang, hujan, serangga, dan ular. Hal ini karena memang jenis tenda tarp tent ini tidak membentuk suatu ruangan tertutup sempurna. Namun dalam kondisi darurat, tenda tarp tent dengan trekking pole sebagai tiang penyangganya bisa diandalkan sebagai alternatif tempat berteduh.

11. Sebagai Tiang Jemuran untuk Mengeringkan Baju, Celana, dll.

Terkadang di dalam perjalanan pendakian gunung atau perjalanan hiking para pendaki perlu mengeringkan pakaian mereka (baju, celana, kaus kaki, jaket, dll.) yang basah oleh gerimis, terkena air saat menyeberang sungai, dll. Proses pengeringan ini bisa menggunakan cara menjemur atau mengangin-anginkan dengan menggantung pakaian yang basah tersebut pada seutas tali yang diulurkan pada dua tiang.

Tiang ini bisa menggunakan trekking pole pada kedua ujung tali. Penggunaan trekking pole sebagai tiang jemuran ini lebih ramah lingkungan daripada langsung menalikannya pada pohon atau perdu, hal ini karena bisa merusak batang perdu tersebut (merusak tunas, merusak daun, merusak kulit, dll.).

12. Sebagai Tonggak/Tiang Bendera

Perjalanan-perjalanan tertentu terkadang memerlukan suatu bendera untuk dikibarkan. Bisa berupa bendera kesatuan atau bendera organisasi yang menaungi pelaksanan perjalanan tersebut. atau bahkan dalam kondisi darurat tertentu maka diperlukan bilah untuk ditalikan bendera semaphore untuk keperluan komunikasi. Trekking pole bisa digunakan untuk keperluan semua itu tadi bila sudah ditemukan lagi bilah lainnya untuk menalikan bendera.

13. Untuk Membela Diri Bila Keadaan Darurat (Alat Pukul) atau Menakut-nakuti Hewan Liar yang Akan Menyerang

Kondisi di lapang baik itu di gunung hutan atau yang lainnya terkadang tidak sesuai dengan prediksi. Segala macam ancaman baik itu fisik dan mental akan banyak menerpa seorang petualang. Salah satu ancaman tersebut adalah adanya serangan fisik kepada diri seorang petualang. Bisa itu oleh orang maupun oleh hewan liar.

Trekking pole bisa digunakan sebagai salah satu alat untuk membela diri ini. Pada awalnya mungkin bisa digunakan untuk menakut-nakuti dengan mengacungkan trekking pole kepada calon penyerang dan bila calon penyerang, dan bila si penyerang tetap melancarkan serangannya maka trekking pole bisa digunakan untuk mempertahankan diri pada kondisi darurat tersebut.

14. Dalam Keadaan Darurat Bisa Untuk Spalk (splint)

Kondisi darurat tidak bisa dihindari namun hanya bisa diminimalisasi. Keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelekaan (P3K) yang baik adalah yang mampu memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar untuk dijadikan sebagai pedukung proses pertolongan. Salah satu alat P3K yang perlu digunakan adalah spalk/splint untuk me-imobilisasi tulang yang patah.

Dalam kondisi yang sangat darurat sekali maka trekking pole bisa digunakan sebagai spalk/splint ini. Trekking pole yang dijual dipasaran itu bisa dibagi-bagi menjadi tiga bagian lebih kecil lagi, sehingga bisa disesuikan dengan kebutuhan panjang spalk/splint yang dibutuhkan.

15. Sebagai Alat Komunikasi (Kode Komunikasi)

Sebelumnya telah diungkapkan juga bahwa tongkat perjalanan pendakian trekking pole bisa digunakan sebagai tongkat untuk ditalikan bendera semaphore dan digunakan untuk berkomunikasi. Namun secara sederhana, dua tongkat trekking pole di tangan kanan dan di tangan kiri sudah bisa digunakan untuk berkomunikasi pada jarak sejauh pandangan mata masih bisa melihat tongkat tersebut dengan baik.

Misalnya dua tongkat mendaki dibuat menyilang artinya ada bahaya, dua tongkat diangkat sejajar ke atas kepala artinya baik-baik saja, dan lain-lainnya. Tentu saja kode-kode ini telah disepakati sebelumnya oleh seluruh anggota tim perjalanan. Tidak harusnya juga dengan dua tongkat trekking pole di tangan kanan dan kiri, satu tongkat pun juga bisa digunakan sebagai kode-kode komunikasi yang tentunya juga telah disepakati sebelumnya bentuk-bentuknya oleh seluruh anggota tim perjalanan.

Demikian tadi berbagai macam manfaat dan kegunaan tongkat pendaki gunung trekking pole telah diulas oleh idehidup.com. Semoga ulasan berkaitan dengan tongkat mendaki gunung yang sedikit dan singkat ini mampu memberikan pengetahuan dan inspirasi bagi para pembaca sekalian dalam penggunaan trekking pole. Selamat berpetualang, utamakan keselamatan, dan semoga hari-hari anda sukses selalu.