15 Penyebab Malas Kuliah yang Mengancam Kesuksesan Mahasiswa

Penyebab malas kuliah harus benar-benar dicari sampai ke akar-akarnya sebagai langkah awal untuk mengatasinya. oleh karena itulah idehidup.com perlu membahas segala macam hal penyebab malas kuliah ini. Tujuan dari inventarisasi berbagai macam penyebab malas kuliah ini adalah sebagai suatu pemetaan awal yang kemudian apabila sudah diketahui penyebab-penyebabnya maka kemungkinan akan lebih mudah untuk mengatasi dan menyembuhkan gejala-gejala malas kuliah.

Malas kuliah ini cukup berbahaya bagi kesuksesan mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu akibat-akibat yang ditimbulkan oleh malas kuliah ini juga tidak bisa dianggap enteng. Berkaitan dengan berbagai macam akibat yang terjadi apabila malas kuliah telah dibahas di artikel idehidup.com yang berjudul 7 Akibat Malas Kuliah yang Harus Diwaspadai Mahasiswa.

Berkaitan dengan cara mengatasi malas kuliah juga dibahas oleh idehidup.com pada artikel yang berjudul 15 Cara Ampuh Mengatasi Malas Kuliah sebagai lanjutan dari artikel ini.

Berikut ini adalah berbagai macam hal penyebab malas kuliah versi idehidup.com, selamat menyimak sajian kami kali ini.

1. Tidak niat kuliah

Niat merupakan kunci awal dari kesuksesan segala kegiatan yang akan dilakukan. Salah satu penyebab malas kuliah adalah jika orang tersebut tidak berniat kuliah namun dipaksa oleh pihak lain misalnya orang tuanya untuk kuliah. Kemungkinan yang terjadi selanjutnya adalah bisa jadi orang tersebut sudah gagal terlebih dahulu dalam tes seleksi masuk perguruan tinggi. Atau bila ternyata berhasil lolos seleksi dan sampai pada kegiatan perkuliahan maka orang tersebut akan merasa malas berangkat ke kampus untuk mengikuti perkuliahan. Itulah yang juga bisa menjadi alasan yang tepat untuk tidak masuk kuliah.

penyebab malas kuliah, penyebab mahasiswa malas kuliah, apa penyebab malas kuliah, bosan kuliah, alasan yang tepat untuk tidak masuk kuliah

Bila permasalahan tidak niat kuliah ini tidak segera ditangani maka efeknya adalah mahasiswa tersebut memiliki prosentasi absensi yang tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu bila jarang masuk mengikuti perkuliahan maka juga bisa berimbas pada pemahaman materi-materi perkuliahan sehingga berakibat pada nilai UTS dan UAS yang rendah. Semua ini akan berujung pada rendahnya Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Akibat terburuk bila tidak niat kuliah ini terus menerus terjadi maka bisa berujung pada Drop Out (DO) dari perguruan tinggi.

Niat yang lurus dan benar merupakan awal dari usaha untuk mendapatkan prestasi akademik di perguruan tinggi, berkaitan dengan hal tersebut telah dibahas di artikel idehidup.com yang berjudul 6 Cara Mendapatkan Prestasi di Kampus Saat Kuliah di Perguruan Tinggi dan pada artikel yang berjudul 14 Trik Super Rahasia Meraih IPK Tertinggi: Pengantar Dasar-dasar Cara Belajar di Perguruan Tinggi Secara Optimal

2. Jurusan kuliah yang tidak sesui keinginan

Pada suatu kondisi tertentu terkadang jurusan yang berhasil dimasuki saat seleksi penerimaan mahasiswa baru adalah tidak sesuai dengan keinginan orang tersebut. Misalnya orang tersebut ingin masuk ke jurusan Seni Rupa namun orang tuanya memaksa kuliah di jurusan Teknik Mesin. Kemudian yang terjadi adalah orang tersebut menjadi tidak bersemangat menjalani kegiatan perkuliahan. Dengan kata lain hari-hari perkuliahan orang tersebut adalah semacam penderitaan yang tiada akhir. Oleh karena itu, ternyata memang adanya mahasiswa malas itu banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, maka perlu dicari penyebab-penyebabnya untuk dapat diberi terapi yang tepat.

3. Tidak bisa menyesuaikan dengan suasana kampus perguruan tinggi

Pada dasarnya suasana belajar pada perkuliahan di perguruan tinggi adalah suatu hal yang baru yang bisa jadi sangat berbeda dengan kegiatan belajar di sekolah. Perkuliahan di perguruan tinggi memerlukan keaktifan seorang mahasiswa dalam menjalaninya. Secara sekilas memang perkuliahan di perguruan tinggi itu adalah lebih santai daripada kegiatan belajar di sekolah. Namun di balik itu diperlukan otonomi kemandirian seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik yang ada di dalam dirinya.

Kegiatan perkuliahan di kampus perguruan tinggi yang sekilas terlihat santai inilah yang terkadang melenakan seorang mahasiswa. Santai berlebihan pada diri seorang mahasiswa akan menyebabkan kelabakan di pertengahan semester saat menghadapi UTS dan kelabakan di akhir semester saat akan menghadapi UAS. Bisa dibayangkan kelabakan tersebut adalah karena tugas-tugas yang menumpuk di pertengahan semester sebagai syarat mengikuti UTS atau tugas-tugas yang menumpuk di akhir semester sebagai tugas syarat mengikuti UAS.

Atau bila tidak terlihat “santai” maka bisa juga suasana perkuliahan itu sangat ketat dan sibuk sekali. Beberapa jurusan tertentu pada perguruan tinggi tertentu sangat menekankan pada pengkondisian atmosfir aktivitas akademik yang sangat padat. Sebut saja misalnya tugas perkuliahan setiap hari, tugas laporan praktikum yang harus segera dikumpulkan, tugas presentasi di depan kelas, tugas kelompok dengan mahasiswa lainnya, dan seabreg tugas-tugas lainnya.

Mahasiswa baru tersebut menjadi kaget dengan perbedaan mencolok antara proses kegiatan belajar mengajar di sekolah sebelumnya dengan kegiatan perkuliahan di kampus perguruan tinggi. Bila tidak disikapi secara tepat maka yang muncul pada mahasiswa baru tersebut adalah apatisme dan terjatuh di lubang keterpurukan. Terlena atau kelabakan mengikuti kegiatan akademik inilah yang akhirnya menyebabkan seorang mahasiswa baru malas mengikuti perkuliahan.

4. Nilai mengecewakan

Nilai yang rendah pada mata kuliah tertentu juga bisa menyebabkan seorang mahasiswa menjadi malas kuliah. Mental seorang mahasiswa bisa menjadi down saat mengalami pukulan batin akibat rendahnya nilai hasil dari quiz harian, nilai UTS, nilai UAS, nilai laporan praktikum, nilai ujian akhir praktikum, dan nilai-nilai tugas kuliah lainnya. Bila mental mahasiswa tersebut tidak segera dibenahi maka bisa merembet menjadi kegagalan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

5. Salah pergaulan

Ibarat seperti kata pepatah berkumpul dengan pedagang minyak wangi akan menjadi ikut wangi, berkumpul dengan pandai besi bisa ikut menjadi terbakar terkena percikan api, maka pergaulan seorang mahasiswa juga memberikan pengaruh terhadap semangat belajarnya di perguruan tinggi. Bila mahasiswa tersebut sering berkumpul dengan mahasiswa-mahasiswa yang juga mengalami malas belajar maka mahasiswa tersebut bisa ikut menjadi malas belajar juga. Begitupun juga bila bergaul dengan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki perilaku negatif lainnya maka mahasiswa tersebut lambat laun ada kemungkinan besar juga akan ikut menjadi berperilaku negatif.

6. Tidur larut malam atau malah tidur pagi hari tanpa tujuan jelas

Terkadang memang kegiatan di kos-kosan dengan banyak teman kos membuat jadi asyik ngobrol kesana-kemari sehingga sampai lupa waktu sehingga tidak terasa tiba-tiba malah sudah berganti menjadi pagi hari. Atau terkadang menonton serial drama di laptop langsung dari seri pertama hingga akhir 12 episode sehingga tidak terasa tahu-tahu malam sudah beranjak menjadi pagi hari. Akibat dari begadang sampai pagi yang sia-sia ini maka bila ada kuliah di pagi hari maka mahasiswa tersebut akan menjadi malas untuk mengikutinya karena diserang rasa kantuk. Akan terasa lebih enak tidur di kamar kos daripada berangkat kuliah ke kampus.

7. Ketagihan game

Beberapa mahasiswa masih ada yang mengalami ketagihan untuk bermain game baik itu console game maupun online game. Akibat dari bermain game yang berlebihan ini maka bisa mengalihkan fokus dari kegiatan belajar di kampus perguruan tinggi. Bisa juga terjadi seperti pada poin sebelumnya yaitu tidur larut malam atau begadang sampai pagi karena keasyikan bermain game sehingga sampai lupa waktu. Bermain game sampai lupa waktu ini akan membuat pembagian waktu menjadi kacau dan bisa jadi akan malas kuliah karena ngantuk yang disebabkan oleh aktivitas begadang semalam suntuk bermain game. Akibatnya adalah malas berangkat ke kampus untuk mengikuti perkuliahan dan tidak bersemangat dalam menjalani proses kegiatan belajar di kampus perguruan tinggi.

8. Permasalahan romansa

Masa-masa mahasiswa merupakan masa remaja akhir yang juga tidak luput dari permasalahan romansa dengan lawan jenis. Terkadang lika-liku perjalanan romansa ini mengalami permasalahan tertentu. Akibat dari permasalahan romansa ini bisa menyebabkan stres, depresi dan tekanan pikiran yang salah satu efeknya adalah membuat jadi malas kuliah dan malas mengikuti proses kegiatan belajar di perguruan tinggi.

9. Permasalahan keluarga

Bila ada permasalahan pada keluarga juga bisa menjadi penyebab seorang mahasiswa menjadi malas mengikuti kegiatan di perkuliahan. Hal ini karena pikiran mahasiswa tersebut akan terbebani oleh permasalahan keluarga tersebut. Disadari atau tidak bila permasalahan keluarga tersebut sampai diketahui oleh seorang mahasiswa maka pikirannya akan tersita pada permasalahan tersebut. Mahasiswa tersebut akan terus-menerus memikirkan permasalahan itu.

Selain itu bila saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi sudah berkeluarga, maka hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri. Hal-hal yang terjadi pada suami atau pada istri bisa jadi juga akan memberikan pengaruh pada proses kegiatan belajar di perguruan tinggi. Sehingga diperlukan penyikapan-penyikapan yang bijaksana bila terjadi permasalahan keluarga bagi mahasiswa yang sudah menikah. Meskipun memang faktanya banyak juga pasangan suami istri yang sukses menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.

10. Fisik lemah dan mudah sakit

Permasalahan fisik yang lemah dan sakit-sakitan juga menjadi permasalahan tersendiri dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Penulis sempat mendengar cerita dari teman penulis sendiri yang menceritakan bahwa dirinya sampai mengulang ikut ujian masuk perguruan tinggi lagi karena sempat keluar karena sakit sehingga tidak memungkinkan bagi dirinya untuk mengikuti perkuliahan. Oleh karena itulah tubuh yang rentan sakit juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

11. Cara mengajar dosen yang membosankan

Penyebab malas kuliah juga bisa disebabkan oleh cara mengajar dosen yang kurang menarik dan malah membosankan. Sehingga ketika di dalam kelas terasa mengantuk sekali karena setiap kata yang disampaikan dosen di depan kelas ibarat lagu nina bobok pengantar tidur. Cara penyampaian materi perkuliahan dengan intonasi suara yang datar, monoton, dan kurang bersemangat akan mudah sekali membuat bosan mahasiswa.

12. Tidak tertarik dengan mata kuliah tertentu

Disadari atau tidak terkadang mahasiswa tertarik dengan matakuliah tertentu dan tidak tertarik dengan matakuliah tertentu. Apabila di jadwal kuliah ada matakuliah yang dirasa kurang menarik bagi mahasiswa maka hal ini menjadi penyebab malas mahasiswa berangkat ke kampus mengikuti perkuliahan tersebut.

13. Kurang rekreasi/piknik/jalan-jalan

Bagaimanapun juga mahasiswa adalah seorang manusia biasa yang memerlukan relaksasi sejenak dari segala macam ketegangan. Kegiatan belajar di perguruan tinggi menguras tenaga dan pikiran dengan segala macam problematikanya. Apabila badan dan pikiran terus diforsir dan ditekan sedemikian rupa maka pada titik tertentu badan manusia akan menjadi gejala penyebab malas kuliah bahkan badan bisa mengalami collaps. Salah satu penyebabnya adalah mahasiswa tersebut kurang rekreasi/piknik/jalan-jalan sejenak untuk menyegarkan pikiran melepaskan segala beban pada kegiatan akademik di perguruan tinggi. Hal ini karena rekreasi/piknik/jalan-jalan itu bisa mengurangi terjadinya gejala stres, tertekan dan depresi.

14. Terlena dengan kerja sampingan

Beberapa mahasiswa ada yang sambil bekerja sampingan paruh waktu (partime) untuk membiayai penuh kuliahnya, untuk menambah pemasukan, untuk menambah pengalaman, untuk membangun portofolio, dan alasan-alasan lainnya. Namun kegiatan baik ini bisa menjadi bumerang bila mahasiswa tersebut terlena dengan kerja sampingannya sehingga mengabaikan dan menomorduakan kegiatan belajar di perguruan tinggi.

15. Terlena dengan bisnis sampingan

Untuk membiayai penuh kuliahnya, untuk menambah pemasukan, untuk menambah pengalaman, untuk membangun portofolio, dan alasan-alasan lainnya itu selain dengan kerja sampingan maka juga bisa ditempuh dengan mendirikan dan menjalankan bisnis usaha sampingan sendiri oleh mahasiswa. Kegiatan menjalankan bisnis ini bisa menjadi penyebab malas kuliah atau malah bosan kuliah apabila seorang mahasiswa menjadi terlalaikan dengan kegiatannya tersebut. Meskipun memang untuk bisnis ini tentunya secara kasar dalam kondisi-kondisi tertentu lebih fleksibel menjalankan bisnis usaha sendiri dari pada bekerja ikut orang lain. Menjalankan bisnis usaha sendiri lebih memiliki otoritas pengambilan keputusan secara mandiri jika dibandingkan dengan bekerja ikut orang lain.

Demikian tadi telah dibahas mengenai berbagai macam penyebab malas kuliah yang mengintai mahasiswa. Penyebab-penyebab malas kuliah itu tadi bisa menyergap mahasiswa kapanpun. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan pada diri mahasiswa untuk menghindari berbagai jenis penyebab malas kuliah yang mungkin saja bisa timbul. Semoga sobat mahasiswa sekalian diberi kekuatan untuk menghindari berbagai macam jenis penyebab malas kuliah yang telah diuraikan oleh idehidup.com dan sebab-sebab lainnya yang belum sempat diungkap di tulisan ini.