15 Rahasia Manfaat Menulis Bagi Siswa

Manfaat menulis bagi siswa perlu diketahui oleh siapa saja. Bagi siswa, mengetahui manfaat menulis akan memberikan semangat dan dorongan dari dalam lubuk hatinya sendiri untuk melakukan kegiatan menulis. Bagi orang tua siswa (wali murid), mengetahui manfaat menulis akan memberikan suatu semangat dalam mendukung keberlangsungan kegiatan menulis anaknya, baik itu dengan memberikan semangat dan motivasi untuk menulis kepada anaknya maupun juga menyediakan sarana prasarana serta situasi yang kondusif dalam kegiatan menulis bagi anaknya. Bagi guru, mengetahui manfaat menulis akan membuat lebih semangat lagi dalam mengajar tentang kepenulisan dan bersemangat dalam memotivasi, membimbing dan mengevaluasi anak didiknya dalam kegiatan tulis-menulis.

Idehidup.com menimbang begitu penting untuk diketahui manfaat menulis bagi siswa sehingga merasa perlu untuk mengangkat dan membahas tema tersebut. Berikut ini adalah manfaat-manfaat menulis bagi siswa versi idehidup.com. Selamat menyimak sajian kami kali ini.

manfaat menulis bagi siswa, manfaat menulis bagi kesehatan,  manfaat menulis menurut para ahli, fungsi menulis,  manfaat menulis bagi siswa smp, manfaat menulis bagi siswa sd, manfaat menulis bagi siswa smk, manfaat menulis untuk siswa, tujuan menulis bagi siswa, manfaat menulis bagi pelajar, manfaat menulis puisi bagi siswa, manfaat membaca dan menulis bagi siswa smk, manfaat kemahiran membaca dan menulis bagi siswa smk

1. Membantu Mengingat Pelajaran Sekolah

Kegiatan menulis memberikan manfaat bagi siswa sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dalam mengingat pelajaran yang telah disampaikan guru saat di kelas maupun dari proses belajar mandiri siswa. Kegiatan mencatat dengan menulis apa yang disampaikan guru di depan kelas bisa dilakukan dengan menuliskan poin-poin inti atau bisa langsung dibuat semacam diagram pikiran (mind map). Begitu pula dengan proses belajar mandiri siswa dengan membaca buku teks pelajaran atau dari sumber-sumber lain yang juga bisa diabadikan dengan menulis berupa catatan-catatan poin-poin penting atau juga dibuat berupa diagram pikiran (mind map) dari materi pelajaran yang telah dibaca siswa secara mandiri.

Barangkali anda juga tertarik membaca tulisan kami lainnya yang berjudul 5 Cara Meningkatkan Keterampilan Menulis Ala Penulis Tingkat Dunia

2. Membantu Guru Dalam Menilai Kemajuan Belajar Siswa

Kegiatan menulis bagi siswa juga bisa dijadikan sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui tingkat kemajuan belajar siswa. Sesi pengumpulan buku catatan yang ditulis oleh siswa dapat digunakan untuk memantau perkembangan proses belajar siswa. Ujian di sekolah juga dilaksanakan secara tertulis terutama pada soal uraian. Tulisan karangan bebas bisa digunakan untuk menilai kemajuan kemampuan siswa dalam menuangkan ide atau pikiran yang ada kepala ke dalam bentuk tertulis. Karya tulisan siswa berupa puisi juga memberikan suatu gambaran terhadap isi hati dan pikiran masing-masing siswa. Guru bisa menilai dan memprediksi seberapa jauh daya imajinatif dan perasaan seorang siswa dengan membaca karya puisi yang ditulis oleh siswa tersebut.

3. Meningkatkan Kreativitas Siswa

Kegiatan menulis karangan atau menulis puisi termasuk memberikan sarana latihan bagi kreativitas siswa. Di dalam kegiatan mengarang, siswa akan berusaha menuangkan gagasan-gagasan yang ada di dalam pikirannya atas apa yang pernah dia lihat, rasakan, dan pikirkan ke dalam bentuk teks tertulis. Semua gagasan-gagasan itu tadi dia olah sedemikian rupa diubah dan ditransformasikan menjadi suatu produk tulisan pada kegiatan mengarang atau menulis puisi. Menulis puisi termasuk kegiatan kreatif bernilai seni yang membutuhkan tingkat kreativitas tinggi. Dengan mempelajari dan melatih secara terus menerus menulis puisi maka akan mengasah daya kreativitas seni yang dimiliki oleh siswa.

Kami juga menulis artikel yang berjudul 15 Kiat Mengatasi Hambatan Menulis: Membangkitkan Semangat Menulis yang Padam

4. Melatih Percaya Diri Siswa

Kegiatan menulis bisa membangkitkan dan melatih rasa percaya diri siswa. Disadari atau tidak, masing-masing siswa memiliki kecenderungan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini termasuk rasa percaya diri pada masing-masing siswa. Ada siswa yang memiliki rasa percaya diri sejak awal, ada juga siswa yang rasa percaya dirinya masih perlu dibangkitkan dan dilatih terlebih dahulu. Salah satu cara untuk membangkitkan dan melatih rasa percaya diri siswa adalah melalui kegiatan menulis.

Tipe-tipe siswa dengan kecenderungan tertentu mungkin akan memiliki rasa malu dan kurang percaya diri ketika melakukan kegiatan tertentu misalnya menyanyi di depan kelas, membaca puisi di depan hadirin, atau kegiatan-kegiatan di depan orang banyak lainnya. Kegiatan menulis pada dasarnya adalah juga merupakan kegiatan yang tidak terlalu berbeda dengan kegiatan-kegiatan yang telah disebutkan tersebut. Bila hasil dari kegiatan menulis dipublikasikan maka secara langsung khalayak ramai atau orang banyak juga akan membaca apa yang telah ditulis. Dengan kata lain, kegiatan menulis yang dipublikasikan sejatinya adalah juga merupakan jenis kegiatan yang nantinya akan diketahui banyak orang sama seperti menyanyi, membaca puisi, dan lain sebagainya. Bahkan bisa jadi efeknya bisa lebih menjangkau khalayak ramai yang lebih luas bila distribusi tulisan tersebut meluas.

5. Meningkatkan Kemampuan Berbicara (Menyampaikan Pendapat Secara Lisan)

Menuangkan ide dengan bahasa tertulis pada akhirnya nanti juga akan ada saatnya memerlukan media penyampaian langsung dari apa yang ditulis tersebut. Misalnya pada sesi bedah karya seperti bedah buku, atau undangan pada acara tertentu sebagai pembicara karena telah menulis buku tertentu, maka secara langsung penulis dituntut untuk menyampaikan apa yang telah dia tulis menjadi bahasa lisan. Oleh karena itu, berani menulis maka juga harus berani mempertanggungjawabkan apa yang ditulis tersebut pada forum-forum tertentu secara langsung.

Dengan demikian, kegiatan menulis merupakan sarana untuk memupuk rasa percaya diri sedini mungkin sejak seseorang masih menjadi siswa. Misalnya belum berani atau masih belum bisa dan belum percaya diri menyampaikan suatu pendapat dengan menggunakan bahasa lisan, maka bisa menggunakan bahasa tertulis untuk menyampaikannya. Tentunya secara perlahan juga sambil berlatih dan meningkatkan rasa percaya diri dengan mempresentasikan atau menyampaikan apa yang ditulis tersebut dengan bahasa lisan.

6. Meningkatkan Kemampuan Membaca

Seseorang untuk bisa menulis secara baik maka dia juga harus menjadi pembaca yang baik pula. Berbagai macam ide dan pemikiran dari apa yang dia baca itu nantinya akan menjadi bahan untuk diolah di otaknya hingga nantinya akan tertuang menjadi tulisan-tulisan yang dia buat. Proses seperti ini akan menjadikan seorang penulis memiliki kemampuan membaca yang juga di atas rata-rata orang kebanyakan. Untuk menghasilkan suatu tulisan yang bermutu maka seorang penulis juga harus memperbanyak bahan-bahan bacaan yang bermutu juga.

Mungkin anda tertarik untuk membaca 7 Cara Mengatasi Kesalahan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

7. Meningkatkan Kemampuan Mendengar

Seorang penulis juga dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuannya menangkap segala macam inspirasi yang ada di sekitar dia. Salah satunya adalah kemampuan menangkap inspirasi dari proses mendengar. Penulis yang baik seharusnya juga bisa menjadi pendengar yang baik juga. Seorang siswa akan dilatih meningkatkan kemampuan keterampilan mendengar melalui proses kegiatan menulis. Misalnya salah satu bahan untuk ditulis adalah dari proses wawancara atau dari ceramah yang disampaikan oleh seorang pembicara. Untuk membuat jenis tulisan tersebut maka diperlukan kemampuan mendengar yang baik.

8. Meningkatkan Keterampilan Komunikasi

Kegiatan menulis pada dasarnya adalah juga bagian dari proses komunikasi. Kegiatan tersebut termasuk kedalam bentuk komunikasi tertulis. Berbeda dengan jenis komunikasi secara langsung secara lisan, komunikasi secara tertulis membutuhkan media untuk menampilkan tulisan. Selain itu media tulis juga memberikan kesempatan bagi para komunikatornya untuk memikirkan masak-masak dan mendalam pada apa yang akan dia tulis. Kegiatan menulis dengan demikian akan meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi terutama dalam bentuk komunikasi tertulis.

Kami juga memiliki artikel yang berjudul 7 Cara Mengatasi Kesalahan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

9. Berpikir Secara Merdeka

Kegiatan menulis merupakan suatu proses yang melibatkan aktivitas berpikir. Kegiatan berpikir ini akan susah bila pikiran dibelenggu. Oleh karena itu supaya menulis bisa lancar maka diperlukan cara berpikir yang merdeka. Latihan menulis esai atau karangan bebas akan melatih berpikir secara merdeka. Hal tersebut karena elaborasi berbagai macam aliran pemikiran akan terjadi dalam proses menulis. Meskipun memang pada akhirnya kecenderungan subyektivitas penulis akan terlihat dalam karya-karya tulis yang dihasilkannya. Bagi siswa, kegiatan menulis akan memerdekakan pikiran mereka karena mereka akan merdeka menulis apapun yang ada di benak pikiran mereka. Oleh karena itulah menulis akan memunculkan kemerdekaan berpikir bagi siswa.

10. Ekspresi Diri dan Aktualisasi Diri

Ekspresi diri dan aktualisasi diri bisa dipenuhi dengan proses menulis. Siswa akan mulai bisa mengenal bagaimana cara mengekspresikan diri dan mengaktualisasi diri melalui kegiatan menulis. Aktualisasi diri merupakan kebutuhan untuk mencukupi keberadaan diri selaras dengan kemampuan yang dimiliki dan potensi yang ada pada diri. Aktualisasi diri menempati puncak tertinggi pada piramida hierarki kebutuhan manusia yang dibuat oleh Abraham Maslow, Ph.D.

11. Melatih Keterampilan Berpikir Mandiri

Aktivitas menulis sangat membutuhkan keterampilan berpikir secara mandiri. Pada dasarnya kegiatan menulis adalah suatu kegiatan soliter pribadi individual yang dikerjakan secara mandiri dan minim intervensi orang lain. Saat proses menulis maka siswa akan berusaha menuangkan gagasan yang ada di pikirannya secara apa adanya yang tentunya tidak akan segera selesai bila siswa terlalu banyak bertanya kepada orang lain. Pada sisi inilah kegiatan menulis akan melatih keterampilan berpikir mandiri seorang siswa. Sehingga siswa akan terlatih untuk lebih berani dalam berpikir.

12. Membantu Memahami Diri

Salah satu kunci kesuksesan dalam hidup ini adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri. Setelah seseorang memahami tentang seluk beluk dirinya maka dia akan tahu langkah-langkah apa yang harus ditempuh untuk mencapai kesuksesan dalam hidup yang dilaluinya. Salah satu proses yang bisa digunakan untuk memahami diri sendiri adalah dengan menulis. Menulis merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bila dilakukan secara rutin akan meninggalkan teks-teks yang bisa dianalisis untuk membantu memahami diri sendiri.

Ada kecenderungan-kecenderungan pada diri yang bisa diketahui setelah membaca secara cermat tulisan-tulisan yang pernah dibuat. Oleh karena itulah aktivitas menulis yang diperkenalkan sejak dini pada siswa akan mampu membantu mereka dalam memahami diri mereka dan bisa digunakan sebagai proses pendukung dalam menggapai kesuksesan hidup mereka.

13. Membangkitkan Bakat Terpendam Dalam Kepenulisan

Seperti halnya bakat-bakat lainnya, bakat di bidang kepenulisan juga perlu diketahui sejak dini sejak seseorang masih menjadi siswa. Apabila sejak dini sudah teridentifikasi bakat yang dimiliki oleh seorang siswa maka pemberian pengoptimalan supaya bakat tersebut terpupuk secara baik bisa dilakukan sebaik mungkin. Salah satu bakat tersebut adalah bakat dalam hal kepenulisan. Oleh karena itu manfaat menulis bagi siswa adalah sebagai cara untuk menggali bakat yang dimiliki siswa tersebut di bidang kepenulisan.

14. Menemukan Dari Sedini Mungkin Passion di Bidang Kepenulisan

Passion adalah kondisi emosi rasa antusias atau ketertarikan terhadap sesuatu secara sangat kuat. Passion yang kuat di bidang sesuatu akan memberikan hasil yang bagus meskipun seseorang tidak memiliki bakat yang kuat di bidang tersebut. Seseorang dengan passion yang begitu kuat akan mencari segala macam cara (tentunya cara yang legal dan halal) untuk memenuhi passion-nya tersebut. Begitu pula apabila passion seseorang tersebut adalah di bidang kepenulisan, maka orang tersebut akan mencurahkan segala macam daya dan upayanya untuk bisa menulis sebaik mungkin.

Orang tersebut akan mengulang-ulang dan terus-menerus tanpa kenal lelah mencoba memperbanyak tulisan apapun yang terjadi hingga akhirnya tulisannya cukup optimal. Sehingga meskipun orang tersebut pada awalnya tidak berbakat sama sekali di bidang kepenulisan, namun kerena kemauan belajar menulisnya begitu kuat dan berkobar-kobar maka dia akan terus berlatih hingga akhirnya dia menguasai keterampilan menulis seoptimal mungkin. Oleh karena itulah kegiatan menulis sangat bermanfaat bagi siswa dalam menemukan sedini mungkin passion yang ada di dalam dirinya di bidang kepenulisan.

15. Sebagai Terapi Dan Penguat Dalam Menghadapi Lika-liku dan Terpaan Badai Kehidupan

Kegiatan menulis bisa digunakan sebagai terapi untuk membantu penyembuhan gangguan tertentu pada jiwa dan raga manusia. Jiwa dan raga manusia memiliki keterkaitan yang sangat erat. Bila jiwa manusia terganggu maka raga manusia juga akan ikut terganggu, begitupun sebaliknya, yaitu jika raga manusia terganggu maka jiwa manusia juga akan terganggu. Oleh karena itulah diperlukan berbagai macam upaya untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga manusia.

Kegiatan menulis bisa dijadikan upaya dalam menjaga jiwa dan raga manusia. Bukan hanya menjaga, karena bahkan menulis bisa dijadikan untuk menyembuhkan melalui media terapi dengan menulis. Oleh karena itulah kegiatan menulis meskipun hanya menulis buku harian (diary) maka itu sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental jiwa seseorang. Ada orang yang hanya dengan menulis maka dia merasa tenang dan nyaman. Hal ini karena menulis dijadikan pelampiasan segala macam beban yang ada pada dirinya. Bila kegiatan menulis sudah diketahui dan dipraktikkan siswa sejak di bangku sekolah maka hal ini akan memberikan semacam pengalaman bagi dia untuk mengetahui bahwa menulis bisa digunakan untuk menenangkan jiwa saat badai kehidupan menerpa biduk kapal yang dia kemudikan.

Demikian tadi telah diulas oleh idehidup.com secara panjang lebar mengenai seluk-beluk manfaat menulis bagi siswa. Kegiatan menulis begitu penting sekali bagi siswa. Dengan adanya pendekatan-pendekatan pemupukan bibit-bibit calon penulis sejak dari tingkat siswa maka kedepannya diharapkan akan melahirkan penulis-penulis yang produktif menghasilkan karya-karya tulis masterpiece yang mampu mencerahkan jagat literasi. Tentunya usaha ini memerlukan pelibatan semua pihak secara sinergis menciptakan kondisi yang kondusif dalam proses kepenulisan.

Semoga tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua dan bisa menginspirasi untuk lebih produktif lagi dalam kegiatan tulis-menulis. Hal ini karena semangat menulis perlu terus dikobarkan di segala lini kehidupan. Apalagi terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah yang merupakan fase wajib belajar bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itulah hendaknya siswa-siswa terus didorong supaya aktif menulis dan berkarya untuk meningkatkan kesadaran dalam bingkai literasi. Ini semua adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan masyarakat Indonesia melalui jalan literasi.