20 Cara Bekerja dengan Baik

Cara bekerja dengan baik pasti selalu dicari-cari dan difikirkan oleh seseorang yang mempunyai keinginan untuk maju dan terus berkembang ke arah yang lebih baik. Hal ini karena seseorang yang berkarakter kuat sudah barang tentu akan berusaha untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dia lakukan dengan penuh tanggungjawab penuh integritas dan dikerjakan sepenuh jiwa. Baginya, bekerja dengan baik adalah salah satu bentuk kehormatan bagi dirinya. Artikel idehidup.com kali ini akan mengulas berbagai macam tips bekerja dengan baik, selamat menikmati.

1. Memahami Atasan/Bos Secara Mendalam

Sebagai pekerja tentunya anda akan memiliki atasan baik itu bos maupun kepala proyek. Dengan memahami bos atau atasan anda secara mendalam maka anda bisa lebih optimal lagi dalam memahami segala perintah maupun keinginan mengenai seluk beluk pekerjaan yang ditugaskan pada anda. Bila seperti itu maka tidak akan terjadi kesalah pahaman dalam berkomunikasi yang menyebabkan tugas-tugas pekerjaan anda menjadi tidak terselesaikan secara optimal.

Memahami atasan atau bos ini jangan diartikan kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal yang kontraproduktif terhadap pekerjaan anda. Misal anda memanfaatkan kelemahan-kelemahan atasan atau bos anda untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan. Hal-hal negatif seperti ini justru akan membuat anda menjadi pribadi yang tidak berintregitas dan bukan termasuk cara bekerja dengan baik dan benar.

2. Proaktif Terhadap Pekerjaan

Sikap proaktif ini yaitu lebih aktif dalam bekerja. Menjadi proaktif berarti lebih mengurangi kepasifan dan menjadi lebih bersemangat lagi dalam bekerja. Sikap proaktif ini menunjukkan antusias yang sangat tinggi dalam mengerjakan suatu tugas. Hal ini bisa diartikan bahwa tentunya tidak hanya menunggu apa yang harus dikerjakan namun lebih ke arah menjadi aktif dalam “menjemput bola”.

Sikap proaktif ini bisa ditunjukkan dengan memberikan nilai lebih dalam setiap pekerjaan anda serta menyiapkan segala macam hal-hal pendukung dalam terselesaiakannya pekerjaan anda seoptimal mungkin. Salah satu contohnya adalah ketika anda menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.

cara bekerja dengan baik, cara bekerja dengan baik dan benar, tips bekerja dengan baik, cara bekerja yang baik

3. Membayangkan Kesuksesan

Membayangkan kesuksesan ini dihubungkan dengan untuk meningkatkan motivasi anda dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Membayangkan kesuksesan berhubungan dengan keoptimisan anda dalam proses pengerjaan tugas-tugas pekerjaan anda. Banyak sekali pelatihan-pelatihan motivasi yang menggunakan teknik membayangkan kesuksesan yang akan didapat setelah selesai mengerjakan suatu pekerjaan.

Biasanya teknik membayangkan kesuksesan ini menjadi paket dalam pelatihan afirmasi kesuksesan dan juga merupakan salah satu tips bekerja dengan baik. Oleh karena itu maka terus bayangkanlah kesuksesan yang akan anda dapatkan selama proses mengerjakan tugas pekerjaan anda. Dengan membayangkan kesuksesan yang akan didapatkan maka anda akan terus bersemangat dalam mengerjakan tugas-tugas anda.

4. Meningkatkan Kemampuan Keterampilan Terhadap Bidang Pekerjaan dengan Terus Belajar dan Mengembangkan Diri

Ungkapan bahwa belajar adalah dari lahir sampai akhir hayat juga masih berlaku dalam proses untuk meningkatkan kualitas cara bekerja dengan baik. Karena segala macam bidang pekerjaan tentunya akan selalu bergerak dinamis dan terus berkembang. Dinamis ini berarti segala seluk beluk bidang pekerjaan akan terus berubah. Nah untuk merespon perubahan ini maka diperlukan untuk terus belajar dan mengoptimalkan ketrampilan pada bidang pekerjaan anda.

Belajar di sini tentunya tidak harus melanjutkan belajar secara formal. Anda pun bisa terus belajar dari pengalaman-pengalaman selama anda bekerja dan mencari cara terbaik dalam menyelesaikan tugas-tugas anda. Hasil-hasil “penemuan” dari proses “belajar” anda sendiri ini tentunya akan sangat berguna bagi optimalisasi hasil dari pekerjaan anda.

Anda juga bisa belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain baik itu melalui membaca buku karya mereka atau dengan menghadiri seminar-seminar yang mereka adakan. Dan bila memang ada kesempatan dan peluang untuk melanjutkan proses belajar secara formal, misal anda mendapatkan tugas belajar dari perusahaan, atau dari lembaga anda, atau anda mendapatkan beasiswa, maka jangan ragu untuk meraih peluang ini untuk lebih meningkatkan kualitas diri anda.

5. Menyiapkan Ide Gagasan atau Solusi Sebelum Rapat Dimulai

Sangat perlu bagi anda untuk menyiapkan segala macam ide atau gagasan sebelum rapat dimulai. Sehingga saat berjalannya rapat anda sudah mempunyai bahan untuk disampaikan dalam forum rapat. Karena bila anda tidak menyiapkan ide gagasan atau solusi maka anda hanya akan duduk diam dan tidak bisa fokus ketika forum rapat berlangsung.

Ketika masing-masing peserta rapat sudah membawa ide gagasan atau solusi maka forum rapat akan lebih berjalan secara efektif dan efisien serta tinggal memilih mempertimbangkan dari berbagai macam usulan dari para peserta rapat. Hingga akhirnya didapatkan hasil rapat yang merupakan keputusan terbaik.

6. Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi

Komunikasi merupakan salah satu kunci sukses untuk bekerja secara tim. Dalam bekerja tentunya anda akan saling berinteraksi dengan atasan/bos, manager, rekan sejawat, pelanggan, atau lainnya. Nah dengan ketrampilan berkomunikasi yang baik maka anda akan lebih bisa bekerja dengan baik. Komunikasi yang baik tentunya akan menghindarkan anda dari terjadinya salah faham antar anggota tim yang bisa saja mengarah ke konflik dan menjadi kontraproduktif terhadap target tujuan-tujuan pencapaian tim.

7. Bekerja Keras dan Bekerja Cerdas

Bekerja keras dan bekerja cerdas ini memang menjadi suatu pilihan. Bekerja secara cerdas merupakan penyempurnaan dari bekerja keras. Bekerja keras yang disertai dengan perencanaan awal dan evaluasi akhir akan mengarah menjadi bekerja cerdas. Karena memang pada dasarnya manusia itu selalu menginginkan sesuatu menjadi lebih baik bila manusia tersebut mau berfikir.

Bekerjalah secara cerdas, bila tidak bisa maka bekerja keraslah. Jangan pernah berhenti untuk terus bekerja. Namun tetap semuanya ada pada diri anda untuk menentukannya, analisislah diri anda untuk mengembangkan diri dari bekerja keras menjadi bekerja cerdas secara berangsur-angsur. Bekerja keras dan bekerja cerdas merupakan bagian dari cara bekerja yang baik.

8. Jangan Memforsir Diri

Tentu saja tubuh manusia mempunyai keterbatasan secara fisiologis. Keterbatasan ini tidak bisa dipungkiri karena sudah menjadi suatu kenyataan yang semua orang tahu. Oleh karena itu jangan memforsir diri dalam bekerja karena tubuh anda mempunyai keterbatasan. Apalah arti uang atau pencapaian-pencapaian yang anda dapatkan dari bekerja bila pada akhirnya tubuh anda mengalami gangguan kesehatan.

Yaitu gangguan-gangguan kesehatan yang disebabkan oleh proses memaksakan diri untuk terus bekerja tanpa memperhatikan batas kemampuan tubuh anda. Beristirahatlah yang cukup serta makanlah makanan sehat yang penuh gizi dan nutrisi.

9. Mengetahui Permasalahan dengan Melihat Pekerjaan Secara Lebih Luas

Bisa jadi memang anda mengerjakan suatu bagian kecil dari suatu proyek besar yang sedang dikerjakan di tempat anda bekerja. Apabila anda hanya mengetahui serta memahami secara parsial/sebagian yaitu hanya pada bagian yang memang sedang ditugaskan kepada anda saja maka hal tersebut terkadang membuat anda kurang bersemangat. Oleh karena itulah, cobalah memahami secara menyeluruh proyek besar yang sedang dikerjakan di tempat anda bekerja. Karena ini merupakan juga salah satu dari tips bekerja dengan baik.

Dengan demikian anda akan mendapatkan tambahan suntikan semangat karena merasa bangga dan merasa bertanggungjawab terhadap suksesnya proyek besar yang sedang dikerjakan secara bersama-sama dalam tim besar tersebut. Meskipun anda hanya telibat hanya pada sebagian kecil dari keseluruhan proyek tersebut namun jika bagian tugas yang diamanatkan ke anda tidak terselesaikan secara baik maka akan mempengaruhi kegagalan dalam proyek besar itu. Oleh karena itulah sadarilah bahwa dalam kerja tim maka semua anggota mulai dari karyawan biasa, manager, direktur, dewan komisaris dan lainnya mempunyai peran yang saling melengkapi dalam proses mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

10. Bertanya Secara Tepat (Belajar Bagaimana Cara Bertanya)

Bertanya secara baik dan benar serta tepat merupakan bagian dari proses berkomunikasi dalam lingkungan kerja. Bertanya secara efektif dan efisien juga perlu diterapkan. Sebelum bertanya maka cobalah untuk mencari jawaban terlebih dahulu dari pertanyaan tersebut sehingga anda akan lebih memahami secara mendalam terhadap pertanyaan anda ketika yang anda tanyai menjawabnya.

Namun juga perlu dihindari bertanya hanya untuk menguji saja atau bertanya yang menyebabkan orang yang anda tanyai menjadi tersinggung oleh pertanyaan anda. Oleha karena itu anda harus mengetahui jenis-jenis pertanyaan, waktu yang tepat untuk bertanya, situasi yang tepat untuk bertanya, dan hal-hal kecil lainnya. Kesalahan dalam bertanya bisa menyebabkan batu sandungan bagi kesuksesan dalam proses cara bekerja dengan baik.

11. Berkomitmen Terhadap Tugas Kerja

Komitmen untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan sebaik mungkin merupakan salah satu bentuk cara bekerja yang baik. Berkomitmen untuk menghasilkan tugas sebaik-baiknya adalah salah satu bentuk perwujudan dari kehormatan diri. Hasil kerja yang baik dan optimal akan memberikan kepuasan tersendiri bagi jiwa diri pekerja. Hasil akhir dari suatu pekerjaan akan memberikan kebanggaan bagi pekerja.

Oleh karena itulah diperlukan suatu komitmen yang tinggi dalam mengerjakan tugas kerja sebaik-baiknya. Karena komitmen merupakan perjanjian dengan diri sendiri maupun dengan pemberu tugas pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tersebut sebaik-baiknya dan sesempurna mungkin.

12. Mengakui Kesalahan

Mengakui kesalahan merupakan salah satu bentuk sifat ksatria. Dengan mengakui kesalahan maka akan membentuk integritas pada diri seseorang dan akan lebih berhati-hati dalam bertindak selanjutnya. Mengakui kesalahan adalah salah satu bentuk tonggak peringatan yang akan selalu diingat oleh orang tersebut. Karena tentunya seseorang yang mempunyai integritas akan berusaha untuk tidak jatuh dalam lubang yang sama yaitu pada kesalahan yang sama.

Mengulang kesalahan yang sama adalah salah satu hal yang memalukan. Mengakui kesalahan adalah juga merupakan bagian dari tips bekerja dengan baik yang tidak bisa dipisahkan dengan komponen pendukung lainnya. Akuilah kesalahan yang telah dibuat dan jangan diulangi lagi selama-lamanya.

13. Menjadikan Sederhana (say it simple)

Dalam bekerja cobalah menyederhanakan suatu permasalahan yang rumit menjadi sederhana karena merupakan bagian dari cara bekerja dengan baik. Menyederhanakan permasalahan ini bukan berarti menganggap enteng atau menggampangkan permasalahan. Menjadikan sederhana adalah dengan memecah suatu permasalahan yang besar menjadi permasalahan-permasalahan yang lebih kecil.

Dengan dimikian maka permasalahan yang terlihat rumit akan teruraikan menjadi lebih mudah untuk dipahami dan pada akhirnya akan mudah untuk dicarikan solusi. Dengan terselesaikan satu persatu bagian-bagian kecil dari suatu permasalahan yang besar maka permasalahan yang besar itu tadi dengan sendirinya akan teserselesaikan. Karena permasalahan besar tersebut tersusun dari permasalahan-permasalahan yang lebih kecil.

Menjadikan sederhana (keep it simple) juga penting dalam proses penyampaian informasi ide gagasan kepada anggota tim lainnya. Menyampaikan dengan sederhana juga berlaku ketika anda mempresentasikan rencana kerja atau laporan hasil kerja di depan seluruh anggota tim. Dengan tetap menjaga supaya yang disampaikan ketika presentasi tetap sederhana maka informasi yang anda sampaikan akan mudah dipahami oleh anggota tim lainnya. Dan akhirnya rapat atau pertemuan akan lebih bisa berjalan secara efektif dan efisien dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman antar anggota tim.

14. Tersenyum (Apapun yang Terjadi Tersenyumlah)

Apapun yang terjadi maka tetap tersenyumlah. Seberapa pelik, berat, serta rumitnya pekerjaan yang anda hadapi maka tersenyumlah. Hadapi semua tantangan pekerjaan dengan senyuman. Dengan tersenyum maka anda akan memposisikan diri anda pada sisi kesadaran diri terhadap permasalahan yang sedang terjadi di depan anda. Kesadaran diri ini berarti kita tidak larut pada permasalahan dari sisi emosional. Kesadaran diri ini akan tetap membuat anda bisa berfikir jernih.

Dan berfikir jernih inilah yang merupakan modal dasar untuk menjawab tantangan permasalahan yanga ada. Dengan berfikir jernih maka proses analisis permasalahan dan pencarian solusi terhadap permasalahan tersebut akan lebih terlaksana secara lebih optimal. Pada akhirnya jika demikian maka suatu permasalahan akan bisa diselesaikan secara lebih baik. Maka tersenyumlah, karena tersenyum adalah juga salah satu bentuk cara bekerja dengan baik.

15. Menerima Perubahan

Perubahan adalah suatu proses yang terus berlangsung. Siapapun orangnya tidak akan bisa terlepas dari cengkraman perubahan. Bila perubahan itu adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari, maka anda hanya bisa mengubah cara pandang anda terhadap perubahan tersebut. Cara pandang terhadap perubahan ini pada akhirnya akan memberikan warna pada sikap anda terhadap perubahan tersebut.

Dengan demikian maka perubahan selayaknya anda pandang sebagai suatu hal yang perlu masuk dalam daftar pertimbangan ketika anda menyusun suatu rencana kerja, menyusun visi dan misi, ataupun ketika menyusun rencana masa depan. Perubahan itu tidak perlu ditakuti dan dihindari, tetapi dihadapi dan dicarikan solusi.

16. Belajar Mendengarkan

Mendengarkan adalah suatu kegiatan yang jarang orang mau melakukannya. Kecendrungan orang secara umum adalah ingin didengarkan dan malas ketika harus mendengarkan. Namun bagi anda yang sedang mencari cara bekerja dengan baik maka anda perlu mempertimbangkan untuk merenungkan ulang apakah anda merupakan pendengar yang baik atau bukan.

Hal ini bukan berarti anda harus hanya menjadi pengedengar saja, tetapi bagaimana cara anda menempatkan kapan anda harus menjadi pendengar yang baik dan kapan saatnya anda harus didengarkan. Proses menjaga keseimbangan antara dua hal ini lah yang dirasakan agak berat namun bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, karena pendegar yang baik biasanya juga adalah pemberi solusi yang handal.

17. Fokus dengan Mengerjakan Satu Pekerjaan dalam Satu Waktu

Pada umumnya orang hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu. Fokus mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu ini akan memberikan kemampuan optimal dalam mengerjakan pekerjaan tersebut sebaik dan sesempurna mungkin. Dengan demikian maka diperlukan urutan prioritas pekerjaan mana dulu yang harus dikerjakan. Jika satu demi satu pekerjaan-pekerjaan tersebut dikerjakan maka seluruh pekerjaan pada akhirnya akan terselesaikan.

Memang ada dua pendapat mengenai apakah harus mengerjakan satu pekerjaan dalam satu waktu atau beberapa pekerjaan sekaligus (multitasking). Saran penulis adalah anda harus mengetahui kemampuan anda sendiri, apakah anda mampu melakukan multitasking atau anda hanya mampu melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Perhatikan kualitas hasil kerja anda ketika melakukan multitasking dan ketika anda melukan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Apabila kualitas kerja anda tetap optimal ketika anda melakukan multitasking maka anda tetap bisa melakukannya, namun apabila dengan melakukan multitasking justru menurunkan performa kualitas kerja anda maka anda harus kembali melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu. Dengan memahami dari dua hal ini yang cocok dengan anda maka anda akan menemukan satu lagi tips bekerja dengan baik.

18. Memilah yang Berguna dan yang Tidak Berguna

Membedakan antara yang berguna dan yang tidak berguna berhubungan dengan skala prioritas penggunaan tenaga dan waktu yang harus anda berikan untuknya serta berhubungan dengan pengganggu konsentrasi (distraction). Anda harus bisa memilih dan memilah kegiatan mana saja yang mendukung optimalisasi kerja atau yang hanya membuang-buang waktu dan pengganggu produktivitas.

Utamakanlah atau beri prioritas utama pada kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak pada optimalnya kerja anda. Hindarilah kegiatan-kegiatan yang hanya memberikan gangguan (distraction) pada kinerja anda. Gunakanlah energi otak anda hanya untuk memikirkan hal-hal yang sangat penting saja dan hindarkanlah dari memikirkan hal-hal yang kurang penting.

19. Menghilangkan Pengganggu Konsenstrasi (Berantakan, Kekusutan)

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, menghilangkan pengganggu konsentrasi yang berupa keberantakan atau kekusutan adalah juga salah satu bagian dari cara bekerja dengan baik. Meja kerja yang berantakan, alat-alat kerja yang tercecer dimana-mana, meja kerja yang penuh debu, semua ini akan berakibat hilangnya semangat kerja anda.

Belum juga memulai kerja anda sudah dipusingkan dengan berantakannya meja kerja anda. Oleh karena itu cobalah untuk merapikan meja kerja anda. Hilangkanlah barang-barang yang tidak perlu dari depan anda. Taruhlah barang-barang yang benar-benar berguna bagi produktivitas anda atau menghilangkan sama sekali barang-barang hingga tinggal laptop atau hanya buku kerja di hadapan anda.

20. Mencari Mentor

Mencari mentor di sini bisa berarti mentor real time atau bisa berupa mentor secara tidak langsung dengan mempelajari riwayat hidup orang-orang sukses. Mencari mentor bagi anda berarti anda mencari seorang figur yang anda percaya mampu membimbing anda atau minimal sebagai kawan untuk berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan optimalisasi kerja. Sekadar mengobrol dengan mentraktir figur-figur inspiratif dengan segelas kopi atau makan siang di kedai langganan tentunya akan bisa memberikan dampak positif bagi produktivitas kerja anda.

Obrolan yang mengalir mengenai saling berbagi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kiat-kiat cara bekerja dengan baik atau cerita motivasi kerja bersama mereka akan memberikan suntikan semangat kerja bagi diri anda. Perbanyaklah pergaulan dengan orang-orang yang penuh inspirasi ini sehingga anda akan terangsang juga untuk berbuat yang luar biasa terhadap pekerjaan anda.