28 Obat Stres Tertekan dan Depresi

Berikut ini adalah 28 obat stres versi idehidup.com untuk penghilang stres tertekan dan depresi yang melanda anda. Semoga dari ke dua puluh delapan pendekatan manajemen stres ini ada yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang menyerang anda selama ini.

1. Kenali hal-hal penyebab stres dan lakukan sesuatu untuk mengatasinya

Tentu saja ketika kita akan mengatasi suatu permasalahan, maka kita harus mengenali terlebih dahulu seluk-beluk hal-hal mengenai permasalahan tersebut. Stres, tekanan, dan depresi pastilah ada penyebabnya, dan apabila kita bisa menghindari atau minimal mengurangi kemungkinan terkenanya kita dari penyebab-penyebabnya maka bisa dipastikan kita bisa mengendalikan tingkat stres tekanan dan depresi.

Mungkin jika kita segera menyelesaikan suatu tugas jauh-jauh hari sebelum deadline, maka kita bisa terbebas dari stres tekanan dan depresi yang disebabkan oleh deadline yang sudah di depan mata. Apabila kita tau bahwa apa yang kita ucapkan dari bibir kita mampu membuat orang lain menjadi marah terhadap kita yang akhirnya membuat kita menjadi stres tertekan dan depresi, maka kita bisa mengendalikan kalimat-kalimat yang keluar dari bibir kita.

Apabila ketidak punyaan uang dan jika tiba-tiba dalam kondisi tersebut ada keperluan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan ini berbotensi membuat kita jadi stres, maka sudah pastinya kita harus memiliki dana cadangan yang hanya kita gunakan ketika kondisi benar-benar mendesak dan emergensi.

obat stres, penghilang stres, manajemen stres, penyebab stres2. Bicarakan keadaan atau kesulitan (penyebab stres) yang sedang kita hadapi pada orang lain yang kita percaya

Cobalah membicaraka permasalahan penyebab stres tertekan dan depresi dengan orang lain. Dengan mencurahkan dan menceritakan apa yang menjadi beban selama ini kepada orang lain maka akan bisa mengurangi beban pikiran penyebab stres tertekan dan depresi. Tentunyalah kita tidak sembarangan menceritakan masalah kita kepada orang, pilih dan pastikan rahasia kita aman bersama orang tersebut.

Karena bisa jadi anda akan mendapatkan tambahan stres tertekan dan depresi baru apabila permasalahan anda menyebar ke semua orang akibat anda salah memilih orang untuk berbagi karena orang tersebut menceritakannya kepada orang lain lagi dan akhirnya menyebar ke banyak orang. Cara lain apabila anda keberatan untuk berbagi cerita permasalahan anda dengan orang lain adalah dengan menuliskannya.

Mungkin bisa anda coba untuk memiliki jurnal pribadi, diary, atau buku khusus lainnya untuk menuliskan keluh kesah anda terhadap permasalahan yang anda hadapi. Dengan menuliskannya, maka bisa jadi hampir sama dengan ketika anda menceritakan permasalahan anda kepada orang lain, sehingga membuat anda bisa lebih tenang.

3. Selalu berfikir positif dan mengubah sudut pandang (perspektif) untuk menghindari stres

Suatu permasalahan apabila terus-terusan kita pikirkan hanya dalam satu sudut pandang saja, maka bisa membuat kita pusing dan terasa berat. Maka perlu dicoba untuk memikirkannya dengan cara atau sisi yang berbeda atau istilah lainnya adalah berfikir di luar kotak (out of the box). Dengan memikirkan suatu permasalahan dengan sudut pandang yang lain, maka kita bisa lebih memperkaya pemahaman kita terhadap suatu permasalahan. Dan apabila kita mempunyai banyak pemahaman terhadap suatu permasalahan maka kemungkinan kita untuk menyelesaikan/mengatasi permasalahan tersebut akan semakin tinggi.

Dari sekian banyak sisi sudut pandang terhadap suatu permasalahan tersebut, maka kita bisa lebih memilih untuk memandang dari sisi positif. Mengapa harus sisi positif, karena sisi positif selain lebih bisa menenangkan pikiran juga mampu untuk menjadikan lebih arif dalam memandang dan menyelesaikan suatu permasalahan dan lebih bisa untuk terapi stres tekanan dan depresi.

4. Lakukanlah kegiatan-kegiatan kecil yang bersifat menghibur diri kita untuk hilangkan stres

Hal ini biasanya berfungsi saat kita mengalami tekanan ketika kita wawancara kerja, ujian lisan, atau ketika kita harus berbicara di depan banyak orang (pidato, ceramah, memberikan kata sambutan). Hal ini bisa dicoba oleh kita-kita yang masih baru pertama kali atau jarang berbicara di depan banyak orang. Namun, seiring berjalannya waktu dengan bertambahnya pengalaman dan mental kita berbicara di depan banyak orang maka sedikit demi sedikit anda harus mengurangi kebiasaan melakukan tips penghilang stres yang hanya untuk sementara ini. Karena bisa jadi anda dianggap tidak serius dan bisa mengurangi wibawa anda ketika berbicara.

5. Perbanyak minum air putih untuk menangani stres

Air putih membantu menghindari dehidrasi dan dapat meningkatkan kemampuan otak untuk mengatasi stres yang sedang kita alami. Ketika kita mengalami stres tekanan dan depresi, maka cobalah untuk mengkonsumsi air putih. Air putih akan bisa menenangkan pikiran anda dan juga membantu tubuh anda untuk supaya tidak kekurangan cairan ketika anda mengalami tertekan. Akan terdapat sensasi segar yang menenangkan saat anda meminum air putih ketika pikiran anda tertekan. Dengan meminum air putih maka bisa sedikit mengurangi rasa tertekan anda dan andapun akan siap menyusun kembali langkah-langkah yang akan anda ambil untuk mengatasi masalah yang anda hadapi.

6. Lebih mendekatkan diri kita kepada-Nya

Tidak bisa dipungkiri lagi, kekuatan spritual mampu menenangkan pikiran kita. Mengapa hal ini bisa terjadi? hal ini karena kekuatan spritual akan memberikan suatu rasa batiniah yang cenderung membuat pikiran menjadi tenang. Cobalah mendekat kepada-Nya ketika anda tertekan, namun hal ini bukan berarti ketika dikala senang anda melupakan-Nya. Justru di sinilah kita diuji untuk selalu mendekat kepada-Nya baik dikala susah/tertekan mauapun di kala gembira dan dipenuhi perasaan senang.

Oleh karena itu jangan sampai kita hanya saat muncul gejala stres dan tertekan saja kita ingat pada-Nya dan saat kita senang gembira kita lupa akan keberadaan-Nya dan lupa berterima kasih atas segala pemberian-Nya. Apabila kita baik dikala susah maupun senang selalu mendekatkan diri kepada-Nya, maka sebetulnya kita akan lebih mampu menyadari pola-pola yang terjadi ketika kita susah atau senang, sehingga kita akan lebih mampu untuk menguasai diri.

7. Belajar untuk berkata tidak

Ketegasan untuk “berkata tidak” diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kondisi stres tertekan dan depresi. Untuk hal ini maka diperlukan sikap tegas dalam pelaksanaannya sebelum anda mengalami gangguan fisik dan kejiwaan akibat stres. Contoh dari hal ini adalah apabila kita dimintai bantuan teman kantor lainnya untuk membantu menyelesaikan tugasnya sedangkan tugas kita sendiri belum elesai dan memerlukan perhatian yang banyak. Maka sudah seyogyanyalah kita berkata tidak untuk tugas tambahan tersebut.

Jangan sampai karena kita tidak enak dengan teman tersebut bila menolak permintaan bantuannya kita malah jadi stres tertekan dan depresi akibat tugas yang semakin banyak dan deadline yang sudah di depan mata. Hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu penolakan ini sebisa mungkin disampaikan secara baik-baik dan jangan sampai menyinggung perasaan teman kita tersebut tadi. Karena jika kita kliru cara penyampaian penolakan kita maka malah bisa manjadi sumber stres tertekan dan depresi akibat marahnya teman kita itu tadi dan hubungan kita dengan dia menjadi memburuk.

8. Jangan kedepankan emosi

Dalam menyikapi suatu permasalahan maka perlu dikembangkan sikap tenang dan terkontrol. Emosi sebisa mungkin ditekan sampai titik nol. Emosi hanya akan membuat kita sulit untuk berfikir menemukan solusi-solusi untuk permasalahan yang terjadi. Memang terkadang di awal-awal emosi yang sedang melanda maka rasa stres tertekan dan depresi akan tidak terasa. Namun kita perlu berhati-hati dengan efek diakhir dari emosi tersebut yang bisa memunculkan ciri-ciri stres. Kita akan kembali merasa stres tertekan dan depresi lagi.

9. Berilah waktu untuk anda sendiri

Memberi kesempatan diri kita sendiri untuk melakukan apapun yang kita senangi dan dan inginkan bisa menjadi salah satu alternatif dalam menghindari stres tertekan dan depresi. Setelah kita banyak melayani permintaan-permintaan yang berkaitan dengan urusan kerja ataupun interaksi dengan orang lain, maka kita perlu menyempatkan waktu untuk diri kita sendiri. Penyempatan waktu ini akan membuat kita mengurangi ketegangan dan bahkan bisa menjadi memunculkan inspirasi untuk melahirkan ide-ide baru dalam menyelesaikan pekerjaan kita. Dengan begitu, maka kita bisa menemukan kembali siapa kita, apa yang kita sukai, serta rasa kebahagiaan dan bangga menjadi diri kita sendiri.

10. Bergaul dengan orang-orang yang bersifat positif

Berkumpul, mengamati dan berinteraksi dengan orang-orang yang bersikap positif langsung maupun tidak langsung akan menimbulkan kesegaran pada pikiran kita. Hal ini karena diri (otak dan hati) kita terbiasakan dan terangsang untuk mengarah ke arah yang positif juga. Orang yang berkebribadian positif ini akan menginduksi (membangkitkan) semangat anda untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Orang yang berkepribadian negatif akan membawa anda ke arah ketidak bersemangatan untuk maju dan malas untuk memperbaiki diri untuk mengarah ke arah yang lebih baik. Orang yang berkecendrungan negatif bisa jadi malah memunculkan tanda-tanda stres tertekan dan depresi akibat komentar-komentarnya terhadap anda.

Tetaplah berbuat baik dengan orang yang negatif. Karena pada dasarnya kita harus berbuat baik dengan semua orang yang negatif maupun positif dan yang baik terhadap kita maupun yang jahat terhadap kita. Namun ingat dan sadarlah untuk jangan terlalu lama dan terbuai dengan komentar-komentar yang melemahkan semangat anda dari orang-orang yang berkecendrungan negatif tersebut karena merupakan sumber stres.

Orang yang berkecendrungan positifpun juga akan berkomentar terhadap anda, namun komentar atau kritikannya tersebut adalah lebih kearah membangun dan mengarahkan anda ke arah yang lebih baik. Dengan demikian maka bisa disimpulkan berhati-hatilah dalam memilih teman bergaul, dan carilah yang membuat anda selalu bersemangat untuk mencapai cita-cita anda.

11. Mendengarkan musik

Musik adalah bahasa perasaan. Musik adalah hasil dari olah rasa sang penggubahnya. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila kemudian musik bisa dipakai sebagai sarana untuk memanipulasi perasaan itu sendiri. Pernahkah anda merasa bahwa ketika anda mendengarkan musik-musik tertentu akan membuat anda merasakan sensasi tertentu pula? Di sinilah letak trik untuk manipulasi itu tadi. Anda perlu membuat suatu daftar musik-musik yang mampu membuat anda menjadi bersemangat dan penuh inspirasi. Siapkan daftar lagu tersebut di daftar putar (playlist) alat pemutar musik anda.

Apabila anda merasa tidak bersemangat dalam bekerja yang salah satunya bisa diakibatkan oleh stres tekanan dan depresi, maka bisa anda coba untuk mendengarkan lagu-lagu yang memang sudah anda persiapkan untuk menghadapinya sebagai tips hilangkan stres. Mendengarkan musik juga bisa dijadikan untuk mendapatkan inspirasi dan ide dalam karya-karya kreatif anda, buatlah daftar putar (playlist) dari lagu-lagu yang anda rasa bisa untuk mendongkrak keluarnya inspirasi dan ide-ide kreatif anda. Musik-musik inipun bersifat pribadi dan antara satu orang dengan yang lainnya bisa jadi berbeda efeknya, selamat berburu untuk menemukan musik-musik tersebut.

12. Cukup istirahat dan tidur

Sudah barang tentu faktor lain yang mempengaruhi dan menjadi sumber stres tertekan dan depresi yang anda alami adalah dari faktor cukupnya istirahat anda. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena kondisi kebugaran setiap orang akan mempengaruhi kinerja berfikirnya. Apabila anda merasa stres tertekan dan depresi maka telitilah diri anda sendiri beberapa hari ke balakang.

Pastikan apakah anda sudah cukup istirahatnya ataukah anda terus-terusan bekerja tanpa henti. Apabila anda kekurangan istirahat maka anda akan merasa lemas dan susah untuk berkonsentrasi. Kurangnya tidur pada diri anda akan menyebabkan tekanan darah anda berkurang sehingga anda akan merasa lemas. Rasa kantuk yang timbul akan menyebabkan anda tidak bisa berfikir secara cemerlang dan susah untuk mengeluarkan ide-ide segar baru.

13. Tertawa

Tertawa lepas akan dapat mengurangi ketegangan yang anda alami. Tertawa bisa menghibur dan membawa perasaan rileks pada tubuh. Fikiran yang sebelumnya berat maka dengan adanya tertawa maka akan bisa menjadi lebih ringan. Apabila anda mulai merasakan terdapat tanda-tanda stres tertekan dan depresi maka cobalah untuk mencari hal-hal yang sekiranya memancing anda untuk tertawa.

Anda bisa menonton acara komedi di televisi maupun secara online di situs-situs penyedia layanan video online (youtube, vimeo, dll), membaca buku-buku humor, mengunjungi pagelaran pementasan drama komedi, mengunjungi kafe-kafe yang terdapat acara stand up comedy, ataupun hanya bersendagurau dengan teman-teman dengan topik-topik yang mampu membuat anda tertawa.

14. Bicara dengan teman atau orang yang kita sayangi

Manusia merupakan makhluk sosial yang mempunyai hati nurani. Mereka punya kecendrungan untuk mencurahkan perasaan mereka dengan orang-orang yang mereka sayangi. Disadari atau tidak maka kebutuhan untuk menyayangi ini akan terus terekspresikan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kecendrungan untuk menyayangi ini apabila terpenuhi dengan baik akan membawa emosi manusia lebih stabil.

Terbukti dengan kondisi psikologis anggota keluarga yang harmonis dan tidak harmonis akan berbeda. Kondisi keluarga yang harmonis akan lebih menenangkan hati dan pikiran anggotanya. Hubungan psikologis antar anggota keluarga ini perlu dipupuk untuk lebih mengarah ke optimalisasi produktifitas masing-masing anggota keluarga. Ingin menghindari stres? selalu luangkan waktu untuk keluarga anda.

Apabila kondisi psikologis keluarga yang tidak stabil dan cenderung mengarah ke negatif, maka akan memicu timbulnya gejala stres tertekan dan depresi. Yang lain adalah ketika keluarga kita sudah harmonis namun kita masih merasa stres tertekan dan depresi maka diduga mulai terdapat pengurangan dalam kualitas keharmonisan keluarga. Bisa jadi frekuensi saat-saat bersama dengan orang-orang yang anda sayangi mulai berkurang. Atau juga frekuensi tetap dan tidak berubah namun kualitasnya yang mulai berkurang. Jadi kebersamaan tersebut mulai berkurang unsur-unsur dari hati-kehatinya.

Secara kasat mata memang sedang bersama namun asyik dengan smartphone masing-masing. Inilah salah satu contoh berkurangnya kualitas kebersamaan. Maka yang perlu diperhatikan adalah memulai untuk berbicara dan bercakap-cakap dengan anggota keluarga kita, kepada anak-anak kita, kepada istri kita dan tentu saja juga harus menyempatkan menyapa dan mengobrol dengan orang tua kita. Bisa dicoba ketika anda mulai terasa tertekan dengan deadline atau segala macam problema hidup, berbicaralah dari hati-kehati dan jangan lupa juga dengan senyum tulus kepada orang-orang yang anda sayangi.

15. Mengingat kembali hal-hal positif pada diri kita

Bisa berupa prestasi-prestasi yang pernah kita capai, dan hal-hal yang membuat kita bangga lainnya. Pernahkah anda suatu saat ketika membuka-buka album foto milik anda yang merekam secara visual sejarah kehidupan pribadi mulai dari bayi hingga saat ini, tiba-tiba merasakan suatu perasaan yang luar biasa senang dan bersemangat. Foto-foto anda bersama teman-teman. Foto-foto ketika anda menjadi juara dalam membaca puisi. Foto-foto ketika anda juara cerdas cermat. Foto-foto prestasi anda yang lain. Atau ketika anda membuka-buka arsip piagam-piagam penghargaan yang pernah anda dapatkan. Saat anda melihat medali-medali maupun piala di lemari kaca koleksi. Ini adalah salah satu bentuk terapi stres.

Nah saat-saat seperti inilah yang bisa digunakan untuk menjadikan perasaan dan pikiran anda yang semula stres tertekan dan depresi maka akan merasa lebih tenang dan malah menjadi semangat lagi. Terkadang kita memang melupakan saat-saat kita bahagia dan saat-saat kita pernah meraih prestasi yang membanggakan, dan malah terus-turasan mengingat dan terngiang-ngiang dikepala kita segala macam kegagalan ketidakberhasilan dan beban berat yang menghimpit kita. Oleh karena itulah diperlukan suatu cara untuk membangkitkan lagi semangat kita dengan cara mengingat lagi kenangan-kenangan indah yang pernah kita alami.

16. Membuat aktivitas secara lebih terencana dan sistematis

Poin ini lebih ke arah pencegahan supaya kita bisa menghindari stres, tertekan, dan depresi. Dengan kita membuat aktivitas kita terencana, maka kemungkinan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dan tanggungjawab-tanggungjawab kita akan lebih optimal dan terselesaikan secara lebih baik serta memuaskan. Efek selanjutnya adalah stres, tertekan dan depresi tentunya tidak akan menghampiri kita. Bandingkan apabila kita melakukan aktivitas secara acak-acakan dan tidak terencana secara sistematis.

Tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab kita tentunya akan semakin terbengkelai dan tidak terselesaikan dengan biak. Nah di sinilah kemungkinannya akan besar sekali kita akan dihampiri gejala stres, tertekan dan depresi. Atasan, klien/pelanggan, atau anggota tim kita yang lain tentunya akan mengkritik bahkan akan memarahi kita. Oleh karena itu sebelum semua hal ini terjadi maka sudah tentulah kita perlu untuk merencanakan aktivitas kita secara baik dan sistematis. Tugas akan lebih optimal hasilnya dan tentunya kita akan terbebas dari ancaman stres, tertekan dan depresi.

17. Membiarkan semua terjadi

Memang benar, bahwa semua apa yang sudah terjadi kita tidak bisa mengubahnya. Percuma saja kita berfikir keras untuk mengganti apa yang sudah terjadi dan menyesal hebat justru malah akan menimbulkan stres berat, maka hal tersebut akan percuma. Memang kita harus menyesali apa yang telah terjadi dan bila itu memang tidak sesuai dengan keinginan kita dan ternyata kita sudah merencanakan sebaik mungkin.

Yang perlu disesali adalah apabila kita tidak merencanakan dengan baik apa yang sudah terjadi tersebut. Namun apabila kita sudah merencanakan yang terbaik, namun ternyata yang terjadi lain di luar dugaan kita. Maka Hal tersebut masih bisa dicari faktor-faktor dan variabel-variabel apa saja yang luput dari perhatian kita saat kita membuat rencana.

Apabila terjadi hal seperti ini, maka janganlah menyesali yang malah akan menimbulkan gejala stres, karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin, dan yang terjadi di luar kendali kita. Namun ada hal yang bisa didapatkan dari ini, yaitu bahwa kita jadi tahu bahwa ada faktor-faktor dan variabel-variabel lain yang luput dari perhatian kita itu tadi. Sehingga apabila nanti kita merencanakan lagi hal yang serupa, maka kita tidak bisa tidak melupakan lagi faktor tersebut.

Maka semakin bertambahlah pengetahuan kita mengenai hal apa sajakah yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan. Maka bila sudah seperti ini, kesempurnaan untuk mencapai target yang terbaik akan tercapai. Intinya adalah kita akan mendapatkan suatu pengetahuan baru dari kegagalan kita asalkan kita melakukan evaluasi dari apa yang telah kita lakukan.

Pengetahuan tersebut sangat berarti bagi aktivitas kita kedepannya. Oleh karena itu supaya tidak gagal lagi, maka kita perlu membekali diri dengan memahami kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan terjadi, hal ini bisa kita peroleh dari pengalaman kita sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Di sinilah letaknya diperlukannya dokumentasi-dokumentasi dan catatan-catatan. Pengalaman-pengalaman orang lain itu bisa kita dapatkan dengan banyak membaca buku-buku maupun catatan-catatan orang yang sebelumnya pernah melakukan apa yang akan kita lakukan, dan tentu saja kita sesuaikan dengan kebutuhan kita.

18. Belajar menerima diri sendiri

Yang mengetahui banyak tentang diri kita pribadi adalah kita sendiri. Oleh karena itulah kita harus mengenali diri kita sendiri. Ketahuilah kelebihan-kelebihan kita dan tentu saja kita juga harus mengetahui kelemahan-kelemahan yang kita miliki. Setelah kita mengetahui segalanya mengenai seluk-beluk tentang diri kita, maka terimalah apa adanya. Dengan menerima diri kita apa adanya, maka kita terbebas dari tekanan-tekanan bahwa diri kita harus sempurna.

Karena sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Namun jangan berhenti di sini. Masih ada tugas buat kita. Kita harus mengembangkan lebih lanjut kelebihan-kelebihan kita itu tadi, dan juga kita harus berusaha untuk membenahi kekurangan-kekurangan itu. Nah di sinilah letak bahwa manusia itu harus terus berproses menuju ke arah yang lebih baik selama hidupnya. Mari kita terus berusaha dan terus berbenah menuju kearah yang lebih baik.

19. Beramal bersedekah (giving)

Berbagi dengan sesama cukup ampuh untuk mengatasi gejala stres tertekan dan depresi. Mungkin fikiran kita akan bertanya-tanya apakah benar berbagi dengan sesama itu bisa menenangkan pikiran, padahal ada sesuatu dari kita yang kita berikan ke mereka, dan hal ini secara logika umum akan membuat kita kehilangan milik kita. Di sinilah yang perlu kita renungkan lebih jauh lagi. Mengapa miliarder-miliarder sekelas Bill Gates dan Warren Bufet menghibahkan sebagian harta mereka untuk kegiatan kemanusiaan. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah masalah ketenangan hati dan kebahagiaan. Mereka-mereka itu tadi dan orang-orang yang sudah memberikan sebagian harta mereka untuk bersedekah faham dan mengerti akan manfaat dari bersedekah ini.

Tidak lain dan tidak bukan mereka menghibahkan sebagian harta mereka untuk bersedekah adalah untuk mengambil manfaat dari bersedekah itu tadi, yaitu kebahagiaan. Tentunyalah kebahagiaan yang ada di sini adalah bukanlah kebahagiaan yang bersifat semu dan sementara. Dengan berbagi dengan sesama maka kita turut berempati terhadap orang lain. Hal utama lain yang didapatkan dari berbagi ini adalah rasa syukur kita atas apa yang telah kita peroleh selama ini. Mengapalah kita stres tertekan dan depresi, padahal di luar sana masih ada orang yang lebih menderita dari kita, maka perlulah kita melihat ke bawah, supaya kita lebih bersyukur atas apa yang telah kita miliki.

20. Berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan

Pendakatan secara spiritual ini perlu sekali dilakukan. Apabila kita secara spiritual mengalami kekosongan, maka semua kebahagiaan yang kita terima akan terasa hampa. Akan ada sesuatu yang terasa hilang dan terasa belum sempurna. Berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha kuasa akan mampu mengarahkan kita kepada ketenangan yang pada ujungnya adalah mampu untuk menghindari dan mengobati stres tertekan dan depresi.

21. Yakin bahwa kita mampu mengatasi permasalahan/tantangan yang terjadi

Sebelum kita melangkah lebih jauh untuk melakukan aksi-aksi untuk mengatasi suatu permasalahan, maka perlu ditanamkan dulu kondisi sikap keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan, menyelesaikan, dan mengatasi segala aral dan rintangan yang akan kita hadapi. Dengan adanya keyakinan seperti ini maka akan memperkecil kemungkinan timbulnya gejala stres tertekan dan depresi. Apabila mempunyai sikap mental keyakinan seperti ini, maka kita sudah mempunyai modal berupa bekal yang kuat untuk menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan.

Bandingkan apabila kita tidak memiliki sikap yakin mampu menyelesaikan tantangan ini, maka yang ada adalah sebelum maupun saat mengerjakan proses penyelesaian tantangan maka kita akan diliputi oleh perasaan ragu-ragu, terasa berat, terombang-ambing, dan rasa tertekan maupun timbulnya kasus stres yang kesemuanya itu tadi bermuara pada kurang optimalnya hasil yang diperoleh atau bahkan yang parah adalah terjadi kegagalan dalam penyelesaian tantangan. Oleh karena itu segera yakinkan bahwa kita mampu mengerjakan tantangan tersebut.

22. Bersyukur atas apa yang kita punyai

Bersyukur dan berterimakasih serta bergembira atas apa yang kita punyai saat ini akan memberikan ketenangan pada hati dan pikiran. Rasa bersyukur akan membebaskan kita dari belenggu keinginan yang tida batasnya. Terkadang yang terjadi adalah kita diperbudak oleh keinginan-keinginan yang terkadang diluar kemampuan kita. Keinginan-keinginan inilah yang jika tidak terpenuhi maka justru akan berpotensi untuk menjadi benih-benih timbulnya penyakit stres tertekan dan depresi.

Oleh karena itu maka sudah sewajarnya kita perlu bersyukur atas apa yang telah kita capai. Namun hal ini bukan berarti kemudian kita berhenti sampai pada titik kita sekarang ini dengan apa yang telah kita punyai. Kehidupan manusia merupakan suatu proses yang terus berlangsung sampai garis finish-nya adalah kematian. Oleh karena itu setelah kita bersyukur maka jangan berhenti sampai di situ, namun kita harus berproses menuju ke arah yang lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya.

23. Aroma terapi

Bau-bauan tertentu mampu memberikan sensasi kesegaran dan memberikan semangat. Kita bisa mencoba untuk menggali hal ini lebih jauh lagi sesuai dengan keadaan kondisi kita masing-masing. Tiap orang mempunyai kesukaan terhadap aroma-aroma tertentu. Nah, sekarang kita tinggal mencari dan menggali aroma-aroma seperti apakah yang mampu membuat kita menjadi bersemangat.

Apabila kita telah menemukannya maka jikalau suatu waktu kita terserang oleh tanda-tanda stres tertekan dan depresi maka kita bisa menggunakan bau-bauan ini. Aroma terapi ini bisa kita peroleh dari parfum, bunga, ataupun sumber bau-bauan lainnya. Kita bisa berkreasi sendiri untuk menemukan mana yang sesuai dengan kita. Hal ini karena bisa jadi masing-masing orang mempunyai kecendrungan yang berbeda-beda terhadap bau-bauan yang mereka sukai dan membuat mereka semangat.

24. Mengenali pikiran-pikiran serta perasaan negatif yang sering dan sedang melanda

Apabila kita ingin tahu obat penghilang stres tertekan dan depresi maka mau tidak mau kita juga harus mengetahui kondisi fikiran kita. Kita harus menjadi pengamat terhadap pikiran kita sendiri. Kita wajib tahu ciri-ciri pikiran kita sedang mengalami berfikir negatif dan berberasaan negatif. Kita harus menjadi satpam terhadap pikiran dan perasaan kita sendiri. Apabila kita mendeteksi adanya perasaan negatif dan pikiran negatif maka kita harus segera mengambil tindakan tegas untuk mengarahkannya menjadi lebih jernih dan ke arah positif. Apabila kita mampu mengendalikan hal ini, maka peluang kita akan meningkat untuk terhindar dari pikiran negatif dan perasaan negatif yang menggiring kita menuju kondisi stres tertekan depresi.

26. Melakukan hobi atau kegiatan kesenangan

Kegiatan apapun yang kita senangi asalkan tidak mengarah ke hal-hal negatif maka perlu kita lakukan untuk menghindari tertekan dan depresi. Minimal kita mendapatkan pengalihan terlebih dahulu dari serangan stres yang melanda. Hobi-hobi positif yang sudah jarang dilakukan maka bisa kita coba sesaat untuk kita beri kesempatan pada diri kita sesaat menikmatinya. Pengalihan stres ini akan mengurangi pusing yang menyerang secara luar biasa. Maka tidak ada salahnya mencobanya saat stres tertekan dan depresi menghantam anda.

27. Melakukan pemijitan tubuh untuk relaksasi

Melakukan pemijitan pada daerah-daerah tertentu pada tubuh akan mampu memberikan efek relaksasi dan akan mengurangi ketegangan. Efek selanjutnya adalah juga akan membuat pikiran menjadi rileks dan tenang. Nah, hal ini bisa juga anda coba ketika anda mulai ada gejala stres tertekan dan depresi serta kepala mulai terasa pusing-pusing dan berat, maka cobalah untuk ke tukang pijat untuk mengendurkan otot-otot anda yang kaku dan mengurangi stres pikiran.

28. Olah raga

Saat berolah raga maka tubuh dan pikiran kita akan berkonsentrasi untuk melakukan gerakan-gerakan oleh raga. Selain itu juga akan membuat kita jadi bersemangat untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dalam berolahraga. Misal kita menargetkan untuk berlari 5 km, push up 100 kali, sit up 100 kali, dan tantangan-tantangan lainnya. Maka pikiran-pikiran berat dan suntuk yang menyerang kita akan tertepiskan dengan semangat ketika kita berolah raga. Selain itu tubuh kita juga akan semakin bugar dan semangat baru akan muncul lagi dari dalam diri.

Demikian tadi berbagai macam terapi stress dari idehidup.com yang tidak ada salahnya untuk dicoba. Semoga ada yang cocok dengan anda para pembaca. Semoga hidup anda selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan terhindar dari stres.

Mungkin anda juga tertarik untuk membaca artikel kami yang lain dengan judul Awas Gejala Depresi dan Obat Depresi Mujarab yang Mungkin Belum Anda Ketahui