5 Alasan Mengapa Anda Perlu Mengikuti Tes TOEFL

Tes TOEFL merupakan salah satu tes bahasa Inggris yang telah umum diikuti oleh banyak orang di seluruh belahan dunia. Ada berbagai macam alasan mengapa seseorang mengikuti tes TOEFL. Setelah sebelumnya idehidup.com menyajikan artikel mengenai 5 Persiapan Mengikuti Tes TOEFL yang Sangat Perlu Anda Ketahui dan Tips Rahasia Mengerjakan Soal-soal Tes TOEFL, maka kali ini idehidup.com akan mengetengahkan beberapa alasan mengapa seseorang mengikuti tes TOEFL.

Apakah anda salah satu di antara yang perlu mengikuti tes TOEFL? untuk mengetahuinya mari kita simak dan semoga tulisan ini bisa menjawab keingintahuan pembaca setia idehidup.com terhadap seluk beluk mengenai tes TOEFL.

1. Syarat Masuk Perguruan Tinggi

Beberapa universitas negeri maupun swasta dalam negeri maupun luar negeri mensyaratkan skor TOEFL tertentu sebagai persyaratan masuk. Tentunya persyaratan skor TOEFL yang ditentukan berbeda antara jenis universitas tersebut. Skor TOEFL sebagai persyaratan masuk Universitas di dalam negeri biasanya lebih rendah jika dibandingkan persyaratan skor TOEFL untuk mendaftar di perguruan tinggi di luar negeri. Biasanya untuk bisa masuk di program magister (S2) maupun doktoral (S3) di universitas-universitas dalam negeri mensyaratkan skor TOEFL berkisar antara sekitar 450-500 (ITP TOEFL).

Sedangkan universitas-universitas di luar negeri biasanya mensyaratkan skor TOEFL berkisar antara 500-550 (ITP TOEFL). Apabila anda ingin melanjutkan studi lanjut di perguruan tinggi maka anda juga mulai harus mempersiapkan belajar TOEFL dan mengambil tes TOEFL dengan kisaran target skor seperti yang telah disebutkan di atas. Untuk lebih detail berapa skor TOEFL yang perlu anda targetkan maka bisa dilihat di persyaratan dan ketentuan masing-masing universitas tempat anda akan mendaftar.

mengapa anda mengikuti tes toefl?

Mengapa beberapa universitas ataupun perguruan tinggi mensyaratkan skor TOEFL tertentu sebagai persyaratan pendaftaran? Hal ini berhubungan dengan jaminan kelancaran dalam proses belajar nantinya. Proses belajar di perguruan tinggi melibatkan proses penelaahan artikel-artikel jurnal ilmiah internasional yang banyak ditulis dalam bahasa Inggris. Selain itu Universitas-universitas membuat ketentuan bagi mahasiswa untuk bisa menulis dan menerbitkan artikel-artikel ilmiah di jurnal ilmiah internasional yang tentunya menggunakan bahasa Inggris dalam penulisannya.

Lebih lanjut lagi mahasiswa-mahasiswa juga terkadang disyaratkan oleh universitas untuk bisa mempresentasikan hasil karya penelitian ilmiahnya di forum komunitas akademik internasional (seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya)yang tentu saja menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa yang digunakan dalam forum tersebut. Demikianlah beberapa alasan dasar mengapa beberapa perguruan tinggi mensyaratkan skor TOEFL tertentu sebagai persyaratan pendaftaran masuk perguruan tinggi.

2. Syarat Kelulusan dari Perguruan Tinggi

Seperti halnya syarat masuk perguruan tinggi, beberapa universitas juga mensyarakatkan calon-calon lulusannya untuk memiliki target skor TOEFL tertentu. Biasanya beberapa universitas yang mensyaratkan skor 450 (ITP TOEFL) akan meminta bagi calon-calon lulusannya untuk memiliki skor 500 (ITP TOEFL) atau lebih sebagai syarat kelulusan dari universitas tersebut. Sehingga selama proses perkuliahan mahasiswa juga harus mempersiapkan diri belajar bahasa Inggris untuk mendapatkan target skor TOEFL seperti yang telah ditentukan oleh pihak Universtas tempat dia belajar.

Skor TOEFL ini sebagai salah satu persyaratan kelulusan untuk mendapatkan gelar akademik dari universitas tempat dia belajar. Apabila mahasiswa belum mendapatkan target skor seperti yang telah ditentukan oleh universitas, maka mahasiswa tersebut belum diperbolehkan mengikuti wisuda untuk mendapatkan ijazah akademik. Namun hal ini tergantung dari kebijakan dan ketentuan masing-masing universitas. Anda bisa mengkonsultasikan mengenai persyaratan skor TOEFL ini dengan staf bagian akademik di universitas atau perguruan tinggi tempat anda menempuh pendidikan perguruan tinggi.

Berkaitan dengan cara mendapatkan nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang tinggi saat kelulusan, maka idehidup.com membahasnya pada artikel yang berjudul 14 Trik Super Rahasia Meraih IPK Tertinggi: Pengantar Dasar-dasar Cara Belajar di Perguruan Tinggi Secara Optimal.

3. Syarat Mendapatkan Beasiswa

Beberapa lembaga pemberi beasiswa mensyaratkan kepada calon-calon pelamar beasiswa untuk memiliki skor TOEFL tertentu. Seperti yang sudah dibahas di atas, lembaga pemberi beasiswa memberikan persyaratan skor TOEFL tertentu untuk memberi kepastian bahwa kandidat-kandidat pendapat beasiswa dari lembaganya benar-benar memiliki kualifikasi akademik dan kemampuan pendukung belajar lainnya.

Sehingga calon-calon penerima beasiswa benar-benar sudah siap belajar dan tidak akan terkendala dalam permasalahan bahasa pengantar perkuliahan maupun bahasa literatur yang digunakan dalam proses belajar maupun riset (penelitian) selama menempuh pendidikan. Sehingga hal ini akan memperkecil kemungkinan penerima beasiswa gagal dalam menyelesaikan studinya.

Berhubungan dengan usaha untuk mendapatkan beasiswa maka tidak terlepas dari banyaknya prestasi yang didapatkan oleh seorang mahasiswa, idehidup.com membahas secara panjang lebar cara mendapatkan prestasi di perguruan tinggi pada artikel yang berjudul 6 Cara Mendapatkan Prestasi di Kampus Saat Kuliah di Perguruan Tinggi.

4. Syarat Lamaran Pekerjan

Skor TOEFL juga diperlukan dalam proses melamar pekerjaan. Beberapa lowongan pekerjaan baik itu CPNS maupun perusahaan swasta mensyaratkan skor TOEFL tertentu sebagai persyaratan pendaftaran. Salah satu alasan pemberlakuan ketentuan persyaratan ini tentunya berhubungan dengan harapan calon pelamar pekerjaan mempunyai ketrampilan bahasa Inggris yang mumpuni sehingga kelak akan memperlancar dan mengoptimalkan proses penyelesaian tugas-tugas pekerjaan mereka.

Keterampilan bahasa Inggris akan memberikan nilai tambah bagi pegawai atau karyawan. Terutama perusahaan-perusahaan yang bergerak secara dalam lingkup internasional tentunya akan sangat memerlukan ketrampilan bagi para karyawannya untuk bisa berkomunikasi baik itu bahasa Inggris secara aktif (spoken, conversation) maupun secara tertulis (written).

5. Ingin Menguji Kemampuan

Nah alasan lainnya adalah seseorang mengambil atau mengikuti tes TOEFL adalah karena ingin menguji kemampuan ketrampilan bahasa Inggris yang telah dipelajarinya selama ini. Atau mungkin juga ada orang yang mengikuti tes TOEFL karena iseng dan ingin tahu seperti apa tes TOEFL itu. Hal-hal tersebut sah-sah saja sebagai alasan seseorang untuk mengikuti tes TOEFL.

Demikianlah tadi telah diulas mengenai beberapa alasan secara umum seseorang mengikuti tes TOEFL versi idehidup.com. Tentu saja masih ada beberapa alasan-alasan lain yang belum tercakup dalam pembahasan tulisan ini. Semoga bisa memberikan sedikit gambaran bagi pembaca mengenai mengapa seseorang perlu mengikuti tes TOEFL.

Setelah anda mengetahui alasan mengapa anda perlu mengikuti tes TOEFL, dan anda memutuskan akan mengikuti tes TOEFL, maka anda perlu membaca artikel idehidup.com lainnya yang berjudul 5 Persiapan Mengikuti Tes TOEFL yang Sangat Perlu Anda Ketahui untuk mengetahui persiapan-persiapan apa saja yang perlu anda lakukan. Selain itu penting juga bagi anda untuk membaca artikel yang berjudul Tips Rahasia Mengerjakan Soal-soal Tes TOEFL yang akan mengungkap trik-trik cara mengerjakan soal-soal pada tes TOEFL. Salam sukses selalu untuk anda.

Mungkin anda perlu juga untuk membaca artikel kami yang berjudul: