5 Rahasia Mengenai Bahan Masakan Untuk Memasak di Gunung

Memasak di gunung merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pendakian gunung. Keterampilan memasak di gunung ini perlu dimiliki oleh seorang pendaki gunung. Karena yang jelas di gunung dan hutan tidak ada jasa penyedia masakan cepat saji hehehe, eh ada sih warung di gunung semisal warung mbok Yem yang ada di gunung Lawu. Di artikel kali ini, idehidup.com akan menyajikan tulisan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bahan masakan untuk dimasak di gunung dan hutan dalam berkegiatan di alam liar. Dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan bahan masakan untuk dimasak di gunung hutan, maka harapannya pendakian gunung atau kegiatan alam liar lainnya akan lebih lancar, aman, terkendali, dan tentunya lebih nyaman.

Secara umum dalam menentukan bahan masakan yang akan dimasak di gunung hutan maka bila memungkinkan pilihlah bahan masakan dengan bahan yang tahan lama (tidak mudah busuk), tidak mudah rusak, tidak berbau menyengat, mudah dan bisa dimasak dengan cepat dan bergizi tinggi. Berikut ini akan diulas secara lebih detail mengenai hal-hal tersebut.

1. Bahan Masakan Yang Tahan Lama

Proses pendakian gunung bisa memerlukan waktu yang agak lama. Jenis-jenis jalur pendakian gunung tertentu memerlukan waktu tempuh yang lebih lama. Apalagi bila terjadi kondisi alam yang sukar diprediksi (jalan setapak rusak/hilang tertutup longsor, badai, dll.) maka dengan memiliki logistik makanan yang tidak mudah rusak dan tahan lama akan memberikan kepastian keamanan persediaan makanan. Dengan membuat daftar menu masakan maka pendaki bisa memperkirakan seberapa banyak bahan makanan yang akan dibawa. Untuk jenis medan jalur pendakian yang belum pernah dilewati/didaki, atau jalur pendakian yang pernah dilewati namun menyimpan resiko akan memerlukan waktu yang lama untuk melaluinya, maka perlu menyediakan cadangan logistik bahan makanan untuk sehari atau dua hari. Hal ini merupakan salah satu manajemen perjalanan untuk meminimalkan resiko dan meningkatkan keamanan (safety) perjalanan di alam liar. Bahan masakan yang tahan lama perlu diperhitungkan dalam memasak di gunung. Tentu saja perlu dipastikan kemampuan bertahan lama bahan makanan tersebut.

 resep masakan pendaki gunung, harga nesting gunung, nesting adalah, cara masak nasi liwet, cara memasak nasi dengan panci, nesting tni, nesting camping, nesting eiger, resep masakan saat mendaki gunung, menu masak di gunung, menu makanan pendakian gunung, resep masakan pendaki gunung, harga nesting, parafin, consina, eiger

2. Bahan Masakan Makanan Tidak Mudah Rusak

Penting juga bagi para pendaki untuk menyusun menu dengan mempertimbangkan bahan masakan yang tidak mudah rusak. Tidak mudah rusak di sini berarti bahan masakan tersebut tidak cepat rusak tapi tetap mudah dimasak. Perlu diketahui juga misal bahan makanan tersebut hancur tapi masih dapat dimasak bisa jadi itu tidak mengapa, karena paling hanya tampilan makanannya yang tidak sedap dipandang namun masih bisa dimakan. Dengan anggapan bahwa kebutuhan energi anda untuk berjalan menempuh jalur pendakian lebih penting dari pada hanya sekedar penampilan makanan.

3. Bahan Makanan Yang Tidak Berbau Menyengat

Perlu diperhatikan juga tentang permasalahan bau menyengat pada bahan makanan. Hal ini berhubungan dengan permasalahan pengemasan (packing) bahan makanan tersebut di dalam tas ransel (rucksack, carrier). Bisa jadi bau menyengat tersebut akan menular pada misal jaket celana, kaos atau pakaian lainnya sehingga menyebabkan tidak nyaman ketika dipakai. Belum lagi permasalahan bila di dalam kendaraan bau menyengat tersebut akan mengganggu penumpang lain. Menjadi tidak masalah bila anda menggunakan kendaraan pribadi namun bila anda menggunakan angkutan umum maka itu akan menjadi suatu permasalahan tersendiri. Contoh bahan masakan yang menyengat ini adalah terasi dan ikan asin. Sehingga bila memang fanatik dengan dua bahan masakan ini untuk kegiatan memasak di gunung, maka perlu perhatian khusus dan benar-benar sangat aman dalam pengemasannya, sehingga tidak menimbulkan permasalahan-permasalahan seperti yang telah disebutkan di atas.

4. Bahan Masakan Yang Mudah Dan Bisa Dimasak Dengan Cepat

Perjalanan di alam bebas (out door) merupakan kegiatan yang menguras tenaga dan pasti akan menyebabkan kelalahan yang teramat sangat. Dengan demikian maka akan diperlukan jenis makanan yang tidak terlalu lama dalam proses memasaknya. Oleh karena itu perlu disusun menu dengan jenis masakan yang tidak terlalu membutuhkan proses rumit dan lama dalam memasaknya dan bisa segera dimakan. Sehingga perlu diperhatikan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memasak di gunung adalah proses memasak yang cepat.

5. Bahan Makanan yang Bergizi Tinggi

Kegiatan alam terbuka seperti pendakian gunung memerlukan stamina prima yang didukung oleh asupan makanan berenergi tinggi dan juga bergizi tinggi. Maka dalam penyusunan menu makanan yang akan dimasak selama perjalanan pendakian perlu memperhatikan kandungan gizi dan energi pada jenis bahan makanan yang akan dimasak. Salah satu jenis bahan masakan yang bergizi tinggi adalah sayuran. Sayuran ini lebih baik dibeli di desa terakhir jalur pendakian. Sehingga sayuran tersebut akan masih awet segar ketika di bawa mendaki gunung. Kecambah kacang hijau bisa menjadi salah satu alternatif untuk bahan masakan bergizi ketika memasak di gunung. Kecambah kacang hijau ini juga termasuk awet dan tahan lama tidak mudah busuk. Kecambah kacang hijau juga mudah dan cepat untuk memasaknya.

Bila anda rajin browsing di internet maka anda juga akan mengetahui jenis masakan siap saji yang banyak dijual di toko perlengkapan pendakian di luar negeri. Namun di Indonesia masih jarang dan jika pun ada bisa jadi mungkin tidak cocok dengan selera orang Indonesia. Kebanyakan di Indonesia para pendaki masih mengandalkan mie instant untuk santapan mereka di gunung. Tulisan ini semoga bisa memberikan sedikit gambaran bahwa masih banyak alternatif lain untuk masakan di gunung selain mie instant. Memang mie instant memberikan kemudahan dalam hal proses memasaknya. Asalkan ada api dan air maka sajian mie instant pun siap dinikmati.

Namun tetap perlu juga untuk memasukkan ke dalam daftar keterampilan yang harus dimiliki yaitu cara memasak nasi dengan menggunakan kompor gunung atau kompor lapang. Tidak semua pendaki bisa memasak nasi dengan menggunakan kompor lapang. Karena nasi merupakan menu wajib yang harus ada di santapan orang Indonesia. Kalau belum makan nasi maka belum serasa makan. Meskipun itu sudah makan roti beberapa bungkus, tapi bila belum makan nasi maka terasa seperti belum makan, rasanya masih lapar saja. Kalau sudah seperti ini memang semua tergantung kebiasaan saja. Karena sudah terbiasa makan nasi maka bila tidak makan nasi tubuh masih terasa lemas tak bertenaga. Inilah alasan mengapa perlu belajar memasak nasi dengan menggunakan kompor lapang. Di artikel idehidup.com yang lain akan dibahas mengenai cara memasak nasi dengan menggunakan kompor lapang.

Demikianlah tips-tips yang berkaitan tentang bahan masakan yang akan dimasak di gunung. Semoga tulisan ini mampu memberikan sedikit tambahan pengetahuan berkaitan tentang bahan masakan yang akan dimasak saat pendakian gunung atau hiking di hutan serta kegiatan out door lainnya. Tentu saja dengan penyiapan sebaik-baiknya bahan-bahan yang digunakan untuk kegiatan memasak di gunung, maka akan membuat kegiatan pendakian lebih terasa enjoy dan mengasyikkan. Dan pastinya kebutuhan kalori dan kebutuhan gizi pendaki atau wildlife travelers akan terjamin serta tidak akan terjadi kemungkinan terjadinya kekurangan nutrisi di gunung hutan.