5 Tips Memilih Kompor Gunung Atau Kompor Lapangan Untuk Mendaki Gunung

Tulisan idehidup.com kali ini adalah tentang tips memilih kompor gunung atau kompor lapang. Sebenarnya jenis kompor gunung atau kompor lapangan apa yang paling sesuai untuk mendaki gunung adalah subjektif sesuai dengan kondisi masing-masing pendaki. Biasanya para pendaki akan mencoba satu-persatu jenis-jenis kompor untuk mendaki tersebut.

Kemudian mereka akan menemukan mana yang cocok dengan selera mereka. Terkadang mereka juga memiliki koleksi semua jenis kompor lapang. Kemudian para pendaki tersebut menyesuaikan dengan kondisi medan pendakian atau medan kegiatan alam bebas untuk menentukan akan memakai kompor jenis apa dari koleksi mereka tersebut.

Pada artikel ini, idehidup.com akan mencoba membahas tentang masing-masing jenis kompor lapang secara umum yang sering digunakan oleh pendaki gunung dalam memasak makanan di gunung hutan. Tentu saja pembahasan di tulisan ini sangat subjektif dan bisa saja pembaca memiliki pendapat lain yang berbeda dengan tulisan artikel ini. Dengan demikian maka tulisan ini bisa dianggap sebagai tambahan pengetahuan, atau sebagai pelengkap dari pengetahuan yang sudah dimiliki oleh pambaca sekalian.

Secara umum, jenis-jenis kompor lapang dapat dibedakan berdasarkan bahan bakar yang digunakan dan desain kompor. Kemudian juga masing-masing jenis kompor tersebut terdapat merk-merk yang terkenal yang mengeluarkan produk-produk kompor lapang dengan jenis bahan bakar tertentu.

Artikel ini juga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari perbandingan harga kompor pendaki, terutama ketika anda membutuhkan perbandingan harga dengan fasilitas-fasilitas (fitur) yang ada pada masing-masing jenis kompor terhadap kesesuaian harga yang harus anda bayarkan untuk membawa pulang kompor tersebut.

tips memilih kompor gunung, kompor gunung, kompor lapangan, kompor untuk mendaki, kompor lapang, harga kompor pendaki, kompor pendaki gunung, harga kompor, kompor gas pendaki, pendakian gunung, kompor gas kecil buat camping, kompor gas mini, harga kompor gas kecil buat camping, harga kompor camping spiritus, harga trangia, kompor trangia, trangia murah, kompor spiritus dari kaleng minuman, kompor spiritus mini murah,

Seri “mini trangia” dikombinasikan dengan panci murah. Panci tersebut bisa untuk memasak nasi, dan penutup di atas panci tersebut bisa dipakai untuk memasak sayur tumis. Kombinasi ini bisa menjadi alternatif untuk menyiasati harga satu set kompor Trangia yang tergolong mahal.

1. Kompor Lapang Berbahan Bakar Padat

Kompor pendaki gunung jenis ini sangat sederhana, terbuat dari lempengan logam yang bisa dibuka menjadi tempat untuk menaruh bahan bakar padat yang terbakar dan menjadi dudukan tempat panci nesting atau mangkuk logam untuk memasak. Bahan bakar padat tersebut terbuat dari hexamine atau trioxane. Memasak di gunung hutan dengan menggunakan bahan bakar padat ini cukup melegenda. Hal ini terutama ketika dahulu masih jarang ada yang memiliki kompor lapang dengan bahan bakar selain yang berbahan padat ini. Biasanya bahan bakar padat tersebut dijual di toko-toko perlengkapan militer.

Dan biasanya bungkusnya pun ada lambang ABRI/TNI nya. Mungkin bahan bakar padat yang dijual tersebut adalah sisa dari jatah untuk militer. Kelebihan dari bahan bakar padat ini adalah memiliki harga kompor yang murah dan penggunaannya pun sederhana serta tidak rumit. Tinggal menyulut bongkahan bahan bakar padat tersebut dengan api kemudian bila telah menyala maka ditaruh di tatakan kompor.

Jikapun tidak menggunakan kompor-nya juga tidak mengapa, yaitu dengan manaruh bahan bakar padat yang terbakar di cekungan tanah atau dengan menaruhnya di antara dua batu untuk kemudian dua batu tersebut sebagai tempat meletakkan panci nesting atau panci lapang. Sehingga tidak memerlukan kompor.

Namun penulis tetap menyarankan teknik tersebut hanya untuk keperluan mendesak saja, misal untuk survival ketika tersesat. Bila kondisi normal maka penulis tetap menyarankan untuk memakai kompornya. Hal ini karena penggunaan bahan bakar padat langsung pada batu akan menyebabkan terdapatnya sisa gosong warna hitam pada batu tersebut yang akan mengurangi keindahan panorama jalur pendakian terutama sekitar tempat mendirikan tenda. Bahan bakar padat ini juga tidak menimbulkan suara berisik ketika dibakar. Selain itu juga tidak terlalu berat untuk dibawa.

Kekurangan atau kelemahan dari bahan bakar padat ini adalah susah untuk mengatur besar atau kecil nyala api (shimmering). Selain itu nyala api yang dihasilkan bisa meninggalkan bekas gosong hitam kecoklatan pada panci nesting dan susah untuk dibersihkan, sehingga sedikit tidak enak dipandang. Namun bagi yang tidak terlalu mempermasalahkan mengenai kedua hal ini maka bahan bakar padat menjadi pilihan yang sesuai.

2. Kompor Lapang Berbahan Bakar Gas Dalam Tabung Kecil Siap Pakai (gas cartridge)

Kompor gas pendaki yang kini sedang terkenal ini berbahan bakar gas dan banyak dipakai oleh para pendaki gunung. Kompor jenis ini menggunakan tabung (cartridge) berisi gas cair (liquefied gas) yang biasanya berupa butane, propane atau campuran hidrokarbon yang terkondisikan bertekanan (under pressure). Gas tersebut dalam kondisi berbentuk cair ketika berada di dalam tabung dengan kondisi bertekanan, kemudian gas tersebut menguap dengan cepat ketika meninggalkan tabung (tanpa priming) dan sampai ke tempat pembakaran (burner) dalam bentuk gas.

Kompor jenis ini secara umum memiliki dua jenis desain. Ada yang berkonstruksi besar dan memang sebetulnya untuk dipakai di meja makan dengan tujuan menjaga makanan selalu hangat serta biasanya dipakai pada layanan catering (makanan). Ada pula yang didesain dengan konstruksi kecil yang ringkas dan memang untuk digunakan saat di lapang (out door). Namun penulis saat beberapa kali melakukan pendakian gunung juga menjumpai jenis kompor gas berkonstruksi besar yang dibawa ke gunung.

Alhasil penulis melihat yang membawa kompor tersebut terlihat sangat kelelahan dan tidak leluasa bergerak. Lebih lanjut penulis menduga bahwa rombongan pendaki yang membawa kompor dengan konstruksi besar yang didesain untuk di pakai di meja makan tersebut adalah kelompok pedaki pemula. Mereka mungkin belum tahu bahwa ada kompor berukuran lebih kecil, mudah dibawa, dan mudah di-packing di dalam ransel/carrier.

Dari segi kemudahan kompor lapang berbahan gas ini sangat mudah penggunaannya. Hanya tinggal menancapkan gas ke kompor maka bisa langsung dinyalakan. Kompor gas kecil buat camping ini cepat menghasilkan panas yang tinggi serta mudah dalam hal pengaturan besar kecilnya nyala api (shimmering). Selain itu kompor gas mini ini tidak menimbulkan suara berisik dan tidak memerlukan priming (pemanasan awal yang biasanya untuk bahan bakar cair) seperti halnya pada kompor bahan bakar cair bertekanan (pressurized liquid fuel stoves).

Dan juga perawatan untuk jenis kompor ini relatif mudah dan tidak terlalu membutuhkan perlakuan perawatan ekstra. Harga kompor gas kecil buat camping ini bisa lebih murah daripada harga kompor camping spiritus brand terkenal semisal Trangia atau merk-merk kompor bahan bakar cair bertekanan semisal Primus, MSR atau Optimus.

Namun memang kelemahannya adalah bahan bakar gas dalam tabung-tabung kecil ini relatif lebih susah untuk dicari jika dibanding dengan yang berbahan pertamax premium pertalite dan spiritus yang banyak dijual hingga ke pelosok-pelosok desa. Pada umumnya tabung gas mini tersebut adalah sekali pakai, dalam artian bila gas yang ada di dalam tabung tersebut habis maka harus beli lagi. Hal ini yang sedikit menjadi ganjalan bagi pecinta alam yang mempertimbangkan kelesatarian lingkungan.

Hal tersebut karena penggunakan jenis kompor ini, karena meningkatkan kemungkinan timbulnya sampah kaleng kecil bekas gas yang semakin banyak di jalur pendakian terutama bagi pendaki yang kurang bertanggungjawab yang tidak membawa turun kembali sampahnya dari gunung. Meskipun penulis juga pernah menjumpai jasa pengisian ulang tabung gas mini ini, namun penulis menyangsikan tingkat keamanan dari tabung gas mini yang sudah dalam kondisi isi ulang tersebut. Merk kompor ini yang terkenal di Indonesia adalah “hi cook”.

3. Kompor Lapang Berbahan Bakar Spiritus, Etanol, Metanol (methylated spirits)

Kompor lapang berbahan spiritus yang melegenda adalah kompor lapang dengan merk Trangia produk dari negara Swedia. Harga Trangia memang tidak murah dan meskipun akhir-akhir ini banyak jenis-jenis kompor berbahan spiritus yang meniru-niru desain kompor Trangia, namun Trangia tetap menjadi merk favorit yang sukar untuk ditandingi. Apakah harga Trangia murah? penulis lebih beranggapan bahwa murah dan mahal itu adalah relatif. Namun bila mengacu pada kondisi perekonomian Indonesia maka harga kompor merk Trangia adalah tergolong mahal.

Menurut penulis kompor pendaki gunung berbahan bakar spiritus ini mempunyai tingkat kemudahan dalam mencari bahan bakarnya setelah kompor berbahan bensin atau pertamax. Karena sampai di pelosok-pelosok desa pun penjual spiritus masih ada, meskipun tidak sebanyak penjual bensin premium dan pertamax yang lebih banyak lagi jumlahnya. Selain itu perawatannya juga tidak terlalu rumit. Serta yang jelas adalah penggunaannya tergolong sangat mudah. Tinggal memasukkan cairan spiritus ke dalam burner dan dinyalakan.

Alternatif selain kompor merk Trangia yang harganya memang cukup mahal, pendaki gunung juga bisa membuat sendiri kompor spiritus dari kaleng minuman ringan (sprite, cocacola, pepsi, dll.). Apakah kompor spiritus mini murah? Kelebihan dari kompor spiritus buatan sendiri adalah murah dan bisa sebagai alternatif untuk daur ulang sampah kaleng bekas minuman ringan. Kekurangan dari kompor berbahan bakar spiritus buatan sendiri ini adalah konstruksinya yang tidak terlalu kokoh sehingga ada kemungkinan penyok di perjalanan dan mudah rusak seiring penggunaannya.

Hal ini karena memang kaleng minuman ringan tersebut hanya terbuat dari plat aluminium tipis. Namun kedua kekurangan tersebut biasa diatasi dengan membawa cadangan kompor buatan sendiri ini lebih dari satu karena memang biayanya murah sehingga bila rusak maka bisa segera bikin lagi bahkan bisa membuat lebih dari satu sekaligus.

4. Kompor lapang berbahan bakar cair bertekanan (pressurized liquid fuel stoves)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kompor lapang berbahan bakar bensin premium, pertamax (petrol, gasoline, white gas), solar (bahan bakar diesel), atau minyak gas (kerosene) ini paling mudah untuk mendapatkan bahan bakarnya, kecuali minyak gas (kerosene) yang sekarang sangat jarang yang jual. Premium dan pertamax serta agak jarang solar masih banyak yang jualan di pinggir-pinggir jalan sampai ke pelosok-pelosok desa, karena memang keduanya dipakai untuk bahan bakar kendaraan bermotor, serta solar yang banyak dipakai untuk kendaraan roda empat jenis diesel. Satu lagi jenis bahan bakar yang ada untuk kendaraan bermotor namun masih jarang dijual secara luas di pinggir-pinggir jalan sampai saat tulisan ini ditulis, yaitu pertalite.

Kompor jenis ini memang bisa dipakai dengan menggunakan berbagai macam jenis bahan bakar yang telah disebutkan tadi, sehingga kompor lapang jenis disebut kompor multifuel (bisa menggunakan berbagai macam bahan bakar). Sesuai namanya “pressurized liquid fuel stoves” atau kompor berbahan bakar cair bertekanan, kompor jenis ini menggunakan sistem bahan bakar cair yang berada di dalam tabung bertekanan.

Oh iya satu lagi, dengan alat tambahan atau adapter tertentu maka kompor multifuel ini juga bisa menggunakan bahan bakar gas dalam tabung kecil siap pakai (gas cartridge). Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan kompor jenis multifuel ini adalah perlunya perawatan sebaik mungkin secara rutin pada komponen-komponennya. Ini karena memang konstruksi kompor multifuel ini yang sedikit lebih kompleks dan rumit jika dibandingkan dengan jenis kompor yang lain.

Perawatan secara rutin akan memastikan kompor multifuel tersebut akan selalu siap untuk digunakan kapan saja saat dibutuhkan. Penggunaan bahan bakar jenis tertentu semisal minyak gas (kerosene) akan menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna sehingga meninggalkan warna hitam atau jelaga pada sekitar burner kompor. Kompor jenis multifuel ini karena menggunakan tekanan maka juga relatif mengeluarkan suara yang berisik dalam penggunaannya jika dibanding dengan kompor jenis lain yang menggunakan bahan bakar spiritus ataupun gas dalam tabung kecil siap pakai (gas cartridge).

Prinsip kerja kompor jenis multifuel ini adalah dengan menggunakan tekanan oleh pemompaan dan penguapan oleh pemanasan cairan bahan bakar, sehingga kompor jenis ini juga disebut pressure stove. Merk kompor lapang jenis ini yang terkenal adalah Primus Omnifuel, MSR Whisperlite, MSR DragonFly, MSR XGK EX, OPTIMUS nova 82, dan lain-lain.

5. Kompor Lapang Berbahan Bakar Jenis Lain

Selain kompor yang umum dan banyak dipakai di atas maka masih ada kompor jenis lain yang jarang dipakai para pendaki namun tidak menutup kemungkinan masih ada yang menggunakannya. Jenis-jenis kompor tersebut adalah yang menggunakan bahan bakar lilin, kayu, spiritus dalam bentuk gel, dan sinar surya. Bila kompor menggunakan bahan bakar kayu maka akan banyak meninggalkan jelaga pada panci. Selain itu juga kurang ramah lingkungan karena akan menyebabkan pengambilan kayu di sepanjang jalur pendakian gunung meningkat.

Demikianlah tadi telah diulas mengenai berbagai macam jenis kompor lapang dengan berbagai macam jenis bahan bakarnya. Semoga tulisan ini bisa memberikan pengetahuan bagi pembaca idehidup.com serta para pendaki pemula dan sedikit memberikan cerita  nostalgia bagi para pendaki yang sudah berpengalaman.

Mungkin anda juga tertarik untuk membaca artikel-artikel berikut ini: