6 Cara Mendapatkan Prestasi di Kampus Saat Kuliah di Perguruan Tinggi

Secara umum prestasi di kampus saat kuliah bisa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu prestasi akademik dan prestasi non akademik. Bila kita mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi maka baik itu prestasi akademik maupun non akademik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Jadi profil mahasiswa berprestasi akan dikatakan sempurna prestasinya bila dia mampu mencapai prestasi di bidang akademik dan prestasi di bidang non akademik secara bersamaan. Tulisan ini akan mengulas macam-macam contoh prestasi mahasiswa dan bagaimana cara menjadi mahasiswa berprestasi versi idehidup.com, selamat menikmati sajian kami.

Prestasi Akademik

Prestaasi akademik merupakan jenis prestasi yang berhubungan dengan bidang disiplin ilmu yang dipelajari secara resmi di Perguruan Tinggi. Prestasi jenis ini erat kaitannya dengan proses belajar mengajar yang selama ini diikuti di kampus tempat seorang mahasiswa kuliah. Berikut ini adalah beberapa jenis prestasi akademik:

1. IPK tinggi

Prestasi akademik dengan mendapatkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tinggi secara umum telah menjadi semacam patokan utama. Hal ini karena memang IPK tinggi merupakan parameter yang mudah digunakan untuk menilai kemampuan akademis hasil belajar para mahasiswa. Kompetensi seorang mahasiswa di bidang disiplin ilmu yang dipelajarinya secara global tercermin dari IPK yang diperolahnya. Cara untuk mendapatkan prestasi akademik IPK tinggi telah dibahas oleh idehidup.com di artikel yang berjudul 14 Trik Super Rahasia Meraih IPK Tertinggi: Pengantar Dasar-dasar Cara Belajar di Perguruan Tinggi Secara Optimal

prestasi mahasiswa, prestasi mahasiswa tingkat internasional, profil mahasiswa berprestasi, peran dan fungsi mahasiswa, mahasiswa berprestasi nasional, pengertian mahasiswa berprestasi, artikel mahasiswa berprestasi, menjadi mahasiwa berprestasi, juara mawapres nasional, cara menjadi mahasiswa berprestasi, cara meningkatkan motivasi berprestasi, macam-macam prestasi, contoh prestasi,

2. Juara lomba bidang disiplin ilmu

Selain prestasi akademik IPK tinggi, masih ada satu lagi jenis prestasi akademik lainnya. Prestasi akademik tersebut adalah juara lomba bidang keilmuan pada masing-masing jurusan, misalnya adalah juara lomba rancang bangun jembatan dan kekuatan beton bagi mahasiswa teknik sipil. Juara lomba robot bagi mahasiswa teknik elektro dan teknik mesin. Cara mendapatkan prestasi akademik jenis ini maka salah satunya perlu bergabung dengan organisasi-organisasi mahasiswa intra kampus yang berfokus pada perlombaan-perlombaan seperti itu tadi. Karena yang dikirim menjadi kontingen perlombaan biasanya adalah dari unit aktivitas mahasiswa yang bergerak di bidang tersebut. Selain itu kakak-kakak angkatan senior juga akan memberikan bimbingan kepada adik-adik juniornya sebagai salah satu program kegiatan organisasi kemahasiswaan mereka.

Tentang manfaat bergabung di kegiatan organisasi kemahasiswaan telah di bahas dalam tulisan kami lainnya yang berjudul Manfaat Aktif di Kegiatan Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan.

Selain itu kompetisi di bidang disiplin keilmuan juga tersedia berupa lomba karya ilmiah mahasiswa yang saat ini biasanya berupa Program Kreativitas Mahasiswa. Saat ini (berdasarkan pedoman PKM 2016) terdapat beberapa jenis Program Kreativitas Mahasiswa yang dilombakan, diantaranya yaitu:

  1. Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P), yang terdiri dari Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) dan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH)
  2. Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K)
  3. Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M)
  4. Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T)
  5. Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC)
  6. Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI)
  7. Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT)

Prestasi akademik jenis ini cara mendapatkannya adalah dengan memperbanyak diri dalam memikirkan permasalahan yang ada di masyarakat kemudian mencarikan solusinya sesuai bidang keilmuan yang dikuasai. Selain itu juga memerlukan kreativitas dan daya nalar analitis seorang mahasiswa. Biasanya di kampus-kampus tertentu juga terdapat organisasi mahasiswa intra kampus atau unit aktivitas mahasiwa yang bergerak di bidang karya ilmiah, sehingga di sini para mahasiswa junior banyak dibimbing oleh para mahasiswa senior untuk dilatih bagaimana cara membuat karya ilmiah yang baik untuk diikutkan lomba.

3. Publikasi Ilmiah

Sebagai insan yang bergerak di bidang ilmiah maka sudah sewajarnya bila prestasi-prestasi dinilai dari sisi kontribusi pada komunitas ilmiah. Salah satu yang bisa dinilai adalah jumlah publikasi ilmiah yang telah dihasilkan. Meskipun terkadang juga bukan pada jumlah publikasi ilmiah saja, namun pada kualitas publikasi ilmiah. Misalnya adalah dengan mengukur impact factor dari publikasi ilmiah yang telah dihasilkan. Atau seberapa besar efek dari publikasi karya ilmiah yang telah dihasilkan baik itu secara skala regional maupun secara skala global.

Saat ini diwajibkan publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan di jenjang S1, S2, dan S3. Salah satunya adalah publikasi artikel di jurnal-jurnal ilmiah. Di kalangan akademisi seperti professor juga diwajibkan untuk menghasilkan karya ilmiah dalam jumlah tertentu per tahunnya.

Cara meraih prestasi jenis ini adalah dengan melatih diri dan membiasakan diri untuk terus belajar secara terus-menerus menulis ilmiah. Cara termudah salahsatunya adalah dengan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan laporan praktikum (untuk yang dari jurusan keilmuan alam) dan jangan hanya menyontek laporan praktikum kawan-kawan lainnya. Selain itu juga bisa dilatih perlahan dengan mengerjakan tugas-tugas pembuatan makalah yang diberikan dosen. Pengerjaan laporan praktikum dan pengerjaan tugas-tugas kuliah pembuatan makalah secara sungguh-sungguh tanpa saling mencontek akan memberikan dasar-dasar yang kuat dalam pembuatan karya yang bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Cara lainnya untuk mengasah keterampilan menulis publikasi ilmiah adalah dengan sering-sering mengikuti perlombaan Program Kreativitas Mahasiswa seperti yang telah dijabarkan sebelumnya (poin 2). Penulisan naskah Program Kreativitas Mahasiswa juga memberikan latihan dalam menulis untuk dipublikasikan di jurnal ilmiah. Bahkan jenis Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) secara langsung mengkhususkan pada hasil berupa publikasi ilmiah.

Mungkin anda juga tertarik untuk membaca tulisan kami yang berjudul 7 Cara Mengatasi Kesalahan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

dan mungkin anda juga tertarik pada tulisan kami yang berjudul 8 Kendala Menulis Karya Ilmiah dan Cara Mengatasinya

Prestasi Non Akademik

Prestasi non akademik merupakan prestasi di luar bidang akademik yang secara tidak langsung juga menunjang kegiatan akademik. Seperti yang telah dibahas di bagian pembukaan tulisan ini, yaitu bahwa Tridharma Perguruan tinggi secara umum meliputi akademik dan non akademik, oleh karena itu prestasi-prestasi di bidang non akademik juga diperhitungkan di lingkungan pendidikan tinggi.

4. Juara Lomba Unit Kegiatan Mahasiswa

Banyak kejuaraan-kejuaraan seperti kejuaraan olahraga atau kesenian yang pesertanya adalah para mahasiswa. Biasanya yang dikirim untuk mengikuti perlombaan-perlombaan tersebut adalah dari organisasi intra kampus Unit Aktivitas Mahasiswa yang berkaitan dengan jenis lombanya. Lomba-lomba pada Pekan Olah Raga Mahasiswa tentunya kemungkinan besar juga pesertanya adalah dari organisasi mahasiswa Unit aktivitas keolahragaan. Lomba-lomba di bidang seni maka kontingen yang dikirim kemungkinan besar adalah dari anggota organisasi intra kampus Unit Aktivitas Mahasiswa di bidang seni tertentu.

Cara mendapatkan prestasi jenis ini maka bisa dirintis dengan bergabung dengan organisasi unit aktivitas mahasiwa sesuai dengan bidang yang diminati. Oleh karena itu jangan ragu untuk bergabung ke unit kegiatan mahasiswa seperti kegiatan mahasiswa keagamaan, koperasi mahasiswa, pers mahasiswa, pramuka, Palang Merah (KSR), Resimen Mahasiswa, drum band, seni tari, serta di bidang olahraga seperti atletik, bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, basket, bola voli berbagai macam jenis beladiri dan lain sebagainya.

Mungkin anda juga tertarik untuk membaca tulisan idehidup.com lainnya yang berjudul 7 Manfaat Berlatih Beladiri Yang Mungkin Belum Anda Ketahui.

5. Aktif di organisasi mahasiswa (leadership)

Aktif dan terlibat di organisasi mahasiswa juga merupakan prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiwaan akan memiliki keterampilan dan pengalaman kepemimpinan yang memadai. Apalagi bila mahasiswa tersebut menjadi pengurus harian seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan ketua sie, maka itu merupakan suatu nilai tambah bagi kualitas seorang mahasiswa.

Beberapa lembaga pemberi beasiswa juga memperhitungkan dan mengutamakan calon penerima beasiswanya adalah yang memiliki keterampilan kepemimpinan dengan dibuktikan aktif di kegiatan organisasi mahasiswa serta pendampingan masyarakat. Cara mendapatkan prestasi jenis ini adalah dengan bergabung serta terlibat aktif di organisasi mahasiswa baik itu yang intra kampus maupun juga bisa organisasi mahasiswa ekstra kampus.

Berkaitan dengan hal ini, idehidup.com juga pernah membahas mengenai leadership khususnya mengenai manfaat kepemimpinan keorganisasian pada tulisan yang berjudul 10 Manfaat Menjadi Ketua Sie Dalam Organisasi Siswa, Mahasiswa, dan Kepemudaan.

6. Pendampingan masyarakat (pengabdian masyarakat)

Prestasi non akademik lainnya adalah aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Bentuknya bisa pendampingan masyarakat di bidang-bidang tertentu. Semacam pemberian pelatihan keterampilan kepada masyarakat. Atau juga bantuan advokasi masyarakat pada kasus-kasus masyarakat yang tertindas. Cara mendapatkan prestasi yang seperti ini adalah dengan bergabung dan aktif di organisasi mahasiswa atau organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat.

Mahasiswa akan diasah kepekaan sosialnya dengan terlibat berhadapan dan mengatasi secara langsung pada realita permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Berhubungan dengan poin 2, kegiatan pendampingan masyarakat ini juga bisa sekalian diintegrasikan dengan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), sehingga inilah titik relevansi kolaborasi dan pengoptimalan prestasi akademik dan prestasi non akademik bisa berjalan beriringan. Karena memang pendekatan-pendekatan holistik seperti inilah yang diperlukan untuk pembangunan masyarakat luas dan hasilnya bisa langsung dirasakan.

Demikianlah sebagian prestasi-prestasi yang bisa diperoleh di kampus saat kuliah di perguruan tinggi versi idehidup.com. Semoga setelah membaca tulisan ini kita bisa terbuka pikiran dan wawasan bahwa prestasi saat kuliah itu tidak hanya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) saja. Masih ada jenis-jenis prestasi lain yang bisa diraih dan didapatkan. Selamat berjuang! Hidup Mahasiswa!