7 Alasan Mengapa Bisnis Anak Muda Gagal

Nah barangkali kamu wahai anak muda mencari penyebab mengapa bisnis kamu gagal, idehidup.com pada artikel ini akan membahas beberapa penyebab kegagalan tersebut. Sangat penting adanya untuk mengetahui penyebab kegagalan bisnis anak muda apabila seorang anak muda pantang menyerah dan ingin bangkit lagi dari kegagalan dan kemudian terus mencari peluang bisnis lagi dan lagi tanpa henti.

Proses bangkit dari kegagalan memerlukan evaluasi tentang apa saja yang sudah terjadi pada proses menjalankan bisnis. Yuk mari kita simak tulisan ini untuk mengetahui apa saja penyebab kegagalan bisnis anak muda versi idehidup.com. Baca sampai paragraf terakhir ya.

bisnis anak muda, bisnis anak muda yang menjanjikan, usaha anak muda kreatif, contoh bisnis anak muda, bisnis anak muda masa kini, memilih jenis usaha untuk anak muda, usaha anak muda di desa, 99 bisnis anak muda,  bisnis anak muda masa kini, bisnis anak muda kekinian, bisnis anak mudah, bisnis anak muda modal 1 juta, bisnis anak muda jaman now, bisnis anak muda yang lagi trend, bisnis anak muda dengan modal kecil, bisnis anak muda luar negeri, bisnis anak muda jaman sekarang, artikel bisnis anak muda

1. Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas

Kebanyakan yang terjadi pada bisnis anak muda yang gagal disebabkan oleh tujuan bisnis yang tidak jelas. Penentuan tujuan bisnis yang dangkal juga bisa jadi hanya akan membawa bisnis anak muda tersebut jalan di tempat tidak berkembang. Tujuan bisnis yang tinggi akan memberikan tantangan untuk dicapai. Tujuan bisnis yang tinggi memang akan terlihat sulit dan munstahil digapai namun akan memunculkan kreativitas-kreativitas dan inovasi-inovasi baru sebagai usaha untuk mencapainya. Berkaitan dengan tujuan yang jelas, maka cobalah membaca artikel idehidup.com yang berjudul 5 Rahasia Perencanaan Tujuan dan Pembuatan Keputusan yang Jarang Diketahui Banyak Orang.

2. Tidak Mengetahui Posisi Bisnisnya Saat ini

Kondisi bisnisnya saat ini juga perlu diketahui oleh seorang pebisnis muda. Sudah sampai mana perjalanan bisnis yang dirintisnya. Bila sebelumnya tidak ditentukan tujuan dari bisnis yang dilakukannya maka akan menyebabkan kurangnya perhatian terhadap kondisi bisnisnya saat ini. Bila tidak mengetahui kondisi dan keadaan bisnisnya saat ini maka jangan-jangan bahkan saat keadaan bisnisnya kritis dan hampir ambruk pun tidak diketahui. Oleh karena itu bila tujuan sudah ditetapkan maka akan bisa ditarik suatu jalur yang akan dilalui mulai dari bisnis dirintis sampai pada tujuan. Jalur tersebut akan menjadi panduan sudah sampai manakah perjalanan bisnis tersebut.

3. Tidak Mengetahui Kondisi Diri (Intrapersonal)

Tidak kalah penting pula adalah kemampuan untuk memahami dan menyadari kondisi diri sendiri. Kemampuan mengelola diri sendiri ini biasanya dikenal dengan istilah keterampilan intrapersonal. Keterampilan ini berkaitan dengan bagaimana cara penguasaan diri terhadap manajemen emosi, kemampuan menyemangati diri sendiri, kemampuan mengendalikan diri dari godaan hal-hal yang menghambat atau bahkan menggagalkan kesuksesan dalam berbisnis. Berkaitan dengan hal ini, barangkali kita perlu menyimak artikel idehidup.com yang berjudul 7 Rahasia Cara Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik.

4. Mencari Cara Paling Mudah Enak Cepat

Sering terjadi juga kebanyakan anak muda dalam menjalankan bisnisnya hanya menginginkan cara yang paling mudah, cara yang paling enak, dan cara yang paling cepat. Bahkan terkadang karena sibuk mencari cara mana yang paling mudah, cara mana yang paling enak, cara mana yang paling cepat, hingga akhirnya malah tidak segera action dan terus saja masih sibuk mencari.

Bisa jadi anak muda ini sedang lupa bahwa ada hukum alam bahwa segala sesuatu itu ada proses yang harus terjadi dan harus dilewati. Sedangkan proses itu sendiri memerlukan waktu supaya bisa terjadi. Apabila kita menginginkan sesuatu maka ada ruang-ruang tertentu yang harus dilalui dan ada waktu yang harus dilewati. Dengan kata lain salah satu ciri utama orang yang bahasil adalah orang yang menyukai proses perjalanan untuk menggapai kesuksesan.

5. Kurang Pengetahuan di Bidang Manajemen Bisnis

Biasanya setelah bisnis berjalan yang terjadi kemudian adalah bisnis tersebut terasa seperti jalan di tempat dan kurang berkembang. Bila terjadi seperti ini maka salah satu kemungkinan yang terjadi adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan di bidang manajemen bisnis. Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengikuti seminar-seminar bisnis, pelatihan-pelatihan bisnis, dan bergabung dengan komunitas-komunitas pebisnis. Dengan demikian harapannya adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan di bidang manajemen bisnis sehingga akan mengangkat dan mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan.

6. Terlalu Banyak Berkhayal Sedikit Action

Kemungkinan lain penyebab ketidakberhasilan anak muda dalam menjalankan bisnis adalah karena terlalu banyak membayang-bayangkan, terlalu banyak diangan-angankan, terlalu banyak bermimpi, terlalu lama ditimbang-timbang. Namun bisnisnya tidak segera dimulai dan dijalankan atau bahasa kekiniannya adalah tidak segera action. Bisa juga terlalu banyak membaca buku-buku tentang bisnis, terlalu banyak mengikuti kursus, seminar, pelatihan bisnis, namun ternyata bisnisnya tidak segera dijalankan karena takut dan gamang untuk memulai bingung apa yang perlu dilakukan pertama kali.

Oleh karena itulah ada yang mengatakan bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan dan bukan hanya diangan-angankan saja. Mental pebisnis yang berhasil adalah yang memiliki keberanian bersegera memulai bisnis serta keberanian dalam mengambil tindakan bisnis. Ada juga yang terlalu banyak membaca buku-buku atau artikel tentang kisah keberhasilan pencapaian orang-orang sukses. Semacam menjadi fans orang-orang sukses namun dirinya sendiri belum pernah sukses.

7. Kurang Fokus dan Tergesa-gesa

Ada kalanya juga anak muda ketika “sedikit” terlihat berhasil maka akan berusaha melebarkan bisnis secara tergesa-gesa. Banyak kisah mengenai bisnis sukses anak muda yang kemudian gulung tikar. Salah satu di antara penyebab bangkrutnya bisnis anak muda adalah karena membuka unit bisnis baru secara tergesa-gesa sehingga kurang fokus dalam menjalankan bisnis. Hingga akhirnya unit bisnis baru tersebut memberatkan keuangan bisnis yang lama hingga akhirnya malah menyebabkan bangkrut keduanya.

Sebetulnya tidak menjadi masalah dengan pelebaran sayap dengan membuka unit bisnis baru, namun harus disertai dengan kuatnya unit bisnis lama. Selain itu juga bila setelah dianalisis secara mendalam bahwa unit bisnis baru memberatkan dan tidak kunjung menghasilkan laba maka harus diambil tindakan tegas untuk menghentikannya.

Demikianlah berbagai macam penyebab bisnis anak muda mengalami kegagalan versi idehidup.com. Semoga pembahasan tersebut bisa memberikan sekilas gambaran kepada kita semua. Namun demikian, berbagai macam penyebab bisnis anak muda gagal yang telah diuraikan di atas jangan menjadikan ragu-ragu dalam melangkah di dunia bisnis, tetapi jadikanlah sebagai pengingat supaya waspada terhadap lubang-lubang jebakan kegagalan.

data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,2" data-matched-content-ui-type="image_stacked"