7 Cara Ampuh Mengatasi Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan menjadi suatu fenomena yang banyak menggejala pada diri seseorang. Secara tidak disadari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan telah menggerogoti secara perlahan-lahan produktivitas seseorang. Apabila tidak segera disadari maka kebiasaan menunda pekerjaan ini akan semakin kronis mencengkeram yang berakibat pada menurunnya performa, kepercayaan diri, serta bermuara pada timbulnya depresi pada diri seseorang. Oleh karena itulah jangan menunda pekerjaan apapun itu alasannya. Jangan sampai menunda-nunda pekerjaan menjadi kebiasaan yang mengakar secara kronis. Sebagian dari kita mungkin pernah merasakan susahnya menghindarkan diri dari kebiasaan menunda pekerjaan. Untuk mengatasi timbulnya gejala menunda pekerjaan maka perlu diketahui penyebab munculnya alasan terjadinya menunda pekerjaan. Setelah tahu mengenai penyebab timbulnya menunda pekerjaan maka akan lebih mudah dalam mencari cara untuk mengatasi dan mengobatinya. Berikut ini idehidup.com akan membahas mengenai penyebab-penyebab terjadinya kebiasaan menunda pekerjaan beserta tip dan trik serta kiat-kiat mengenai cara untuk tidak menunda-nunda pekerjaan.

1. Menunda Pekerjaan karena Takut Akan Hasil Akhir yang Tidak Memuaskan

Salah satu penyebab seseorang menunda-nunda pekerjaan adalah karena takut atau khawatir bahwa nanti hasil akhir dari pekerjaan tersebut kurang baik dan tidak memuaskan. Sehingga orang tersebut sangat ketakutan dan dibayangi oleh rasa ragu-ragu untuk memulai mengerjakan tugas atau pekerjaannya. Akhirnya orang tersebut justru terjebak dalam kegelisahan sampai dia tidak segera mengerjakan tugas atau pekerjaannya. Tahu-tahu ternyata sudah mendekati tenggat waktu (deadline), orang tersebut akhirnya mengerjakan tugas atau pekerjaan karena takut pekerjaan tersebut tidak selesai sehingga dikerjakan dengan tergesa-gesa. Sebetulnya sama saja antara dikerjakan secara tergesa-gesa ketika mendekati deadline atau dikerjakan jauh-jauh hari sebelum deadline. Padahal justru bila dikerjakan jauh-jauh hari sebelum deadline maka akan membuat pikiran tidak gelisah dan tidak dibayang-bayangi ketakutan. Bila pekerjaan atau tugas segera dikerjakan maka akan membuat kehidupan menjadi damai karena terbebas dari bayang-bayang rasa gelisah dan rasa ketakutan karena tugas atau pekerjaan belum selesai.

Cara mengatasi: Kerjakan dulu apa adanya. Apa yang bisa dikerjakan maka dikerjakan tanpa menghiraukan ketakutan-ketakutan hasil akhir yang kurang memuaskan. Apapun itu hasilnya nanti maka kerjakan saja dulu. Semisal bagi seorang mahasiswa yang mendapatkan tugas kuliah membuat tulisan essay maka tulis saja apa yang ada di kepala tentang topik essay yang diberikan, pokoknya tulis dulu dan jangan takut melakukan kesalahan penulisan. Nah jika ternyata proses penulisan draft kasar essay tersebut sudah tercapai target tertentu (misal dosen memberikan minimal menulis essay 5000 kata), maka selanjutnya adalah tinggal mengedit saja dengan membetulkan di sana-sini bila ada tambahan atau pengurangan pada tulisan. Selain itu, bila sudah tercapai sebagian target (misalnya pada contoh ini adalah sudah tercapai terget 5000 kata meskipun masih draft kasar), hal ini akan memberikan semangat yang lebih tinggi untuk menyelesaikan jika dibandingkan dengan bila belum menyelesaikan sama sekali. Dengan demikian kita akan terhindar dari menunda-nunda pekerjaan.

menunda pekerjaan, jangan menunda pekerjaan, menunda-nunda pekerjaan, dampak menunda pekerjaan, contoh kebiasaan menunda waktu, akibat malas bekerja, penyebab malas beraktivitas, jangan menunda nunda, kebiasaan menunda pekerjaan

2. Menunda Pekerjaan karena Bayangan Tidak Berdaya Mengatasi Kompleksitas yang Dihadapi

Suatu proyek pekerjaan atau tugas terkadang memang terlihat kompleks atau memang benar-benar kompleks. Hal seperti ini akan membuat pikiran menjadi sangat kalut dan untuk membayangkannya saja sudah tidak berani. Kompleksitas suatu pekerjaan atau tugas akan teramat sangat menakutkan karena bayang-bayang pastinya itu sulit dan berat untuk dikerjakan. Sulit dan berat untuk dilakukan inilah yang membuat seseorang menjadi tidak berdaya sehingga seseorang menjadi melarikan diri dari kenyataan bahwa dia harus segera menyelesaikan tugas atau pekerjaan tersebut. Jangankan segera mengerjakan tugas atau pekerjaan tersebut, orang tersebut justru menunda-nunda pekerjaan dan penyelesaiannya sebagai pelarian dari rasa kalut.

Cara mengatasi: Yang perlu dipahami dari jenis penyebab menunda pekerjaan jenis ini adalah se-kompleks apapun suatu pekerjaan atau tugas atau proyek bila tidak segera dikerjakan maka tidak akan selesai dan malah menjadi berlarut-larut. Cara untuk mengatasi ketakutan akibat membayangkan kompleks-nya pekerjaan yang akan dihadapi adalah dengan memecah-mecah atau membagi-bagi pekerjaan yang harus diselesaikan. Dari suatu pekerjaan yang besar maka dibagi-bagi menjadi pekerjaan-pekerjaan yang lebih kecil-kecil lagi. Dengan pembagian pekerjaan menjadi lebih kecil-kecil lagi seperti ini maka bayangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang kompleks dan rumit akan terhindarkan. Setahap-demi setahap menyelesaikan bagian-bagian kecil dari suatu proyek besar akan membuat tidak terasa ketika mengerjakannya hingga akhirnya proyek besar tersebut selesai.

3. Menunda Pekerjaan karena Kemalasan dan Pemberontakan

Menunda pekerjaan bisa disebabkan oleh karena kemalasan pada diri seseorang. Kemalasan ini bisa disebabkan sebagai bentuk pemberontakan. Misalnya ketika seseorang sudah membenci terhadap pemberi perintah maka akan terjadi kemalasan yang luar biasa untuk menyelesaikan perintah tersebut sebagai suatu bentuk pemberontakan perlawanan terhadap pemberi perintah.

Cara mengatasi: Maka sejak awal segera tentukan ketetapan hati untuk bekerja di bawah pimpinan pemberi perintah tugas tersebut. Bila memang tidak cocok maka segera mengundurkan diri dari pada berlarut-larut hingga malah menyebabkan kemalasan tanpa semangat dalam bekerja. Atau bila memang masih ingin berada pada proyek atau pekerjaan tersebut maka segeralah membuat ketatapan hati untuk tetap bersemangat menyelesaikan segala tugas yang diberikan dengan penuh tanggungjawab dan penuh semangat. Apabila sudah seperti ini maka kemungkinan untuk menunda pekerjaan akan terhindarkan.

4. Menunda Pekerjaan karena Kurang Motivasi

Salah satu penyebab menunda-nunda pekerjaan atau penyelesaian tugas adalah karena kurangnya motivasi. Kurangnya motivasi menyebabkan kurang bersemangat dalam mengerjakan suatu tugas. Misalnya adalah seorang pekerja yang tidak bersemangat menyelesaikan pekerjaannya karena dia bekerja di tempat dia bekerja sekarang secara terpaksa. Sehingga hal ini akan membuat dia ogah-ogahan dan berat hati dalam menyelesaikan tugas yang harus diselesaikannya. Contoh lainnya adalah seorang mahasiswa yang sangat malas mengerjakan tugas-tugas kuliahnya karena dia kuliah di jurusan yang tidak sesuai dengan minatnya. Atau dia kuliah karena dipaksa oleh orang tuanya, sedangkan dia sendiri tidak ingin kuliah. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang berhubungan dengan fenomena menunda-nunda pekerjaan akibat kurangnya motivasi pada diri sendiri.

Cara mengatasi: Tidak ada jalan lain selain mencari cara untuk membangkitkan motivasi dari dalam diri sendiri untuk bersemangat mengerjakan menyelesaikan pekerjaan yang telah dibebankan. Sebelum penyakit kronis menunda-nunda pekerjaan semakin menyerang dan menggerogoti mentalitas maka harus segera dicari jalan untuk membangkitkan motivasi dan membuatnya berkobar. Pada contoh tidak semangatnya seseorang akibat terpaksa bekerja pada tempat tertentu maka bisa dicoba untuk merenung dan mencari semangat motivasi bagi orang tersebut. Misal membayangkan keluarganya yang harus dicukupi kebutuhan hidupnya. Atau menyemangati diri untuk bekerja sebaik-baiknya meskipun bukan pada bidang yang disukainya karena hal tersebut berhubungan dengan kohormatan diri yang pantang untuk bekerja secara setengah-setengah dan malas-malasan meskipun itu pada bidang yang tidak disukai. Hal ini akan menghindarkan diri dari menunda-nunda pekerjaan.

Pada contoh tidak semangatnya seorang mahasiswa karena salah mengambil jurusan atau kuliah akibat paksaan dari orang tua, maka bisa dicari motivasi lain semisal tidak mengapa kuliah di tempat tersebut yang penting orang tua bisa bahagia, karena kapan lagi bisa membahagiakan orang tua. Atau segera menyelesaikan kuliahnya tersebut secara cepat-cepat lulus sehingga tanggungan tanggungjawab dari orang tua sudah terselesaikan dan dia bisa segera melakukan apa yang dia sukai tanpa terganggu oleh kuliah. Inti dari semuanya ini adalah bagaimana cara membangkitkan semangat dan membangkitkan motivasi. Dengan begitu maka menunda-nunda pekerjaan tugas-tugas kuliah tidak akan terjadi.

5. Menunda Pekerjaan karena Kurang Fokus dan Merasa Lelah

Saat ini kita hidup dalam dunia zaman informasi. Tersedianya berbagai macam informasi hanya melalui genggaman tangan sehingga kita menjadi tahu segala macam informasi yang kita butuhkan dengan sekali pencet. Namun di sisi lain, informasi-informasi yang tersedia secara luas tersebut bisa menjadi pembunuh produktivitas karena justru menjadi pengalih perhatian. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian dari kita menjadi semacam ketagihan dengan media sosial. Setiap detik setiap waktu selalu melihat ke layar untuk update status, posting foto, mengomentari status teman, mengomentari foto teman, atau membaca informasi-informasi yang tidak terlalu penting. Dan akhirnya tahu-tahu waktu untuk mengerjakan tugas yang telah dibebankan ke kita menjadi habis hanya untuk bermain-main dengan hal yang tidak penting. Jika sudah seperti ini maka energi dihabiskan untuk mengerjakan hal-hal yang kurang produktif. Yang terjadi adalah kelelahan yang tidak bermakna. Maka selanjutnya ini akan menjadi alasan untuk menunda-nunda pekerjaan.

Cara mengatasi: Tidak ada jalan lain selain membatasi diri untuk tidak terlalu aktif secara berlebihan di media sosial. Apabila sudah ketagihan media sosial secara akut maka diperlukan perenungan secara mendalam supaya sadar bahwa yang dilakukan hanyalah buang-buang waktu dan mengurangi produktivitas diri. Karena bisa jadi juga hal-hal seperti ini menjadi semacam “pelarian” dari tekanan tugas yang harus diselesaikan. Perlu memikirkan ulang prioritas dalam hidup, apakah pekerjaan ataukah bermain-main di media sosial. Dengan begitu semoga akan terhindarkan dari kebiasaan menunda pekerjaan.

6. Menunda Pekerjaan karena Tidak Tahu Mulai Dari Mana dan Kapan Suatu Pekerjaan Mulai Dikerjakan

Ketika anda akan mengerjakan suatu pekerjaan, pernahkah anda merasa tiba-tiba tidak tahu harus melakukan apa, dan tidak tahu harus mulai dari mana, dan merasa ragu-ragu apakah harus dikerjakan sekarang (blank). Bila anda merasakannya berarti anda akan mengalami gejala menunda-nunda pekerjaan. Kebingungan-kebingungan seperti ini akan membuat jadi malas memulai suatu pekerjaan hingga bila dibiarkan berlarut-larut akan mengarah menjadi menunda-nunda pekerjaan tingkat akut.

Cara mengatasi: Segera lakukan reorientasi atau melakukan penentuan arah ulang. Segera sadarkan diri anda untuk memetakan ulang di mana letak anda sekarang dan berusahalah untuk juga memetakan apa saja yang harus anda lakukan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Seperti yang juga sudah dibahas sebelumnya, bahwa bila tugas atau pekerjaan tersebut terlihat besar maka pecah-pecahlah pekerjaan tersebut menjadi sub-sub pekerjaan yang lebih kecil. Dengan membagi-bagi menjadi sub-sub pekerjaan yang lebih kecil seperti ini maka suatu pekerjaan yang besar akan lebih terlihat logis dan lebih mudah untuk diselesaikan. Setelah itu jangan hanya berhenti sampai di sini saja, maka langkah selanjutnya adalah segera melakukan tindakan (action) untuk menyelesaikan sub pekerjaan demi sub pekerjaan hingga semuanya terselesaikan. Maka tidak terasa pekerjaan yang terlihat besar dan kompleks tersebut akan selesai dengan sendirinya. Bila sudah seperti ini maka menunda pekerjaan hanyalah tinggal kenangan.

7. Menunda Pekerjaan karena Perfeksionis (yang hanya di pikiran tapi tidak segera bertindak)

Terkadang bisa jadi terlintas pada diri kita untuk berusaha membuat atau menyelesaikan pekerjaan atau tugas sesempurna mungkin. Di pikiran semacam selalu terngiang-ngiang dan terbayang-bayang untuk membuat tugas tersebut sesempurna mungkin. Namun permasalahan yang sering terjadi adalah karena di pikiran sudah tertanamkan untuk membuat yang sempurna sekali, maka akhirnya justru ini menjadi beban, dan beban ini berakhir menjadi tekanan mental yang justru mengarah menjadi ketakutan yang luar biasa untuk memulai pekerjaan dan penyelesaian tugas tersebut. Akhirnya mengarah ke menunda pekerjaan.

Karena ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan ini maka akhirnya tugas malah menjadi tidak selesai hingga deadline yang telah ditentukan. Atau baru sadar dari ketakutan yang tidak beralasan ini ketika hampir mendekati deadline sehingga mengerjakan tugas secara cepat-cepat apa adanya yang penting selesai dan memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan. Berarti sebenarnya kalau begitu sama saja apakah itu tugas diselesaikan di awal waktu atau diselesaikan di akhir-akhir waktu mendekati deadline. Malahan jika diselesaikan di awal waktu dan masih jauh dari tenggat waktu pengumpulan tugas terakhir maka masih ada banyak waktu untuk mengoreksi lagi pekerjaan tersebut, untuk merevisi atau meng-edit ulang hingga dihasilkan hasil tugas atau karya yang lebih baik. Bila menyadari hal seperti ini maka menunda pekerjaan adalah suatu kerugian.

Cara mengatasi: Sadarilah bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Hasil pekerjaan atau tugas kita pun juga tidak akan sempurna 100%. Oleh karena itulah, dari pada menunda-nunda pekerjaan akibat dari selalu ingin menghasilkan yang sempurna (perfect) maka lebih baik memulai dari yang bisa dikerjakan terlebih dahulu dan sisa waktu yang ada sebelum deadline maka digunakan untuk menyempurnakan karya atau tugas tersebut. Sehingga dengan banyaknya waktu yang tersedia karena mengerjakan lebih awal, maka waktu untuk meninjau kembali (revisi) berulang-ulang juga tersedia cukup banyak. Dengan peninjauan ulang (revisi/editing) yang berulang-ulang maka kemungkinan suatu karya untuk mendekati sempurna lebih tinggi.