7 Cara Mengatasi Kesalahan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Penulisan karya tulis ilmiah sedikit berbeda dengan jenis tulisan lainnya. Karya tulis ilmiah memerlukan penulisan yang sistematis, logis, terfokus pada suatu permasalahan dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Proses penulisan karya tulis ilmiah bisa dikatakan lebih ribet jika dibandingkan dengan misalnya jenis tulisan fiksi atau tulisan artikel populer lainnya. Bila tulisan fiksi bertujuan untuk melambungkan angan dan imajinasi pembacanya, sedangkan tulisan populer bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan hiburan serta mengutamakan sisi enak dibaca, maka tulisan karya tulis ilmiah bertujuan menyajikan suatu usaha untuk menunjukkan kebenaran ilmiah kepada pembacanya melalui penyampaian data-data atau pemaparan logika-logika.

Keterampilan menulis karya tulis ilmiah saat ini sudah mulai dipupuk sejak masih siswa SMA. Hal tersebut terlihat dari banyaknya diselenggarakan lomba-lomba karya tulis ilmiah tingkat remaja. Untuk mengakomodasi dan menyiapkan para siswa dalam mengikuti perlombaan-perlombaan tersebut maka biasanya tiap sekolah memiliki ekstrakurikuler Karya Tulis Ilmiah. Gerakan pengenalan kepenulisan karya tulis ilmiah sejak dini ini sangat bermanfaat terutama membentuk kebiasaan dalam berfikir secara logis sistematis ilmiah.

Menulis karya tulis ilmiah wajib hukumnya pada jenjang perguruan tinggi. Tugas-tugas perkuliahan, laporan praktikum, skripsi, thesis, dan disertasi, semua tersusun dengan menggunakan kaidah penulisan ilmiah. Apalagi saat ini sebagai syarat kelulusan dan mendapatkan gelar akademik, perguruan tinggi mewajibkan mahasiswa mempublikasikan artikel paper ilmiah di jurnal-jurnal ilmiah terakreditasi selain menulis skripsi thesis atau disertasi. Hal ini terutama karena jumlah publikasi ilmiah ilmuwan Indonesia masih rendah. Selain publikasi di jurnal-jurnal nasional terakreditasi, insan akademis dan ilmuwan Indonesia didorong untuk publikasi di jurnal-jurnal internasional bereputasi yang diindeks oleh scopus, thomson reuters, dan lain-lainnya.

pengertian karya tulis ilmiah, contoh karya tulis ilmiah, kesalahan karya ilmiah, kesalahan karya tulis ilmiah, kesalahan bahasa karya ilmiah dalam makalah dan skripsi, kesalahan dalam karya ilmiah, kesalahan dalam penulisan karya tulis ilmiah, kesalahan pada karya tulis ilmiah, karya tulis ilmiah, menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam karya tulis, kesalahan bahasa tulis dalam karya ilmiah,

Sering kita jumpai adanya kesalahan-kesalahan dalam proses penulisan maupun hasil akhir karya tulis ilmiah. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan tersebut. Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi tersebut perlu dicarikan solusi, sehingga produk-produk karya tulis ilmiah yang dihasilkan menjadi lebih baik lagi. Berikut ini idehidup.com akan mengulas mengenai cara-cara untuk mengantisipasi dan mengatasi kesalahan yang sering terjadi dalam proses penulisan karya tulis ilmiah. Selamat menyimak, semoga tulisan kami bisa memberikan suntikan motivasi dan inspirasi dalam hal penulisan karya tulis ilmiah.

1. Penguatan Latar Belakang Mengapa Mengangkat Suatu Topik (introduction)

Anda perlu menguasai dan mendalami latar belakang permasalahan yang akan anda angkat bahkan sebelum anda memulai penulisan karya ilmiah. Latar belakang penulisan suatu karya ilmiah yang biasanya ditulis dalam bagian pendahuluan merupakan pemberian informasi kepada pembaca mengenai pemikiran yang mendasari tentang mengapa karya tulis ilmiah tersebut perlu ditulis, tentang tujuan karya tulis ilmiah, dan tentang manfaat-manfaat dari karya tulis ilmiah tersebut. Bisa jadi untuk format kerangka penulisan berbeda-beda, namun mengenai latar belakang penulisan karya tulis ilmiah pasti akan ada dan tercantum dalam bagian-bagian awal batang tubuh suatu karya tulis ilmiah.

2. Penguatan Metode Penelitian

Penulisan mengenai metode penelitian yang jelas dan memungkinkan untuk direplikasi oleh orang lain sangat penting artinya terutama untuk jenis karya tulis ilmiah hasil dari suatu penelitian ilmiah (research). Maksud dari bisa direplikasi adalah jika orang lain melakukan penelitian yang metodenya sama persis dengan yang ditulis di karya tulis ilmiah tersebut maka hasilnya juga sama. Karya tulis ilmiah yang hanya melakukan studi literatur saja juga perlu menyebutkan metode penulisannya bahwa ditulis dengan studi literatur. Penulisan karya tulis ilmiah dengan hanya berdasarkan studi literatur ini di jurnal-jurnal ilmiah internasional biasanya disebut artikel ilmiah review.

3. Konsisten Dalam Penulisan

Bentuk nyata dari konsisten dalam penulisan adalah dengan mematahi ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh para ahli maupun berdasarkan kaidah penulisan yang baik dan benar. Bila anda menulis karya ilmiah dalam bahasa Indonesia maka anda perlu memperhatikan cara penulisan sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) serta penggunaan istilah kosa kata baku sesuai dengan yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bila anda menuliskan karya tulis ilmiah dalam bahasa Inggris tentunya anda juga perlu memperhatikan ketentuan kepenulisan sesuai aturan kepenulisan jurnal ilmiah internasional tempat tulisan anda akan di-submit dan tentunya juga sangat perlu memperhatikan kaidah grammar.

4. Mengurangi Kesalahan Ketik (typo)

Sering sekali kita sadar saat suatu naskah karya tulis ilmiah sudah dipublikasikan atau sudah dicetak ternyata banyak sekali kesalahan ketik (typo). Kesalahan ketik biasanya terjadi karena adanya salah pencet tombol huruf oleh jari-jari tangan saat proses pengetikan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan sering-sering membaca ulang atau mengoreksi ulang seluruh tulisan, sehingga bila menemukan kesalahan ketik maka segera bisa dibetulkan. Terdapatnya kesalahan ketik bisa menjadikan karya tulis ilmiah kita menjadi tidak enak dibaca dan terasa kurang meyakinkan kebenarannya.

5. Sinkronisasi antara sitasi (citation) yang ada di uraian teks degan yang ada di daftar pustaka (reference)

Adanya sitasi dan daftar pustaka adalah yang paling membedakan antara karya tulis ilmiah dengan karya tulis lainnya. Terdapatnya sitasi pada teks yang mengarah pada daftar pustaka akan membuat pembaca menjadi bisa melacak pustaka yang dirujuk oleh suatu karya tulis ilmiah. Dengan adanya sitasi dan daftar pustaka maka pembaca bisa ikut menilai tentang tingkat kebenaran yang berusaha disampaikan oleh penulis (author) suatu karya tulis ilmiah.

Adanya ketidaksinkronan antara daftar pustaka dengan sitasi yang ada di dalam uraian teks akan menyebabkan pembaca menjadi bingung saat akan mengecek fakta yang sedang berusaha dikemukakan penulis suatu karya tulis ilmiah. Hal itu akan menunjukkan kesan bahwa karya tulis ilmiah tersebut ditulis secara gegabah, kurang hati-hati, dan asal-asalan. Lebih jauh lagi bisa menyebabkan kekurangpercayaan pembaca terhadap kebenaran karya tulis ilmiah tersebut. Dengan demikian maka suatu draft karya tulis ilmiah harus sering dicek ulang, dibaca ulang, dan diteliti berkali-kali, sehingga akan bisa meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan.

6. Membaca Berulang-rulang Draft Karya Tulis Ilmiah

Tidak ada jalan lain untuk mendapatkan hasil yang sempurna selain membaca berulang-ulang draft manuskrip tulisan karya tulis ilmiah yang telah anda tulis. Temukanlah kejanggalan-kejanggalan logika, kesalahan ketik, pengurangan atau penambahan kata, dan lakukan proses penyuntingan lainnya. Jangan pernah bosan-bosan untuk membaca berulang-ulang draft karya tulis ilmiah anda dan pastikan benar-benar tidak ada kesalahan sama sekali.

7. Meminta Orang Lain (kawan, kolega, dll.) untuk Membaca Draft Karya Tulis Ilmiah

Terkadang meskipun anda sudah membaca berulang-ulang draft karya tulis ilmiah tulisan anda sendiri, anda masih perlu meminta bantuan orang lain untuk membacanya. Tujuannya supaya mereka memberikan masukan dan pendapat mengenai hasil tulisan anda. Dengan demikian maka proses upaya menjadikan karya tulis ilmiah anda mendekati sempurna akan semakin optimal.

Demikianlah telah diulas mengenai cara-cara mengatasi timbulnya kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan karya tulis ilmiah. Untuk bisa menulis suatu karya tulis ilmiah yang baik maka diperlukan latihan menulis ilmiah secara terus menerus dan rutin. Latihan secara terus menerus dan mempublikasikan karya tulis ilmiah akan membuat menjadi terbiasa dengan cara berfikir yang metodis dan terbiasa dengan kaidah-kaidah dasar penulisan karya tulis ilmiah.

Selamat berlatih menulis karya tulis ilmiah. Semoga karya-karya tulis ilmiah anda semakin banyak terpublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah terkemuka baik itu yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Salam hangat dari idehidup.com untuk anda.

Mungkin anda tertarik juga untuk membaca:

8 Kendala Menulis Karya Ilmiah dan Cara Mengatasinya

15 Kiat Mengatasi Hambatan Menulis: Membangkitkan Semangat Menulis yang Padam

5 Cara Meningkatkan Keterampilan Menulis Ala Penulis Tingkat Dunia