7 Cara Menjadi Kaya Ala Buku The Richest Man In Babylon

Mengapa ada orang yang kaya dan mengapa ada orang yang miskin? pastilah terkadang pertanyaan tersebut terlintas di benak kita. Pertanyaan tersebut juga akan mengantarkan kita pada pemikiran tentang bagaimana cara menjadi kaya.

Salah satu pendekatan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara jadi kaya adalah dengan melihat kebiasaan-kebiasaan perilaku finansial orang kaya. Suatu kebiasaan (habit) adalah suatu perilaku yang dilakukan oleh seseorang secara rutin dan biasa dilakukan pada kesehariannya. Kondisi keberadaan seseorang adalah terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang dia lakukan. Begitu pula kondisi kaya yang terjadi pada seseorang merupakan hasil dari kebiasaan-kebiasaan finansial dia selama hidup yang telah dia jalani, dan kondisi miskin juga merupakan hasil dari kebiasaan-kebiasaan finansial dia selama ini.

Perilaku yang menjadi suatu kebiasaan inilah yang membuat seseorang menjadi kaya menurut buku The Richest Man in Babylon karya George Samuel Clason. Buku tersebut menawarkan suatu solusi bagi orang yang ingin kaya dengan memberikan panduan perilaku kebiasaan sebagai cara buat kaya bagi siapapun. Apabila anda berkeinginan menjadi kaya, maka tidak ada salahnya bila anda menyimak enam hukum kekayaan yang dibahas di buku klasik tersebut.

cara cepat kaya, cara menjadi kaya, cara jadi kaya, cara buat kaya, cara cepat kaya tanpa modal, cara cepat kaya mendadak, cara cepat kaya menurut islam, cara menjadi kaya menurut islam, cara kaya dengan sedekah, cara orang miskin menjadi kaya, apa yang dilakukan orang agar ia menjadi kaya, cara menjadi kaya mendadak, cara menjadi orang kaya dengan cepat

 

Berikut ini adalah tujuh prinsip cara menjadi orang kaya dari buku The Richest Man in Babylon pada bab Seven Cures for a Lean Purse (tujuh terapi untuk dompet yang tipis) yang diuraikan ala idehidup.com. Ketujuh prinsip ini disampaikan oleh tokoh Arkad, tokoh fiktif orang terkaya di Babilonia, pada tujuh hari pertemuan dengan murid-muridnya seperti yang diceritakan di buku tersebut. Inilah salah satu pendekatan kebiasaan-kebiasaan (habits) finansial yang bisa diterapkan bila seseorang ingin menjadi kaya. Mari kita simak bersama apa yang dilakukan orang agar ia menjadi kaya.

1. Mulai dengan Menebalkan Dompet (Start thy purse to fattening)

Prinsip yang pertama adalah mulailah dengan menebalkan dompet anda sendiri. Seberapa sering penghasilan kita dibelanjakan dan berakhir dengan menebalkan dompet orang lain. Seberapa sering anda membelanjakan penghasilan untuk membeli baju baru padahal baju-baju masih layak pakai semua, yang hal ini hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja anda karena tertarik dengan bujukan diskon di supermarket. Seberapa sering anda tergoda untuk membelanjakan penghasilan anda untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dan cenderung hanya untuk memenuhi hasrat berbelanja saja.

Hal-hal seperti inilah menurut tokoh Arkad di buku The Richest Man in Babylon yang menyebabkan dompet anda selalu tipis dan tidak tersisa sama sekali uang anda di akhir bulan. Uang-uang yang ada di dompet anda pada awal bulan akhirnya berlarian menuju dompet-dompet penjual barang-barang yang anda beli. Anda hanya menebalkan dompet-dompet para pedagang pintar yang penuh bujuk rayu itu dan dompet anda sendiri menjadi kempis dan tipis. Atau bahkan anda malah sampai pada titik di akhir bulan anda memiliki hutang untuk memenuhi hasrat belanja anda yang tidak terkendali tersebut.

Karena memang manusia untuk bisa hidup maka dia memerlukan kebutuhan untuk menunjang kehidupannya, namun berdasarkan prinsip pertama ini maka supaya dia menjadi kaya harus menyisihkan sebagian penghasilannya dengan tidak membelanjakan keseluruhan penghasilan. Ada sebagian penghasilan yang harus disisihkan untuk ditabung. Dengan demikian maka orang tersebut akan memiliki dompet yang tebal dari uang tabungannya tersebut. Jangan menaruh penghasilan anda di dompet para penjual itu, taruhlah penghasilan anda di dompet anda sendiri.

Tokoh Arkad di buku The Richest Man in Babylon memberikan saran bahwa dari sepuluh koin yang anda dapatkan maka anda bisa membelanjakan yang sembilan koin dan menyimpan (menabung) yang satu koin (for each ten coins I put in, to spend but nine). Untuk kondisi saat ini bisa diterapkan dengan anda bisa menyimpan (menabung) sepersepuluh atau 10% dari penghasilan anda dan anda boleh membelanjakan yang lainnya. Bagaimana bila bisa dan mampu menabung lebih dari 10% dari penghasilan? tentunya hal tersebut akan semakin lebih baik lagi.

Berkaitan dengan pengumpulan uang untuk “mempertebal dompet” ini, idehidup.com memiliki artikel yang berjudul 15 Cara Menabung yang Menguntungkan.

2. Mengontrol Aliran Keluar Masuknya Uang (Control thy expenditures)

Salah satu peserta perkuliahan yang disampaikan Arkad menanyakan tentang bagaimana bisa seseorang menyimpan sebagian penghasilannya sedangkan keseluruhan penghasilannya tersebut tidak cukup untuk keseluruhan kebutuhannya. Arkad menjelaskan bahwa meskipun masing-masing orang memiliki penghasilan yang berbeda-beda namun  tetap saja ada kesamaan yaitu ujung-ujungnya adalah uang mereka tetap habis di akhir bulan. Beberapa dari orang-orang tersebut memeliki penghasilan yang lebih besar dan sebagian memiliki penghasilan yang lebih kecil.

Sebagian mereka memiliki keluarga besar yang harus dicukupi kebutuhan hidupnya, sebagian hanya memiliki keluarga kecil. Namun mereka tetap saja memiliki kesamaan yaitu sama-sama kehabisan uang di akhir bulan. Arkad menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi, yaitu bahwa terdapat suatu kecenderungan pada manusia bahwa kebutuhan hidup seseorang akan selalu meningkat seiring bersamaan dengan naiknya penghasilan orang tersebut.

Oleh karena itu diperlukan suatu kesadaran untuk membedakan mana yang merupakan ‘kebutuhan’ dan mana yang merupakan ‘keinginan’. Realitanya adalah bahwa kita semua cenderung lebih banyak memiliki ‘keinginan’ dari pada ‘kebutuhan’. Sehingga berapapun penghasilan yang masuk ke dompet seseorang pasti akan terasa selalu tidak cukup bila hanya untuk memperturutkan ‘keinginan’. Solusi praktisnya adalah Arkad menyarankan untuk menuliskan daftar ‘keinginan’ apa saja yang muncul di benak kita, kemudian sesuaikan dengan batas anggaran 90% dari pendapatan kita untuk dibelanjakan.

Pilah-pilah berbagai macam ‘keinginan’ tersebut dan tentunya dahulukan ‘kebutuhan’ yang penting dan mendesak dalam penggunaan dana tersebut. Dari daftar tersebut juga akan terlihat mana yang sekiranya bisa dikurangi dan bahkan ditiadakan sama sekali. Dengan kata lain, orang kaya rajin menghitung jumlah uangnya dan kekayaannya yang lain.

Tentunya dalam proses menghitung ini tidak dilakukan mereka secara sendirian, namun dengan dibantu oleh akuntan yang mereka pekerjakan untuk menghitung aliran kekayaan mereka. Bila dikembangkan lebih lanjut, proses penghitungan secara terus menerus ini juga bermanfaat misalnya untuk mengetahui kondisi harta orang kaya bila telah memenuhi untuk membayar kewajiban-kewajiban kenegaraan semisal pajak, retribusi, ataupun juga kewajiban agama seperti zakat dan lain sebagainya.

Bila dihubungkan dengan zaman kekinian, hal ini bisa diterapkan dengan bahwa bila orang menginkan dirinya menjadi orang kaya maka dia harus memiliki ketarampilan literasi finansial (financial litarate) yang cukup mumpuni. Orang kaya secara taratur dan disiplin memantau angka-angka aliran keluar-masuknya uang dan harta milik mereka. Mereka dengan dibantu oleh para akuntan mencatat dan terus memantau cash flow serta inventarisasi kekayaan mereka dan juga perusahaan-perusahaan bisnis milik mereka.

Dengan kata lain, mereka miliki data-data yang terus terbarui (up date) secara terus menerus. Data-data tersebut berguna untuk melakukan perencanaan rencana bisnis, pengembangan bisnis, dan evaluasi bisnis milik mereka. Selain itu data-data tersebut juga berguna untuk menganalisis indikator-indikator guna mengetahui kondisi kesehatan keuangan mereka.

Jadi pada intinya langkah awal yang bisa ditempuh salah satunya adalah diperlukan strategi keterampilan pengaturan keuangan pribadi (personal finance) dalam usaha untuk menggapai tujuan menjadi kaya.

Berkaitan dengan hal ini idehidup.com pernah membahasnya dalam artikel yang berjudul Belajar Cara Mengatur Keuangan Pribadi dan spesifik pada kehidupan mahasiswa pada artikel yang berjudul 17 Rahasia Cara Mengatur Keuangan Pribadi Mahasiswa.

3. Melipatgandakan Kekayaan (Make thy gold multiply)

Apabila seseorang sudah berhasil membiasakan dirinya secara disiplin untuk menyisihkan 10% dari penghasilannya dan juga sudah berhasil mengendalikan keluarmasuknya uang dan kekayaan yang dia miliki, maka saatnya untuk melangkah ke bagaimana cara membuat kekayaan milik mereka itu untuk memperbanyak diri sehingga semakin menjadi lebih banyak lagi. Uang yang berada di dalam dompet yang sudah tebal itu memang secara personal bisa memberikan kenyamanan tersendiri.

Namun bisa jadi seiring berjalannya waktu uang tersebut nilainya bisa menjadi berkurang, misalnya adalah akibat digerogoti inflasi. Atau juga kekayaan tersebut akan tetap begitu-begitu saja tidak berkurang dan tidak bertambah, misalnya adalah bila kekayaan tersebut diberupakan emas.

Oleh karena itulah pada pertemuan di hari ketiga, Arkad memberikan suatu konsep bahwa uang yang telah menebalkan dompet atau tumpukan logam kuning mengkilat bila sudah diberupakan emas itu adalah hanyalah sebagai permulaan saja. Jadi untuk menjadi kaya, maka uang dan emas yang sudah terkumpul itu tadi harus digunakan sebagai modal dasar dalam menyusun bangunan kekayaan. Arkad mengenalkan konsep investasi kepada para peserta pertemuan tersebut. Uang atau emas yang sudah terkumpul itu tadi digunakan untuk investasi yang menguntungkan.

Lebih lanjut Arkad memberi tahu peserta pertemuan, bahwa kekayaan sesungguhnya yang dimiliki oleh seseorang itu bukan terletak pada banyaknya uang atau banyaknya emas yang dimilikinya, namun kekayaan sesungguhnya tersebut adalah berupa sumber uang dan emas yang terus mengalir memenuhi pundi-pundi gudang kekayaannya dan selalu membuat dompetnya selalu tebal. Apakah sumber uang dan emas yang terus mengalir itu? tidak lain dan tidak bukan adalah berbagai macam investasi yang dia miliki berupa berbagai macam bisnis yang dia jalankan. Itulah rahasia orang kaya dalam memperbanyak harta kekayaan mereka yaitu pemasukan harta kekayaan yang terus mengalir kepadanya meskipun orang tersebut sedang dalam bepergian atau bahkan saat orang tersebut sedang tidur.

Bila kita hubungkan dengan buku-buku keluaran terbaru untuk menjelaskan hal ini, Misalnya buku Rich Dad Poor Dad, istilah yang dipakai oleh Robert T. Kiyosaki dalam buku tersebut adalah bagaimana cara membuat uang bekerja untuk kita, atau bagaimana kita mempekerjakan uang dan bukan uang yang mengerjai kita.

Berkaitan dengan hal ini, idehidup.com pernah mambahas tentang investasi pada artikel Rahasia Cara Bisa Investasi, Menabung, dan Menjadi Kaya Melalui Hidup di Bawah Standar Penghasilan.

4. Mengamankan Kekayaan (Guard thy treasures from loss)

Pada pertemuan di hari keempat, Arkad menyampaikan pada peserta yang hadir bahwa seseorang yang menginginkan kekayaan hendaknya pada awalnya harus pandai mengelola sejumlah kecil kekayaan dan berusaha belajar menjaganya sebelum pada akhirnya nanti memiliki kekayaan yang lebih besar lagi. Lebih lanjut lagi Arkad menyatakan bahwa prinsip awal investasi adalah keamanan modal awal. Janganlah terperdaya oleh hasil investasi yang besar namun modal awalnya akan hilang, demikian kata Arkad.

Jangan tertipu oleh keinginan-keinginan untuk mendapatkan kekayaan secara cepat, kata Arkad kepada hadirin. Jangan terperdaya oleh iming-iming kaya secara instant, demikian mungkin bila perkataan Arkad tersebut diterjemahkan dalam bahasa kekinian. Pelajarilah secara teliti dan mendalam berkaitan dengan investasi yang akan dilakukan. Cari tahu faktor-faktor resiko apa saja yang kemungkinan akan menjadi penyebab kegagalan dalam skema investasi yang akan diikuti. Pastikan modal awal investasi benar-benar aman dari kegagalan investasi yang dilakukan.

Dari sini terlihat Arkad benar-benar menyarankan untuk sangat berhati-hati dalam menginvestasikan uang yang telah berhasil dikumpulkan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun dari 10% penghasilan rutin itu. Arkad juga memberikan saran, bahwa lebih baik berkonsultasi atau membicarakan tentang rencana investasi yang akan dilakukan dengan orang yang berpengalaman menangani uang yang digunakan untuk mencari untung (those experienced in handling money for profit). Inilah cara nomor tiga yang digunakan untuk menangani dompet yang tipis dan menjaganya dari tipis kembali setelah sebelumnya dompet tersebut tebal, demikianlah kata Arkad.

5. Jadikan Rumah Tempat Tinggal Sebagai Investasi yang Menguntungkan (Make of thy dwelling a profitable investment)

Pertemuan di hari kelima, Arkad menyarankan kepada setiap orang untuk memiliki rumah sendiri-sendiri. Memiliki rumah menurut Arkad adalah merupakan harta yang sangat berharga. Untuk mendapatkan rumah ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara apapun itu yang ditempuh maka memiliki rumah merupakan investasi yang menguntungkan dan merupakan salah satu target yang harus dicapai oleh seseorang dalam hidupnya.

6. Mengamankan Penghasilan yang akan Datang (Insure a future income)

Pertemuan hari keenam, Arkad mengulas perlunya membuat suatu cara untuk memastikan bahwa pemasukan penghasilan di hari yang akan datang terjamin. Menurut Arkad, setidaknya seseorang sudah menyiapkan persiapan bagi keluarganya bila dia sudah tidak bersama mereka sehingga tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan mereka lagi. Seseorang harus mempersiapkan diri pada situasi dia sudah tidak mampu lagi bekerja, namun diusahakan dompetnya tetap tebal.

Lebih lanjut lagi, Arkad menyatakan bahwa seseorang yang mengetahui hukum-hukum atau prinsip-prinsip mengenai pengelolaan kekayaan, yang telah mendapatkan kelebihan-kelebihan yang terus bertambah, maka hendaknya dia memberikan perhatian terhadap pemikiran berkaitan dengan masa yang akan datang. Orang tersebut sudah seharusnya memiliki rencana yang matang untuk investasi-investasi tertentu yang akan mampu bertahan selama bertahun-tahun dan bahkan sampai pada keturunannya kelak.

Hendaknya setiap orang mengamankan kekayaan untuk masa tuanya dan juga perlindungan finansial bagi keluarganya, sebagus apapun jalannya bisnis dan investasinya saat ini, demikian kata Arkad. Oleh karena itulah, cara keenam untuk mengatasi dompet yang tipis adalah dengan menyediakan persiapan finansial untuk masa tua dan perlindungan finansial untuk keluarga yang menjadi tanggungan.

7. Meningkatkankan Kemampuan untuk Mendapatkan Kekayaan (Increase thy ability to earn)

Pada hari ketujuh pertemuan Arkad dengan hadirin, dia menyampaikan terapi paling penting untuk dompet yang tipis. Arkad menyatakan bahwa prinsip ketuju ini bukanlah berkaitan dengan uang atau emas, namun berkaitan dengan diri masing-masing orang, berkaitan dengan apa yang ada di dalam pikiran setiap orang. Seseorang yang menginginkan dirinya menjadi kaya maka dia harus terus meningkatkan kemampuannya dalam menghasilkan aliran kekayaan.

Bagaimanakah cara meningkatkan kemampuan tersebut? tentunya hal tersebut dicapai dengan cara terus-menerus belajar sepanjang hidupnya. Sudah seharusnya dia terus-menerus belajar berkaitan dengan bidang-bidang cara menghasilkan uang, cara menghasilkan kekayaan. Oleh karena itulah, cara ketujuh dalam mengatasi dompet yang tipis adalah dengan memberdayakan kekuatan diri sendiri, terus belajar dan menjadi semakin bijaksana, menjadikan diri semakin terampil, dan berperilaku menghormati diri sendiri, demikian kata Arkad.

Apabila prinsip nomor tujuh ini dibahasakan secara kekinian, maka bisa diartikan bahwa dalam menjalankan dan mengembangkan roda investasi diperlukan suatu patokan bahwa proses tersebut harus mengalami peningkatan/perkembangan, tidak stagnan (jalan di tempat), dan tidak mengalami kemunduran. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan usaha perbaikan secara terus-menerus pada diri setiap orang kaya. Dengan demikian, orang kaya harus terus menerus belajar tanpa henti, terus menerus meningkatkan keterampilan dalam kancah bisnis dan investasi mengembangkan kekayaan.

Apabila seperti itu, maka dalam proses menjalankan bisnis dan investasi akan terus mengalami perkembangan serta terus menerus mengalami perbaikan dan peningkatan. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan menambah nilai (value) pada bisnis yang dijalankan. Bagaimana langkah-langkah untuk mencapai hal tersebut? mau-tidak mau orang tersebut harus terus-menerus belajar, terus-menerus berbenah, terus-menerus menyusun strategi dalam menghadapi perubahan-perubahan terbaru di dunia bisnis. Apabila ternyata tidak mengalami peningkatan dan mengalami stagnasi (jalan di tempat) atau malah justru mengalami penurunan, maka berarti ada yang perlu dievaluasi atau ditinjau ulang dan selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan.

Orang kaya selalu berusaha meningkatkan penghasilan mereka (leverage) dan selalu berusaha menerapkan prinsip leverage ini pada setiap apapun tindakan bisnis yang mereka lakukan. Prinsip leverage ini bisa ditempuh melalui memperbanyak jaringan atau relasi bisnis, melalui peningkatan intensitas belajar sehingga semakin banyak memiliki pemikiran dan gagasan tentang strategi menjalankan bisnis, melalui perekrutan orang-orang terbaik ke dalam tim pelaksana bisnis sehingga performa jalannya bisnis lebih optimal lagi, melalui pengoptimalan di bidang pemasaran yaitu bagaimana caranya memasarkan secara lebih baik lagi dengan menyampaikan pesan-pesan tentang produk sehingga semakin banyak orang yang tahu apa yang ditawarkan dan konversi terhadap meningkatnya penjualan produk. Orang-orang kaya selalu secara terus-menerus mencari cara melalui proses belajar untuk mengoptimalkan bisnis-bisnis milik mereka.

Terus menerus belajar merupakan kebiasaan dari miliuner hingga saat ini. Tulisan idehidup.com yang berkaitan dengan hal ini adalah yang berjudul 8 Tokoh Dunia yang Gemar Membaca di Dunia Bisnis. Meningkatkan kemampuan diri dengan tanpa henti terus belajar adalah suatu kepastian yang harus dilakukan oleh seseorang bila menginginkan menjadi kaya.

Apabila kita amati, konsep cara menjadi kaya yang ditawarkan oleh tokoh Arkad di buku The Richest Man in Babylon seperti yang telah diuraikan di atas bukanlah semacam cara cepat kaya mendadak, karena cara yang ditawarkan Arkad membutuhkan waktu untuk melakukannya. Konsep yang ditawarkan Arkad juga bukan merupakan cara cepat kaya tanpa modal, karena justru prinsip awal mendasar menurut saran yang disampaikan Arkad adalah dengan mengumpulkan modal melalui penyisihan 10% dari pendapatan. Menurut Arkad, menjadi kaya itu memerlukan modal, dan modal itu dikumpulkan 10% dari penghasilan rutin, dan proses pengumpulan ini memerlukan waktu dan memerlukan proses serta tidak bisa mendadak.

Cara menjadi kaya seperti yang disampaikan Arkad di buku The Richest Man in Babylon ini juga bisa dijadikan sebagai cara orang miskin menjadi kaya. Cara jadi kaya yang diuraikan oleh Arkad tidaklah mengenal siapapun itu, asalkan seseorang melakukan secara disiplin dan dengan kesungguhan hati terhadap apa yang disampaikan Arkad maka orang tersebut bisa menjadi kaya, dan sekali lagi yang perlu diingat adalah bahwa prinsip-prinsip yang diulas Arkad ini bukan merupakan cara menjadi kaya mendadak dan juga bukan merupakan cara menjadi orang kaya dengan cepat, namun merupakan cara-cara bertahap dan melalui proses melatih diri untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan penunjang untuk menjadi kaya.

Pada awalnya, buku The Richest Man in Babylon adalah berupa tulisan pada seri pamflet-pamflet lingkungan . Pamflet-pamflet tersebut beredar dan didistribusikan di kalangan bank dan perusahaan ansuransi. Kemudian pada tahun 1926 tulisan-tulisan yang berbentuk pamflet-pamflet tersebut disatukan dan diterbitkan menjadi satu buku utuh. Ada juga yang membuat analisis bahwa buku ini merupakan kritik terhadap kondisi Amerika saat itu yang terkena fenomena mendapatkan kekayaan secara cepat melalui pasar saham hingga akhirnya terjadi colaps pada tahun 1929.

Demikianlah telah dibahas oleh idehidup.com berkaitan mengenai cara menjadi kaya menurut versi buku The Richest Man in Babylon. Semoga uraian tersebut mampu memberikan inspirasi bagi siapa saja yang menginginkan kekayaan melalui proses perlahan (bukan proses kaya dengan cepat) dan penuh kedisiplinan.

data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,2" data-matched-content-ui-type="image_stacked"