7 Langkah Rahasia Belajar TOEFL Tanpa Kursus

Belajar untuk persiapan tes TOEFL tanpa kursus adalah mungkin dan sangat mungkin sekali dilakukan. Karena pada dasarnya kita semua sudah mendapatkan dasar-dasar bahasa Inggris mulai dari SD, SMP dan SMA. Pasti minimal kita sudah menguasai bentuk dan dan penggunaan enam belas tenses Bahasa Inggris. Bila belum menguasainya maka patut dipertanyakan keseriuasan proses belajar ketika masih di sekolah. Sehingga untuk tes TOEFL kita tinggal mempelejari tambahan materi-materi tingkat lanjut.

Semakin kita sering menggunakan bahasa Inggris maka akan semakin terbiasa pula kita dengan bahasa Inggris. Sepemikiran dengan pepatah “alah bisa karena biasa”, semakin kita terbiasa maka semakin meningkatkan kemungkinan kita menjadi bisa, apapun itu bidang yang kita pelajari, karena ini merupakan kaidah umum yang bisa diterapkan di semua bidang.

Sebenarnya semuanya kembali pada diri kita masing-masing, apakah perlu atau tidak mengambil kursus/les persiapan TOEFL. Bila memang dirasa kita sudah menguasai dasar-dasar Bahasa Inggris maka tidak mengapa bila kita mempersiapkan tes TOEFL dengan belajar sendiri. Dan bila memang dirasa dasar-dasar Bahasa Inggris kita kurang dan masih banyak materi pelajaran bahasa Inggris yang belum kita fahami dan kuasai serta bila memang ada dana maka bolehlah kita mengambil kelas kursus atau les persiapan tes TOEFL.

Artikel idehidup.com kali ini akan mengulas mengenai tips dan trik cara belajar untuk mempersiapkan tes TOEFL dengan tanpa mengikuti kursus atau les persiapan TOEFL (TOEFL preparation course). Selamat mengikuti sajian spesial dari kami untuk anda pembaca setia idehidup.com,

1. Baca buku panduan tes TOEFL secara mandiri

Membaca buku panduan persiapan tes TOEFL secara mandiri sengaja penulis letakkan di poin pertama, karena memang ini adalah kunci utama dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL. Karena baik kita ikut kursus persiapan tes TOEFL pun juga akan membahas buku yang diberikan oleh pihak lembaga kursus/les. Sehingga sama saja dengan membaca buku sendiri.

Hanya bedanya adalah kita ikut suatu program kursus persiapan tes TOEFL maka bila kita ada kesulitan bisa bertanya pada instruktur kursus. Sedangkan apabila kita mempelajari buku sendiri maka kita dituntut harus benar-benar mandiri tidak bergantung pada orang lain (instruktur) apabila kita menemukan kesulitan-kesulitan dalam memahami materi-materi yang diujikan dalam tes TOEFL.

mengapa anda mengikuti tes toefl?, toefl test online, toefl itp, toefl ibt, toefl preparation, toefl download, toefl atau ielts, toefl android, toefl bappenas, toefl barrons, toefl contoh soal, toefl dan pembahasan, toefl contoh, toefl cpns, toefl gratis, toefl kampung inggris, toefl minimal untuk ke luar negeri, toefl yogyakarta, toefl yang diakui, toefl jogja, toefl yang diakui internasional,

 

Namun juga jangan berkecil hati, karena beberapa buku panduan belajar persiapan tes TOEFL telah menyertakan ulasan (review) mengenai materi yang akan disajikan dalam tes TOEFL. SElain itu buku tersebut juga disertai dengan jawaban serta pembahasannya sehingga akan membantu kita untuk mengetahui jawaban yang benar serta penjelasannya dari suatu pertanyaan serta pembahasan alasan mengapa jawaban tersebut benar. Di sinilah akhirnya kita menjadi faham mengenai materi yang ditanyakan tersebut.

Selain itu tantangan lainnya adalah buku-buku panduan persiapan tes TOEFL yang “bagus” ditulis dalam Bahasa Inggris, misalnya Cliff TOEFL, Barrons, Longman, Cambridge dan lain sebagainya. Seperti yang telah penulis juga sudah sebutkan di atas bahwa minimal kita harus mempunyai pemahaman mengenai dasar-dasar Bahasa Inggris untuk membaca buku-buku tersebut. Namun bagi yang sudah terbiasa dengan teks-teks Bahasa Inggris, misalnya mahasiswa yang kesehariannya membaca textbook, paper jurnal ilmiah, slide presentasi perkuliahan, makalah dan lain sebagainya yang ditulis dalam bahasa Inggris, maka membaca buku panduan tes TOEFL yang ditulis dalam Bahasa Inggris bukanlah menjadi halangan yang menakutkan.

Kita juga bisa belajar dengan menggunakan buku-buku panduan TOEFL yang ditulis dalamm bahasa Indonesia, namun penulis tetap menyarankan setelah selesai mempelajari buku-buku panduan TOEFL yang ditulis dalam bahasa Indonesia maka perlu dicoba juga untuk mempelajari atau minimal mengerjakan soal-soal latihan yang ada pada buku-buku panduan TOEFL yang ditulis dalam bahasa Inggris.

2. Baca artikel-artikel dan panduan online tentang TOEFL

Setelah atau sambil kita mempelajari buku-buku panduan persiapan tes TOEFL, maka selain itu juga perlu menambah wawasan, tips dan trik, atau tulisan-tulisan yang berkaitan tentang testimoni atau cerita berbagi mengenai pengalaman-pengalaman seseorang yang telah mengikuti tes TOEFL serta juga barangkali ada yang menyediakan materi-materi persiapan tes TOEFL. Atau juga bisa membaca mengenai artikel-artikel peningkat motivasi belajar untuk persiapan tes TOEFL. Salah satu tantangan belajar sendiri tanpa ikut kursus atau les persiapan tes TOEFL adalah terkadang kita kehilangan semangat.

Kita dituntut untuk menyemangati diri kita sendiri yang tanpa teman dan tanpa tentor/instruktur namun harus terus belajar secara mandiri dan soliter. nah dari artikel-artikel seperti yang telah disebutkan di atas itu tadi lah kita bisa menambah bahan bakar semangat untuk terus melanjutkan perjuangan belajar untuk persiapan tes TOEFL secara mandiri.

3. Membuat blog dalam bahasa Inggris

Ada banyak sekali manfaat membuat blog dalam Bahasa Inggris. Kita bisa melatih menyusun kata-kata menjadi kalimat yang terangkai menjadi suatu tulisan utuh tentang suatu pemikiran tertentu dalam bahasa Inggris. Bila anda akan mengambil tes iBT TOEFL maka menulis dalam bahasa Inggris ini akan melatih anda untuk menulis essay pada bagian sesi writing sehingga anda sudah terbiasa membuat dan menuangkan gagasan tertulis dalam bahasa Inggris. Selain itu, menulis dalam bahasa Inggris juga akan mengasah ketrampilan penggunaan structure/grammar secara baik dan benar dalam tulisan kita.

Semua meteri structure akan benar-benar akan teraplikasi secara langsung ketika kita membbuat kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris. Dengan membuat blog ini maka kita juga bisa menginspirasi dan juga memberikan semangat bagi orang-orang pembaca blog yang kita buat. Hal seperti ini bisa disebut learning by doing, learning by sharing, learning by helping. Maka akhirnya ada nilai-nilai kebahagiaan (happyness) dalam proses-proses belajar untuk persiapa tes TOEFL kita.

4. Gabung ke Grup Facebook tentang TOEFL atau Grup Facebook tentang Belajar Bahasa Inggris

Facebook saat ini menjadi salah satu media sosial yang banyak dipakai oleh masyarakat. Salah satu fasilitas di dalam Facebook adalah adanya fasilitas untuk membuat grup. Maka bisa kita cari grup-grup Facebook yang mengkhususkan diri berdiskusi mengenai TOEFL (belajar persiapan TOEFL) secara khusus. Atau bisa juga bergabung di grup Facebook yang mengenai belajar Bahasa Inggris secara umum.

Kita bisa berinteraksi dengan anggota yang lain di dalam grup Facebook ini. Kita bisa posting mengajukan pertanyaan yang akan dijawab oleh anggota lain secara gotong royong, yaitu dijawab secara beramai-ramai dengan masing-masing mengutarakan pendapatnya. Dan tentu saja kita juga bisa memberikan pendapat atau mengomentari pertanyaan atau postingan dari anggota-anggota grup.

Dari sini akan terjalin diskusi yang menarik antar anggota grup. Hal seperti ini akan membuat kita menjadi bersemangat dalam belajar TOEFL. Selain itu juga dalam grup ini kebanyakan akan diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasinya sehingga kita akan terpacu untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam suasana yang sangat mendukung. Selain itu komunitas seperti ini juga akan membuat kita menjadi tidak merasa sendiri dalam perjalanan belajar mempersiapkan tes TOEFL. Ada teman-teman anggota grup Facebook yang lain yang akan selalu memberi semangat dan dukungan.

5. Chatting (text chat) dengan menggunakan bahasa Inggris dengan orang luar negeri (English native speaker) atau dengan sesama orang Indonesia yang juga sedang belajar bahasa Inggris

Masih ada hubungannya dengan poin nomor 4. Kita bisa melakukan text chat dengan menggunakan bahasa Inggris dengan teman. Dari grup Facebook tentang belajar bahasa Inggris maka kita bisa mencari teman yang juga sama-sama ingin mengembangkan kemampuan ketrampilan bahasa Inggris, maka kita bisa ngobrol chatting dengan pesat teks dengan menggunakan bahasa Inggris dengan mereka ini. Karena chatting dengan bahasa Inggris akan membuat belajar bahasa Inggris menjadi menyenangkan dan tidak terasa berat.

Namun yang perlu diperhatikan adalah dalam chatting cobalah menggunakan bahasa Inggris tertulis yang sesuai dengan structure dan grammar yang benar. Hal ini akan melatih membiasakan diri dengan penggunaan bahasa Inggris standar sesuai dengan yang telah dipelajari dalam materi tes TOEFL bagian structure section. Tantangannya adalah kita akan tergoda untuk menggunakan bahasa Inggris tidak standar (slang) dalam chatting.

Dan kembali lagi ke beberapa realitas yang diungkap di awal tulisan ini yaitu semuanya adalah berawal dari kebiasaan dan bisa diubah dengan pembiasaan. Oleh karena itulah bila kita ingin skor TOEFL kita optimal, maka hindarilah membiasakan diri untuk menggunakan bahasa Inggris slang, tapi cobalah untuk membiasakan dan mempersering menggunakan bahasa Inggris yang sesuai structure dan grammar.

Karena yang diujikan di tes TOEFL adalah jenis bahasa Inggris yang resmi yang sesuai kaidah grammar, bukan bahasa Inggris slang atau bahasa Inggris tidak baku lainnya. Jadikanlah bahasa Inggris yang sesuai dengan kaidah structure dan grammar menjadi suatu kebiasaan. Dengan membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris yang sesuai dengan structure dan grammar akan juga semakin meningkatkan peluang mendapatkan skor TOEFL yang optimal.

Anda juga perlu berhati-hati dalam chat dengan teman chat terutama yang baru saja anda kenal. Demi keamanan maka jangan mudah percaya dengan ajakan menuju hal-hal yang negatif. Ingatlah bahwa tujuan utama anda adalah untuk memperbaiki keterampilan berbahasa Inggris anda. Bila dirasa teman chat anda menunjukkan gelegat-gelegat yang negatif, maka segera tinggalkan teman tersebut dan carilah teman lain yang lebih sehat dalam chatting.

6. Lihat video di youtube yang berhubungan dengan Bahasa Inggris

Bila dicari secara detail maka kita akan banyak menemukan banyak berbagai macam video yang berkaitan dengan proses pembelajaran persiapan tes TOEFL. Terutama sekali kita akan terasah ketrampilan mendengarkan kuliah, ceramah atau percakapan dalam bahasa Inggris. Dengan menggunakan kata kunci yang tepat maka akan banyak didapatkan vedeo-video yang akan membantu mengoptimalkan proses belajar persiapan tes TOEFL.

Yang menarik adalah ada beberapa channel khusus di youtube yang sengaja dibuat diproduksi untuk memberikan pelajaran, tips trick, atau review tentang materi-materi yang diujikan dalam tes TOEFL. Selain itu di Youtube juga banyak terdapat video-video tentang ceramah perkuliahan dalam bahasa Inggris dari seorang professor dari berbagai macam bidang disiplin ilmu yang sering menjadi bahan dalam tes TOEFL semisal tentang biologi, seni, fisika, astronomi, ekonomi, sejarah, antropologi dan lain sebagainya. Sehingga hal ini akan membantu proses peningkatan ketrampilan listening.

7. Belajar ngobrol dengan bahasa Inggris bersama teman secara langsung atau lewat skype

Pada tes iBT TOEFL maka anda akan diuji ketrampilan anda berbicara dalam bahasa Inggris (speaking). Sehingga anda sangat perlu sekali meningkatkan ketrampilan speaking anda. Ketrampilan berbicara dalam bahasa Inggris ini memerlukan pembiasaan dan latihan yang berulah-ulang. Terlebih lagi modal dasar dari speaking ini adalah rasa percaya diri. Karena yang sering terjadi adalah kita merasa ragu-ragu, takut salah, malu atau malas mengobrol dalam bahasa Inggris, sehingga akibatnya adalah kita susah untuk bisa berbicara dalam bahasa Inggris dengan baik.

Salah satu cara untuk latihan speaking adalah dengan membentuk kelompok teman-teman kita untuk janjian wajib menggunakan bahasa Inggris dalam setiap obrolan. Nah permasalahannya adalah terkadang susah menemukan banyak teman yang mau mengobrol dalam bahasa Inggris. Sehingga bisa menemukan satu teman yang mau saja maka kita perlu sangat-sangat bersyukur.

Tantangan lainnya adalah kita terkadang akan dinilai atau dikomentari oleh teman-teman yang lain menjadi sok-sokan ke-Inggris-inggrisan ketika mencoba mengobrol dengan menggunakan bahasa Inggris. Menghadapi hal ini maka kita perlu memaklumi dan bersabar, karena bisa jadi mungkin teman kita yang berkomentar negatif tersebut pikirannya atau pemahamannya belum sampai pada tahap bahwa untuk mencapai atau mendapatkan penguasaan berbicara dalam bahasa Inggris maka perlu pembiasaan dan latihan yang berulang-ulang.

Permasalahan yang sering terjadi adalah terkadang kita tidak memiliki atau tidak berhasil mendapatkan teman yang mau ngobrol pakai bahasa Inggris. Namun jangan khawatir, cobalah cari teman mengobrol dalam bahasa Inggris di internet di grup-grup Facebook tentang belajar bahasa Inggris atau juga coba cari teman ngobrol bahasa Inggris yang asli native speaker bahasa Inggris. Dari grup-grup Facebook tersebut maka cobalah untuk mencari teman untuk latihan speaking dengan menggunakan media voice call dengan menggunakan skype atau yahoo messenger maupun aplikasi-aplikasi voice call yang lain.

Namun anda perlu berhati-hati dengan ngobrol di skype dengan orang asing atau orang yang baru anda kenal. Penulis menyarankan kepada anda untuk ngobrol dengan menggunakan mode tanpa video. Sehingga anda hanya ngobrol saja menggunakan suara saja. Kecuali anda ngobrol di skype dengan teman yang sudah anda kenal dengan baik dan anda percaya padanya tidak akan berbuat negatif dengan anda, maka anda bisa menggunakan video call.

Demikianlah tadi telah diulas mengenai belajar TOEFL atau belajar untuk persiapan tes TOEFL dengan tanpa kursus. Semoga anda bisa mengambil inspirasi dari artikel idehidup.com mengenai TOEFL ini. Semuanya adalah mungkin, hanya kita saja yang berkemauan kuat atau tidak dalam mencapai tujuan yang telah kita tetapkan. Berkemauan kuat itu berarti kita siap meluangkan banyak waktu untuk mempersiapkan diri dalam usaha-usaha merealisasikan apa yang telah kita rencanakan.

Berkaitan dengan persiapan mengkitu tes TOEFL, maka sudah berapa banyak waktu yang kita luangkan untuk membaca dan mempelajari review materi-materi yang akan diujikan saat test TOEFL, berapa banyak waktu yang telah kita habiskan untuk mengerjakan latihan-latihan soal yang ada di buku persiapan tes TOEFL.

Jadi anda sendiri yang bisa menilai sejauh mana persiapan-persiapan yang telah anda lakukan. Andalah yang tahu layakkah anda mendapatkan skor tinggi dalam TOEFL. Dua Paragraf terakhir ini sekedar sebagai refleksi dan perenungan bagi kita, sebagai bahan evaluasi belajar kita. Akhir kata, penulis hanya bisa berdo’a semoga anda mencapai target skor TOEFL sesuai keinginan anda.

Semoga sukses selalu bersama anda. Karena sukses lebih dekat bersama dengan orang-orang yang pantang menyerah dan menyibukkan diri dengan terus berusaha hingga sampai terwujud cita-cita. Salam hangat dari idehidup.com untuk anda sekalian.

Mungkin anda perlu juga untuk membaca artikel kami yang berjudul: