7 Strategi Belajar Secara Efektif Di Perguruan Tinggi

Sobat idehidup.com yang berbahagia, bagaimanakan cara belajar efektif di kampus perguruan tinggi itu, banyak yang menyangka bahwa kuliah di perguruan tinggi hanya berkaitan dengan hal-hal akademis teoritis. Bahkan ada yang mereduksinya hanya  menjadi berapa jumlah referensi jurnal yang diperlukan, berapa jumlah kata yang disyaratkan (dalam menulis essay), dan lain sebagainya.

Dr. Annie Crookes mengungkap bahwa bukan hal-hal seperti itu yang seharusnya dikemukakan, namun yang lebih tepat adalah seberapa banyak argumen yang harus dikemukakan, seberapa banyak data yang diperlukan untuk menunjukkan dari suatu sudut pandang. Inilah yang perlu dimasukkan dalam strategi rencana belajar mahasiswa.

Penilaian hasil perkuliahan di perguruan tinggi juga tidak semata-mata hanya pada seberapa banyak pengetahuan yang didapatkan oleh mahasiswa. Nilai tinggi diberikan pada mahasiswa yang mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan ide dan gagasan mereka atau sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan teori-teori untuk menyelesaikan suatu permasalahan, demikian ungkap Dr. Annie Crookes. Inilah salah satu cara agar pintar saat kuliah.

cara belajar kuliah yang efektif,
cara belajar efektif di kampus,
cara belajar cerdas dan efektif,
cara belajar mahasiswa matematika,
cara agar pintar saat kuliah,
gambaran tentang kuliah,
mata pelajaran kuliah,
rencana belajar mahasiswa,
sistem pembelajaran di perguruan tinggi,
jam belajar yang baik untuk mahasiswa,
dunia kuliah,
pelajaran kuliah semester 1

Oleh karena itu, sebagai gambaran tentang kuliah, maka rajin belajar atau belajar dengan keras tidaklah cukup di perguruan tinggi. Dengan demikian yang lebih tepat adalah belajar efektif. Berikut ini adalah 7 strategi cara belajar efektif di perguruan tinggi menurut Dr. Annie Crookes. Inilah cara belajar cerdas dan efektif. Selamat menikmati sajian idehidup.com kali ini.

1. Belajar Dalam Waktu Sebentar Namun Sering

Pernahkah sobat idehidup.com bertanya-tanya, kapan sih jam belajar yang baik untuk mahasiswa itu. Penelitian-penelitian pada bidang proses belajar dan memori (ingatan) menunjukkan bahwa belajar yang paling efektif adalah dalam rentetan waktu sebentar namun teratur. Oleh karena itu perlu sekali memanfaatkan waktu yang ada sedemikian rupa sehingga seluruh aktivitas kehidupan seorang mahasiswa menjadi bernilai belajar.

Sebelum suatu perkuliahan berlangsung (malam hari sebelum perkuliahan atau bisa juga sebelumnya) maka mahasiswa bisa mempelajari topik perkuliahan tersebut terlebih dahulu dari sumber-sumber di textbooks maupun di papers jurnal yang berkaitan dengan topik perkuliahan tersebut. Lebih bagus lagi bila mahasiswa tersebut melengkapi dengan catatan poin-poin yang dia pelajari dari textbooks dan papers tesebut.

Saat perkuliahan maka mahasiswa tinggal fokus mencocokkan dan menyesuaikan dari apa yang dipelajarinya sebelumnya di textbooks maupun di papers jurnal ilmiah dengan apa yang disampaikan oleh dosen di kelas. Bisa juga dengan membuat catatan-catatan kecil dari apa yang disampaikan dosen yang belum tercakup dalam proses belajar mandiri sebelumnya dari textbooks dan papers.

Bila ternyata ada hal-hal yang perlu dikonfirmasi berkaitan dengan konsep-konsep yang ada di textbooks dan papers jurnal ilmiah maka bisa ditanyakan di kelas perkuliahan. Bila waktu tidak mencukupi maka bisa bertanya ke dosen di luar jam perkuliahan.

Langkah selanjutnya adalah melengkapi dan menyempurnakan catatan-catatan hasil dari proses belajar mandiri dan dari hasil mengikuti perkuliahan dosen di kelas. Proses melengkapi dan menyempurnakan catatan ini juga sudah termasuk dalam proses belajar. Nah selanjutnya saat akan ujian tengah semester atau ujian akhir semester maka tinggal membaca ulang secara sekilas catatan-catatan yang sudah dibuat tersebut.

2. Perbanyak Membaca dan Menyampaikannya

Pada dasarnya sistem pembelajaran di perguruan tinggi merupakan jenis pembelajaran yang menuntut banyak kemandirian bagi mahasiswa. Salah satu cara belajar secara mandiri ini adalah dengan memperbanyak membaca berbagai macam sumber kajian ilmiah yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang dipelajari. Sebut saja misalnya membaca berbagai macam textbooks, makalah jurnal ilmiah (scientific journal papers), dan berbagai macam jenis dokumen ilmiah lainnya.

Oleh karena itu mahasiswa pasti akan sering diingatkan berkali-kali oleh dosen-dosen dan profesornya bahwa tugas utama mereka adalah membaca, membaca teks-teks ilmiah yang direkomendasikan, membaca teks-teks ilmiah yang lebih luas lagi, dan membaca hal-hal yang berkaitan dengan topik perkuliahan lainnya. Jadi bila seperti ini maka sudah selayaknyalah mahasiswa-mahasiswa tidak mempersempit bahan bacaannya hanya pada catatan kuliah, hand out, slide presentasi dosen saja, namun mereka harus memperluas dan memperkaya bahan bacaannya.

Mengapa banyak membaca berbagai macam jenis teks ini sangat diperlukan. Jawabannya adalah kembali pada paragraf awal tulisan ini, yaitu bahwa hal tersebut diperlukan untuk memperbanyak argumen, memperbanyak data. Selain itu dengan banyak membaca berbagai macam teks maka akan semakin memperlancar proses mengembangkan dan mengkomunikasikan ide dan gagasan, serta juga sejauh mana mahasiswa mampu menerapkan teori-teori untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Jadi bagaimana akan mengeluarkan banyak argumen dan memperbanyak data bila tidak pernah membaca laporan-laporan penelitian oleh peneliti lain. Bagaimana mau mengembangkan dan mengkomunikasikan ide-ide dan gagasan-gagasan serta menerapkan teori-teori untuk menyelesaikan suatu permasalahan bila mahasiswa tidak pernah membaca ide, gagasan, dan teori apa saja yang sudah pernah dibahas oleh ilmuwan-ilmuwan lain sebelumnya.

Ilmuwan-ilmuan lain tersebut telah menuliskan ide, gagasan, hasil penelitian, dan teori-teori mereka berupa publikasi ilmiah baik berupa makalah, artikel ilmiah, compendium, original articles, case reports, technical notes, pictorial essays, reviews, meta-analyses, short communications, commentaries, letters to the editor, editorials, dan lain sebagainya. Wahai mahasiswa, sering-seringlah membaca dan menikmati jenis-jenis tulisan tersebut supaya kamu semakin tambah cantik dan ganteng karena kamu akan semakin pintar dan efektif. Kamu cantik cantik dari caramu berpikir menggunakan metode ilmiah.

Ada satu hal lagi tips untuk semakin membuat efektif cara belajar mahasiswa, yaitu dengan menyampaikan ulang apa yang sudah dia baca. Jadi sobat mahasiswa jangan pelit-pelit untuk berbagi apa yang sudah di baca ya. Jadi dengan mengajarkan apa yang sudah dibaca ini akan semakin menguatkan memori terhadap topik yang diperkuliahkan.

Ingat juga bahwa tridharma perguruan tinggi salah satunya adalah pengajaran. Jadi dengan demikian sobat mahasiswa dengan menyampaikan ulang apa yang sudah dibaca tersebut kepada kawan atau pada siapapun itu maka itu sudah layak disebut sebagai pengamalan tridharma perguruan tinggi dalam lingkup kecil.

Oleh karena itu sobat mahasiswa akan sangat keren sekali bila membentuk kelompok belajar kecil-kecilan atau mencari anggota geng diskusi yang enak dan asyik diajak diskusi berkaitan topik-topik perkuliahan. Tempat diskusinyanya bisa dimanapun guys, bisa di kantin kampus, di cafe sambil ngopi-ngopi cantik, atau bisa juga sambil camping di lereng gunung yang sejuk dan asri, asyik kan? Uhhhuuuy.

3. Jangan Sampai Kurang Tidur

Kebanyakan kejadian yang ada adalah mahasiswa kurang memperhatikan permasalahan kurang tidur. Sobat idehidup.com pasti sering mendengar sistem kebut semalam yang diplesetkan menjadi singkatan SKS. Para mahasiswa kebanyakan belajar semalam suntuk untuk mempersiapkan ujian esok harinya.

Bisa dipastikan hal ini akan membuat para mahasiswa tersebut keesokan harinya saat ujian berlangsung akan mengantuk, kepala pening, tubuh terasa melayang-layang kehilangan keseimbangan. Tapi pasti ada mahasiswa yang beralasan bahwa bisa jadi ini masih lebih baik daripada malah tidak belajar sama sekali.

Sebisanya mahasiswa untuk mengatur jam tidurnya seoptimal mungkin. Bila tidak ada keperluan yang mendesak maka hendaknya untuk segera tidur. Para mahasiswa akan lebih baik bila segera tidur dan tidak melakukan kegiatan begadang bila tidak ada hal penting yang harus dikerjakan. Jangan begadang misalnya bila hanya untuk menuruti rasa penasaran menyelesaikan menononton serial drama padahal esok hari akan ada UTS (Ujian Tengah Semester).

Jangan begadang kalau hanya untuk bermain online game padahal esok hari akan ada UAS (Ujian Akhir Semester). Boleh lah nonton serial drama atau main online game semalam suntuk, asal esok paginya libur tidak ada kegiatan akademik.

4. Gunakan Hand Out Sebaik Mungkin

Sebagian dosen akan memberikan hand out sebelum perkuliahan berlangsung. Hal ini akan berikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mempelajari terlebih dahulu materi perkuliahan yang akan disampaikan dosen. Hand out tersebut akan memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk hanya menulis catatan-catatan tambahan dari apa yang disampai dosen di kelas selain yang sudah tercantum di hand out.

Tanpa adanya hand out maka ada kecenderungan para mahasiswa akan menulis seluruh apa yang dikatakan dosen di depan kelas atau malah justru bengong ngelamun di kelas. Dengan adanya hand out maka akan memberikan kesempatan bagi pikiran untuk memprediksi bagaimana perkuliahan akan berjalan dan informasi penting yang layak untuk ditulis.

5. Percaya Diri

Para mahasiswa perlu meningkatkan percaya diri bahwa mereka mampu menyelesaikan perkuliahan sebaik mungkin. Percaya diri ini menjadi salah satu faktor penting keberhasilan dalam mengikuti suatu mata kuliah. Jadi, bagaimanapun tingkat kemampuan mengikuti perkuliahan nantinya namun yang pasti tetaplah optimis dan percaya diri mampu menyelesaikan perkuliahan sebaik mungkin.

Percaya diri ini tidak serta merta akan membuat para mahasiswa menjadi cerdas dan pintar dalam mengikuti perkuliahan, namun percaya diri tersebut akan membuat para mahasiswa menjadi berani dan mau menghadapi tantangan-tantangan yang akan dihadapi selama mengikuti perkuliahan. Keberanian dan kemauan menghadapi tantangan-tantangan inilah yang akan menjadi modal dasar dalam meraih keberhasilan mengikuti dan menyelesaikan rangkaian perkuliahan suatu mata kuliah. Attitude over ability, begitu singkatnya menurut Dr. Annie Crookes.

6. Jangan Pernah Menunda Pekerjaan

Strategi belajar secara efektif di perguruan tinggi lainnya adalah jangan sampai menunda pekerjaan tugas-tugas perkuliahan. Sebisa mungkin bersegera menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan seawal mungkin. Kalau bisa pagi kuliah maka sorenya tugas-tugas yang diberikan dosen langsung dikerjakan dan selesai. Prinsipnya adalah lebih baik selesai meski tidak sempurna dari pada menunggu sempurna namun tidak selesai-selesai.

Tugas yang sudah selesai meskipun belum sempurna itu nantinya masih dapat disempurnakan lagi bila memang masih ada waktu dan kesempatan, dan bilapun ternyata sudah tidak ada waktu dan tidak ada kesempatan maka tugas perkuliahan tersebut sudah layak dikumpulkan. Bila menunggu tugas tersebut secara sempurna maka kemungkinan besar tugas-tugas tersebut tidak akan pernah selesai dan tidak layak untuk dikumpulkan.

Banyak cara yang diungkap berkaitan dengan langkah-langkah mengatasi menunda pekerjaan ini. Misalnya adalah dengan membagi-bagi suatu tugas menjadi bagian-bagian kecil sehingga akan terlihat lebih mudah untuk di kerjakan, akumulasi dari tugas-tugas kecil tersebut adalah terselesaikannya tugas secara keseluruhan. Pemecahan tugas menjadi tugas-tugas yang lebih kecil ini akan membuat tugas yang sebelumnya cukup rumit menjadi terlihat lebih mudah dikerjakan.

Semakin terlihat mudah suatu tugas dikerjakan maka akan membuat semangat untuk mengerjakannya. Semakin suatu tugas terlihat rumit dan susah maka akan semakin meningkatkan pula kemungkinan terjadinya penundaan pekerjaan (procrastination).

Cara lainnya adalah dengan memberikan semacam reward atau hadiah pada diri sendiri bila mampu menyelesaikan suatu tugas. Reward atau hadiah ini tidak perlu yang mahal-mahal, misalnya cukup satu cangkir cappucino hangat di cafe temaram nan syahdu maka cukuplah itu, ya nggak guys.

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa orang yang memiliki kecenderungan mudah menunda pekerjaan itu biasanya memang mudah terganggu konsentrasinya dan susah fokus pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Oleh karena itu para mahasiswa dalam usahanya menghindari belenggu menunda pekerjaan bisa mencoba untuk menciptakan suatu tempat yang terbebas dari segala macam pengganggu konsentrasi seperti televisi, radio, koneksi internet, meminimalisir barang-barang yang ada di sekitar tempat tersebut, dan lain sebagainya.

Buatlah ruangan belajar yang bersih, rapi, dan seminimalis mungkin sehingga tidak ada potensi gangguan penghilang konsentrasi sehingga kemungkinan terjadinya penundaan pekerjaan semakin kecil dan tergantikan oleh fokus dalam pengerjaan tugas-tugas kuliah.

7. Menguasai Keterampilan Manajemen Pribadi (self management)

Kehidupan para mahasiswa tentunya akan sangat kompleks seiring dengan bertambahnya peran mereka di kegiatan akademik maupun kegiatan non akademik. Kegiatan akademik berupa pengerjaan berbagai macam tugas-tugas perkuliahan, praktikum, lomba karya tulis ilmiah mahasiswa, dan lain sebagainya. Kegiatan non akademik bisa berupa aktivitas di Unit Kegiatan Mahasiswa, Organisasi Mahasiswa intra kampus maupun ekstra kampus, kerja sampingan (partime job), bisnis sampingan, dan lain sebagainya.

Proses penyeimbangan antara kegiatan-kegiatan tersebut memerlukan suatu keterampilan manajemen tersendiri yang disebut sebagai Manajemen Pribadi (Self Management). Contoh kejadian nyata adalah adanya dead line yang sama antar tugas kuliah yang tentunya akan memerlukan pengaturan tersendiri dalam proses pengerjaan dua tugas mata kuliah atau lebih tersebut. Sebagai seorang individu, maka mahasiswa dituntut untuk mengatur waktu dan pikiran dia dalam mengerjakan secara optimal tugas kuliah yang tenggat waktu pengumpulannya bersamaan tersebut.

Selain itu bisa juga terjadi berbenturannya antara jadwal kegiatan akademik dengan jadwal acara kegiatan non akademik. Misalnya adalah berbenturannya jadwal praktikum dengan jadwal acara di Unit Kegiatan Mahasiswa. Tentunya hal ini akan memberikan suatu pertimbangan tersendiri antara keduanya.

Namun adanya tugas-tugas yang saling berdekatan dead line pengumpulan dan pelaksanaannya ini akan memberikan latihan tersendiri bagi para mahasiswa dalam hal keterampilan penyelesaian masalah (problem solving). Oleh karena itu salah satu strategi belajar secara efektif di perguruan tinggi adalah “Understand everyday Problem-solving”, begitu kata Dr. Annie Crookes.