8 Rahasia Cara Menulis Paper Makalah Jurnal Ilmiah Internasional Yang Diindeks Scopus

Keputusan untuk diterima (approve) atau tidaknya suatu paper makalah ilmiah di jurnal ilmiah yang diindeks oleh scopus maupun jurnal bereputasi internasional lainnya tentunya bergantung oleh keputusan dari tim reviewer jurnal tersebut. Namun secara umum bisa diketahui prediksi hal-hal yang berkaitan dengan akan ditolak atau diterimanya suatu paper makalah ilmiah di suatu jurnal.

Berikut ini idehidup.com akan mengulas berbagai macam hal yang berkaitan dengan cara menulis paper jurnal yang diindeks scopus maupun jurnal ilmiah bereputasi internasional lainnya. Semoga ulasan idehidup.com ini dapat memberikan gambaran umum tentang tips dan trik supaya suatu paper makalah ilmiah diterima (approve) untuk diterbitkan di jurnal ilmiah bereputasi internasional. Sebelumnya idehidup.com juga telah mengetengahkan artikel yang berjudul 8 Kendala Menulis Karya Ilmiah dan Cara Mengatasinya.

1. Pastikan Teks Artikel Ilmiah yang Ditulis Adalah Original dan Memberikan Kontribusi Pada Keilmuan

Secara umum jurnal-jurnal yang diindeks oleh scopus dan institusi-institusi pengindeks internasional lainnya mengharuskan kualitas tulisan artikel paper ilmiah yang cukup tinggi. Hal mendasar yang langsung disoroti oleh tim reviewer dari suatu artikel ilmiah adalah apakah artikel ilmiah tersebut original (asli) atau tidak. Semakin tinggi standar suatu jurnal berkaitan dengan orginalitas dan kontribusi dan bahkan novelty dari suatu paper (makalah) maka semakin susah juga jurnal tersebut “ditembus” terutama oleh penulis paper secara umum dan pemula.

scopus journal, jurnal scopus adalah, jurnal scopus gratis,
contoh jurnal internasional, jurnal internasional pendidikan,
jurnal internasional pdf, website jurnal internasional, jurnal internasional kesehatan, jurnal internasional adalah, cara publikasi jurnal nasional gratis, jurnal internasional pertanian, jurnal scopus adalah, jurnal scopus gratis, jurnal terindeks scopus, daftar jurnal internasional terindeks scopus

Setelah suatu artikel bernilai orginal, maka masih ada satu lagi kriteria yang perlu dipenuhi, yaitu artikel tersebut harus memberikan kontribusi pada suatu bidang keilmuan. Kualitas kontribusi ini juga yang membuat tingkat kesulitan “ditembusnya” suatu jurnal. Oleh karena itu sesuaikan tingkat originalitas (keaslian) dan tingkat kebaruan suatu paper dengan grade jurnal ilmiah internasional yang akan di-submit-i nantinya.

2. Pastikan Judul Paper Secara Jelas Menggambarkan Isi Dari Paper Tersebut

Salah satu kriteria berikutnya suatu paper jurnal bisa diterima di jurnal ilmiah yang diindeks scopus maupun jurnal internasional lainnya adalah bahwa judul paper tersebut harus secara jelas merefleksikan keseluruhan isi dari paper. Dengan kata lain, membuat judul tidak boleh sembarangan, karena harus memperhatikan kaidah-kaidah tertentu yang salah satunya adalah harus merepresentasikan keseluruhan isi dari suatu paper. Ibaratnya adalah bahwa judul merupakan super ringkasan dari keseluruhan isi suatu paper makalah karya ilmiah. Jadi, sebisa mungkin buatlah judul sedemikan rupa sehingga hanya dengan hanya membaca judul saja maka pembaca sudah bisa memahami keseluruhan isi dari suatu makalah ilmiah.

3. Pastikan Penyampaian dan Penyusunan Struktur Makalah Telah Sesuai dengan Panduan yang Diberikan oleh Jurnal

Masing-masing jurnal ilmiah internasional telah memberikan panduan penulisan (guidelines) makalah ilmiah yang akan didaftarkan untuk diterbitkan di jurnal tersebut. Panduan tersebut berisi struktur kerangka tulisan yang akan diterbitkan. Ketentuan-ketentuan kepenulisan tersebut harus dipenuhi oleh seluruh calon ilmuwan yang akan mendaftarkan (submits) paper makalah ilmiah karyanya ke suatu jurnal ilmiah. Panduan penulisan (guidelines) tersebut akan berbeda-beda antara jurnal ilmiah yang satu dengan jurnal ilmiah lainnya. Oleh karena itu bila suatu paper ingin lolos (accepted) diterbitkan di suatu jurnal ilmiah tertentu maka struktur tulisan paper tersebut harus mengikuti panduan kepenulisan (guideline) jurnal tersebut.

4. Pastikan Metode yang Digunakan Mencukupi dan Sesuai untuk Menghasilkan Data yang Akurat dan Reliable

Jika poin-poin sebelumnya berkaitan dengan kepenulisan maka poin ini berhubungan dengan metodologi penelitian yang digunakan untuk menghasilkan data. Jenis orginal paper maka secara umum menggunakan seperangkat metode tertentu untuk menghasilkan data-data yang nantinya akan dibahas di paper tersbut. Ada juga jenis paper yang lebih ke arah review yang memuat dan mengulas berbagai macam paper mutakhir dan pembahasannya secara umum. Ada juga paper dengan jenis systematical review atau berjenis metaanalysis yang menyajikan berbagai macam paper dengan kriteria-kriteria tertentu.

Jenis original paper tentunya mengharuskan penggunaan metode-metode penelitian sesuai dengan disiplin keilmuan standar tertentu. Metode-metode yang digunakan nantinya akan dicek oleh tim reviewer untuk memastikan metode tersebut mencukupi dan sesuai untuk menghasilkan data yang akurat dan reliable.

5. Pastikan Tidak ada Kesalahan Fakta, Intrepretasi, atau Kesalahan Penghitungan

Supaya bisa lolos dari reviewer di jurnal ilmiah internasional bereputasi baik dan atau yang diindeks oleh scopus, world of sciences, dan pengindeks standar internasional lainnya maka perlu memperhatikan secara hati-hati bahwa fakta-fakta yang ditampilkan harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selain itu juga harus berhati-hati dalam mengintrepretasikan hasil data dan hasil analisis dari metode yang digunakan dalam penelitian (research). Perlu juga diperhatikan berkaitan dengan proses penghitungan-penghitungan bila itu misalnya jenis penelitian yang menggunakan pengolahan data dengan statistika atau dengan menggunakan metode-metode penghitungan tertentu. Pastikan jangan sampai ada kesalahan penghitungan karena akan berakibat fatal bila sampai ada kesalahan penghitungan bila paper tersebut sudah di-submit ke redaksi suatu jurnal ilmiah.

6. Perhatikan Apakah Ada Bagian Dari Paper yang Perlu Dimampatkan/Digabung dan Bahkan Ada Bagian yang Perlu Dibuang/Dihilangkan

Perlu juga diperhatikan pada paper yang akan di-submit ke suatu jurnal ilmiah apakah pada paper tersebut perlu ada bagian yang dimampatkan atau digabung dengan bagian lainnya. Selain itu juga bahkan perlu diperhatikan bila ada suatu bagian yang perlu dihilangkan atau dibuang saja. Semua ini dilakukan dengan tujuan supaya paper makalah yang akan disubmit nantinya akan benar-benar to the point, concise, singkat, namun penuh dengan informasi yang sangat berguna bagi khalayak ilmiah tingkat dunia.

Bahkan banyak jurnal ilmiah internasional bereputasi yang membatasi jumlah maksimal halaman suatu paper makalah yang akan di-submit pada jurnal tersebut. Perlu juga diperhatikan ketentuan jurnal-jurnal ilmiah internasional tersebut banyak yang mengenakan biaya tambahan pada kelebihan halaman di luar ketentuan batas minimum jumlah halaman per makalah yang di-submit.

7. Pastikan Intrepretasi dan Kesimpulan Telah Sesuai dengan Data

Tim reviewer jurnal ilmiah internasional tentunya akan memastikan paper makalah ilmiah tersebut memiliki intrepretasi dan kesimpulan umum yang telah sesuai dengan data yang tersedia. Selain itu reviewer juga akan membandingkan intrepretasi data dan kesimpulan dengan paper ilmiah lain dari berbagai macam jurnal. Intrepretasi data dan kesimpulan ini adalah bagian yang sangat krusial dari suatu paper makalah ilmiah. Hal ini karena pada bagian inilah jiwa dari suatu paper ilmiah berada. Novelty dan tingkat kebaruan serta sumbangsih (kontribusi) suatu karya ilmiah tercerminkan pada bagian ini.

8. Pastikan Referensi Telah Mencukupi dan Sesuai

Suatu paper makalah ilmiah tentunya tidak bisa terlepas dari berbagai macam paper ilmiah karya ilmuwan-ilmuwan sebelumnya. Hal ini sejalan seperti yang telah dikatakan oleh Sir Isaac Newton bahwa bila dirinya bisa hebat seperti itu adanya maka itu karena dia berdiri atas pundak raksasa, yaitu mengembangkan apa yang telah dikembangkan dan ditulis oleh ilmuwan-ilmuwan sebelum-sebelumnya.

If I have seen further it is by standing on the shoulders of Giants.” (Sir Isaac Newton)

Dalam konteks ini maka referensi sangatlah penting adanya. Journal-jurnal ilmiah internasional bereputasi mensyaratkan adanya kajian pustaka dari berbagai macam paper ilmiah karya ilmuwan-ilmuwan sebelumnya secara mencukupi dan sesuai. Ini artinya adalah seorang penulis makalah ilmiah yang akan diterbitkan di jurnal ilmiah harus melakukan studi pustaka selengkap mungkin dan sedalam mungkin. Studi pustaka secara komprehensif dan mendalam ini bertujuan untuk mengetahui state of the art dari bidang kajian ilmiah yang sedang dia tulis.

Apabila seorang ilmuwan telah melakukan studi pustaka secara mendalam, komprehensif dan selengkap-lengkapnya, maka tidak sulit baginya untuk mengetahui posisi peneletiannya di antara berbagai macam penelitian yang telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan lain. Kajian pustaka yang lengkap dan komprehensif ini juga akan menghindari seorang ilmuwan melakukan duplikasi penelitian yang tidak perlu. Selain itu kajian pustaka secara lengkap ini juga akan menghindarkan penulis makalah paper ilmiah dari terjadinya plagiasi.

Demikianlah tips dan trik serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis dan menyusun paper makalah ilmiah yang akan diterbitkan di jurnal yang diindeks oleh scopus maupun juga jurnal ilmiah internasional bereputasi lainnya. Panduan yang diberikan oleh idehidup.com ini tidak menjamin diterimanya (approved) suatu paper ilmiah namun setidaknya telah memberikan gambaran secara secara umum berkaitan dengan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan supaya paper makalah ilmiah lolos diterbitkan di jurnal ilmiah.

Semoga uraian singkat ini dapat memberikan sedikit pencerahan bagi kita semua. Semoga kita semua diberi kelancaran dan semakin produktif dalam melakukan penelitian (research) dan produktif dalam menulis ilmiah. Salam sukses selalu dari idehidup.com untuk anda semua pembaca setia.

Barangkali anda juga tertarik dengan artikel idehidup.com lainnya yang berjudul:

8 Kendala Menulis Karya Ilmiah dan Cara Mengatasinya

7 Cara Mengatasi Kesalahan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

15 Kiat Mengatasi Hambatan Menulis: Membangkitkan Semangat Menulis yang Padam

15 Macam Tipe Strategi Gaya Cara Belajar Mahasiswa

7 Tipe Mahasiswa Berdasarkan Cara Mencatat di Kampus Perguruan Tinggi

7 Cara Mencatat Efektif di Perkuliahan Perguruan Tinggi

data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,2" data-matched-content-ui-type="image_stacked"