9 Tips Memasak Di Gunung Untuk Para Pecinta Alam Dan Pendaki Gunung

Tulisan mengenai tips memasak di gunung ini cocok buat sobat sekalian yang baru pertama kali akan mendaki gunung atau berkegiatan di alam bebas. Tulisan ini juga bisa memberikan tambahan pengetahuan mengenai memasak di alam bagi para pendaki dan pegiat alam bebas atau pecinta alam yang sudah berkali-kali ke gunung hutan. Berikut ini akan diulas mengenai memasak di gunung di hutan maupun di alam bebas lainnya.

Pembahasan pada tulisan ini akan mengulas berbagai macam aspek tentang memasak di gunung mulai tentang menu masakan sampai mengenai tentang tips memasak di gunung yang ramah lingkungan. Harapannya adalah semoga tulisan ini bisa memberikan pengetahuan dan tetap relevan untuk dibaca bagi yang pemula dalam hal pendakian gunung sampai yang sudah berkali-kali mendaki gunung. Selamat menikmati sajian tulisan kami.

1. Merencanakan Menu Masakan

Yang paling mudah adalah dengan membuat rencana akan memasak apa saja dengan membuat daftar menu masakan. Dengan demikian maka akan lebih memudahkan dalam mempertimbangkan susunan jadwal akan masak apa saja pagi siang atau sore dan kapan. Membuat daftar masakan apa saja dan kapan dimasaknya akan lebih memberikan kemudahan bagi pendaki. Meskipun nanti pelaksanaannya akan fleksibel dan lebih banyak disesuaikan dengan kondisi di lapang saat pendakian.

Perlu juga mempertimbangkan jenis bahan masakan dalam daftar menu tersebut. Untuk lebih lanjut pembahasan mengenai tips memasak di gunung dalam hal memilih bahan makanan untuk di masak di gunung penulis menyarankan untuk membaca artikel idehidup.com lainnya yang berjudul 5 Rahasia Mengenai Bahan Masakan Untuk Memasak di Gunung

 

 resep masakan pendaki gunung, harga nesting gunung, nesting adalah, cara masak nasi liwet, cara memasak nasi dengan panci, nesting tni, nesting camping, nesting eiger, resep masakan saat mendaki gunung, menu masak di gunung, menu makanan pendakian gunung, resep masakan pendaki gunung, harga nesting, parafin, consina, eiger

2. Belanja Bahan Masakan

Perlu juga diperhatikan mengenai kapan dan di mana belanja bahan yang akan dimasak di gunung. Untuk menentukan hal ini maka perlu memperhatikan rencana secara keseluruhan mengenai jalur tempat-tempat yang akan dilalui selama perjalanan menuju tempat pendakian. Apabila pada rencana perjalanan yang telah disusun tersebut akan melewati tempat-tempat tertentu yang memungkinkan untuk belanja bahan yang akan dimasak di gunung maka pendaki bisa tidak berbelanja dan tidak menyiapkan segala bahan masakan dari rumah. Hal tersebut akan memberikan kemudahan dalam packing saat perjalanan di kendaraan karena volume dan berat pada tas ransel (carrier) bisa lebih berkurang.

Namun jika dari rencana perjalanan terlihat nantinya tidak akan melewati tempat-tempat tertentu yang memungkinkan untuk belanja maka sebaiknya perlu untuk menyiapkan segala macam bahan masakan dari rumah dan langsung mem-packing-nya ke dalam tas ransel (carrier). Yang perlu diperhatikan sebagai salah satu tips memasak di gunung juga adalah bila menyusun menu masakan dari bahan sayur, maka perlu mengira-ngira kapan harus membeli sayur tersebut. Langkah terbaik adalah membeli sayuran di daerah pos lapor pendakian atau daerah sebelum gerbang hutan. Cara tersebut akan membuat sayur lebih segar saat dimasak di gunung dan menghindarkan sayur busuk karena terlalu lama disimpan di dalam tas ransel (carrier).

3. Memilih Kompor Dan Jenis Bahan Bakar

Perihal penentuan keputusan untuk menggunakan jenis kompor lapang yang akan digunakan juga perlu diperhatikan dalam tips memasak di gunung. Memilih kompor juga tidak bisa dipisahkan dari jenis bahan bakar yang digunakan oleh kompor lapang tersebut. Perlu dipertimbangkan apakah akan menggunakan bahan bakar gas atau akan menggunakan bahan bakar cair. Bahan bakar cair masih dibagi lagi akan menggunakan bahan bakar minyak bumi atau akan menggunakan bahan bakar yang berbasis fermentasi seperti spiritus, etanol, atau metanol.

Masing-masing jenis kompor lapang dan bahan bakarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan tentunya pemilihan penggunaan jenis kompor dan bahan bakarnya tersebut akan bergantung pada selera pribadi masing-masing pendaki. Barangkali pembaca tertarik untuk membaca artikel idehidup.com mengenai tips pemilihan kompor lapang di artikel dengan judul 5 Tips Memilih Kompor Gunung Atau Kompor Lapangan Untuk Mendaki Gunung

4. Packing (Pengemasan) Bahan Makanan Dan Bahan Bakar

Perlu juga diperhatikan mengenai cara mem-packing (menata isi barang-barang di dalam ransel) bahan makanan dan bahan bakar. Kalau bisa saat mem-packing di ransel antara bahan makanan dan bahan bakar untuk kompor di jauhkan. Hal ini karena untuk mengurangi resiko terkontaminasinya bahan makanan oleh bahan bakar baik itu secara langsung misal bahan makanan ketumpahan bahan bakar atau bahan makanan terkena bau dari bahan bakar. Bahan makanan yang ketumpahan bahan bakar akan tidak meyakinkan untuk dimasak dan dimakan. Sedangkan bau bahan bakar yang menginvasi bahan makanan akan mengurangi selera makan di gunung.

Yang juga termasuk tips memasak di gunung adalah pengemasan bahan makanan semisal telur mentah yang mudah pecah memerlukan wadah tersendiri untuk mengurangi pecah atau remuknya telur. Wadah untuk telur mentah ini banyak di jual di toko peralatan pendakian gunung. Jika yang dibawa adalah telur asin yang sudah matang maka tidak mengapa meski telur asin tersebut kulitnya remuk-remuk sedikit. Namun bila telur tersebut telur mentah maka bila pecah atau kulitnya retak maka cairan telur tersebut bisa mengkontaminasi barang-barang lain yang ada di dalam ransel/carrier. Dalam waktu beberapa hari, cairan telur tersebut akan bisa menyebabkan bau.

Ada banyak cara packing dalam meletakkan bahan makanan di dalam ransel/carrier. Secara subjektif, penulis biasanya lebih suka meletakkan bahan makanan di sekitar bagian atas ransel/carrier. Hal ini dengan tujuan supaya bahan makanan tersebut tidak tertindih oleh barang-barang bawaan lainnya yang lebih berat. Dengan demikian maka akan mengurangi resiko bahan makanan hancur karena tertindih oleh barang bawaan lainnya yang lebih berat. Selain itu, bahan makanan jika diletakkan di sekitar atas ransel maka akan lebih dekat dengan bukaan ransel/carrier. Sehingga bila di tengah perjalanan bila terasa lapar atau terasa ingin makan makanan ringan camilan maka bisa lebih memudahkan akses untuk mengambilnya.

5. Memilih Tempat Memasak Saat Di Gunung

Memilih tempat memasak ketika di gunung tergantung situasi dan kondisi. Misalnya saat cuaca cerah maka pendaki gunung bisa memasang kompor lapang mereka di tempat terbuka dan memasak sambil menikmati langit biru. Atau saat cuaca agak mendung maka bisa mempertimbangkan apakah akan memasak di luar tenda atau akan memasak di dalam tenda. Jika cuaca mendung namun diperkirakan tidak akan turun hujan maka tetap disarankan untuk memasak di luar tenda. Alternatif lain bila ternyata di luar tenda agak gerimis atau sedang terdapat angin yang kencang maka bisa memilih untuk memasak di serambi tenda (vestibule). Meskipun terkadang ada jenis-jenis tenda yang memiliki serambi tenda (vestibule) dan ada juga jenis tenda yang tidak memiliki serambi tenda.

Bila cuaca sangat ekstrim, seperti saat sedang terjadi hujan deras dan lebat atau sedang terjadi badai, maka bisa memasak di dalam tenda. Kegiatan memasak di dalam tenda ini sangat perlu hati-hati dan tidak boleh ceroboh. Tenda dan alas tenda adalah terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Sehingga perlu hati-hati dan dijaga supaya api tidak sampai menjilat tenda dan alas tenda. Perlu juga diperhatikan mengenai ventilasi udara yang ada di dalam tenda. Tenda yang memiliki ventilasi yang baik akan lebih memberikan keamanan dalam memasak di dalam tenda. Ini merupakan bagian dari tips memasak di gunung tentang kehati-hatian dalam menggunakan kompor lapang.

Tenda jenis double layer (memiliki dua lapis) memiliki kondisi ventilasi yang lebih baik untuk pergantian udara di dalam tenda jika dibandingkan dengan tenda yang hanya satu lapis saja. Hal ini terutama saat hujan maka lapisan tenda akan basah sehingga pertukaran udara melalui sela-sela lapisan pori-pori kecil tenda sulit untuk berlangsung. Satu-satunya jalan yang terbaik adalah tenda yang memiliki dua lapis atau tenda yang memiliki lubang ventilasi yang tetap berfungsi meski hujan lebat sedang berlangsung. Pertukaran udara ini penting karena sisa hasil pembakaran bahan bakar akan mengisi seluruh ruang tenda. Terutama bila memasak menggunakan bahan bakar spiritus/metanol/etanol maka bau sisa bakarannya akan memenuhi tenda dan terkadang baunya membuat pusing kepala.

6. Menghindari Kebakaran Hutan

Aktivitas memasak para pendaki berpotensi untuk menyebabkan terjadinya sumber api dalam kebakaran hutan. Maka perlu diperhatikan mengenai kehati-hatian jangan sampai kompor yang dipakai untuk memasak menimbulkan api yang besar yang bisa menyulut kebakaran pada area sekitar tempat memasak. Api sekecil apapun yang timbul dari proses memasak bisa berpotensi untuk menyebabkan tersulutnya material-material yang mudah terbakar di sekitar tempat memasak hingga akhirnya menjalar membakar hutan.

Jagalah kelestarian lingkungan dengan berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan api saat memasak di dalam gunung hutan. Kebakaran hutan akan menghabiskan berbagai macam keaneka ragaman hayati yang hidup di hutan. Janganlah menjadi penyumbang penyebab kepunahan keanekaragaman hayati hutan gunung. Anak cucu kita masih mempunyai hak untuk juga ikut menyaksikan dan menikmati keindahan dan aneka manfaat lainnya dari keanekagaman hayati hutan gunung. Tips memasak di gunung yang satu ini perlu untuk menjaga kelestarian ekosistem gunung hutan.

7. Berhati-hati Dengan Kemungkinan Binatang Liar Mengambil/Mencuri Bahan Makanan

Pendaki gunung harus berhati-hati dalam menyimpan bahan makanan mereka. Ada tempat-tempat tertentu yang di situ ada ancaman dari hewan-hewan liar. Salah satu hewan liar yang mengancam bahan makanan pendaki adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Kehati-hatian ini terutama apabila pendaki gunung meninggalkan bahan makanan mereka meskipun di dalam ransel/carrier, apalagi hanya ditaruh di luar ransel meski itu di dalam tenda yang ditutup rapat. Monyet ekor panjang mampu masuk ke dalam tenda dengan menyobek tenda dengan kuku mereka lalu masuk ke dalam tenda untuk mengambil bahan makanan dan dibawa lari.

Hal ini terutama biasanya terjadi saat pendaki meninggalkan tenda mereka untuk melakukan summit attack dan mereka hanya membawa tas kecil day pack saja untuk ke atas puncak dan tidak membawa full semua bahan makanan mereka. Tenda tanpa penghuni namun berisi banyak makanan adalah sasaran empuk monyet ekor panjang. Oleh karena itu pendaki perlu berhati-hati ketika akan meninggalkan tenda mereka bila sudah diketahui bahwa di tempat mereka mendirikan tenda tersebut terdapat populasi hewan liar terutama kera ekor panjang. Tips memasak di gunung yang satu ini adalah supaya pendaki gunung lebih waspada terhadap keamanan logistik makanan mereka.

8. Bagi-bagi Hasil Masakan Dan Makanan Dengan Pendaki Lain

Happiness only real when shared” kata Christopher McCandless, salah satu legenda pegiat alam liar. Memasak di gunung merupakan kegiatan yang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para pendaki gunung. Setelah berjalan jauh, naik turun bukit, bergantungan di tebing-tebing, terpeleset, terporosok, maka sesi memasak adalah sesi yang mampu memberikan hiburan tersendiri. Bagilah kebahagiaan itu dengan pendaki lain di sebelah.

Saling berbagi makanan dengan pendaki lain akan memberikan efek keceriaan dan kebahagiaan tersendiri. Ngobrol ke sana kemari sambil menikmati hasil masakan adalah suatu kebahagiaan sejati yang sulit untuk dilukiskan. Berbagilah makanan dengan pendaki lain dengan penuh tulus ikhlas, maka kebahagiaan sejati yang tulus akan muncul. Ini merupakan tips memasak di gunung supaya pendaki akan lebih mendapatkan kebagiaan yang bukan hanya sekeda imitasi.

9. Jangan Membuang Sembarangan Sisa Makanan Di Gunung Hutan

Jangan melakukan kebiasaan buruk membuang sampah di gunung hutan. Sebagai seorang pendaki gunung maka harus bertanggungjawab atas kelestarian gunung. Leave no traces kata pendaki-pendaki senior. Berkaitan dengan kegiatan masak-memasak maka jangan membuang sisa-sisa makanan langsung ke sekitar tempat memasak atau di sekitar tempat mendirikan tenda. Sisa-sisa makanan tersebut akan mengundang binatang-binatang liar untuk memakannya. Binatang-binatang liar tersebut tidak terbiasa dengan makanan manusia. Makanan-makanan manusia tersebut bisa mengganggu kesehatan hewan-hewan liar tersebut.

Sistem fisiologis di dalam tubuh hewan-hewan liar tidak cocok atau tidak sesuai dengan makanan manusia. Bila proses memakan sisa-sia makanan pendaki ini terjadi terus menerus maka hewan-hewan tersebut bisa mengalami sakit dan mengarah ke kematian. Selain itu, hewan liar juga akan menjadi ketergantungan dengan makanan dari manusia, sehingga bisa mengurangi keterampilan kemampuan mencari makan (foraging) mereka, hal ini terutama bagi anak-anak hewan liar tersebut yang sejak kecil diajak induknya untuk mencari makan di sekitar tempat pendaki membuang sampah makanan mereka. Bila hal ini terjadi secara terus menerus maka akan menyebabkan terjadinya kepunahan pada hewan-hewan liar tersebut. Tips memasak di gunung yang satu ini adalah supaya pendaki gunung lebih bertanggungjawab terhadap makhluk lain penghuni gunung hutan.

Berhati-hatilah dengan sampah sisa-sisa makanan, pendaki yang baik adalah akan menghabiskan makanan yang mereka masak, dan bila makanan tersebut terpaksa tidak habis maka mereka akan mengemasnya dan memasukkan ke dalam kantung sampah dan mereka bawa turun dari gunung dan tidak membuangnya di gunung, karena gunung bukan tempat sampah. Mari kita jaga bersama-sama kelestarian ekosistem gunung melalui aktivitas memasak makanan di gunung yang lebih ramah lingkungan serta bersahabat dan tidak membahayakan lingkungan gunung.

Demikian telah dibahas mengenai berbagai macam tips memasak di gunung mulai dari persiapan, kenyamanan ketika memasak, hingga dari segi usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan ekosistem gunung. Tentunya keasyikan dalam mendaki gunung atau berkegiatan di alam bebas lainnya jangan sampai merusak kelestarian alam. Hal tersebut supaya keberlangsungan sistem alami yang ada di lingkungan liar tetap terjaga.

Keberlangsungan berjalannya sistem alami di gunung hutan akan memberikan servis ekologis atau memberikan manfaat utama bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia. Rusaknya alam di gunung hutan akan juga mengancam keberlangsungan kehidupan manusia. Semoga sobat sekalian mendapatkan manfaat dari tulisan ini. Terimakasih sudah berkunjung ke idehidup.com, semoga sobat sekalian sukses selalu.