Cara Mencegah Gejala Depresi dengan Tidak Menyalahkan Keadaan

Sedia payung sebelum hujan, pepatah tersebut juga berlaku pada cara mencegah gejala depresi. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, maka kita harus berusaha untuk mencegah terjadinya depresi sebelum depresi tersebut menjangkiti dan menguras tenaga serta membunuh produktivitas. Bagaimanakah caranya mencegah gejala depresi? salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri untuk tidak menyalahkan keadaan.

Keadaan-keadaan yang terjadi di sekitar kita ada yang yang masih dalam lingkup kendali kita dan ada yang di luar kendali kita.Untuk jenis keadaan yang masih dalam lingkup kendali kita maka kita harus sebisa mungkin mengendalikannya untuk mencapai keoptimalan kondisi tersebut. Bila ternyata keadaan yang masih dalam lingkup kendali kita tersebut ternyata masih belum berjalan secara optimal dan cenderung terjadi kesalahan, maka kita harus mengevaluasi diri kita bagaimana sampai bisa terjadi kesalahan tersebut. Letak pencegahannya adalah kita harus menerima apa yang terjadi tersebut dan kemudian segera mengevaluasi letak kesalahan kita. Selanjutnya adalah segera kita ambil tindakan untuk mengendalikan kesalahan tersebut.

depresi adalah, gejala depresi, pengertian depresi, ciri-ciri depresi, penyebab depresi, cara menghilangkan depresi, obat depresi, obat anti depresi, depresi berat

Letak pencegahan gejala depresi untuk kasus yang masih dalam linkup kendali kita adalah dengan menerima kesalahan tersebut dan segera mengubahnya. Yang lucu adalah bila ternyata keadaan yang tidak optimal tersebut masih dalam linkup kendali kita dan kemudian kita justru menyalahkan keadaan tersebut atau menyalahkan orang lain. Sungguh ini yang juga biasanya terjadi pada beberapa orang. Orang yang proaktif akan bersikap secara bijak dengan tidak menyalahkan keadaan atau malah justru menyalahkan orang lain pada kondisi tersebut. Bila kita cenderung menyalahkan orang lain dan menyalahkan keadaan maka yang terjadi adalah munculnya gejala depresi pada diri kita.

Berikutnya adalah jenis keadaan yang di luar kendali kita. Jenis keadaan ini kita tidak punya kemampuan untuk mengubahnya. Contohnya adalah ketika kita di dalam bus umum atau di dalam angkutan kota yang sedang terjebak macet. Kondisi ini di luar kendali kita. Pilihan yang ada adalah apakah kita marah-marah dan menyalahkan supir atau menyalahkan polisi atau tidak tahu harus menyalahkan siapa, atauhkah kita menerima keadaan ini dan menyadarinya bahwa ini di luar kendali kita. Pilihan yang pertama akan membuat kita menjadi stres tertekan dan muncul gejala depresi sedangkan pilihan kedua akan membuat kita terbebas dari serangan ciri-ciri depresi plus bonus kita akan semakin bijak dalam menghadapi suatu permasalahan. Untuk mengatasi jenis keadaan ini maka kita bisa menjadikan keadaan tersebut berubah menjadi keadaan yang positif dan bahkan produktif.

Misalnya dalam kondisi yang terjebak macet maka kita bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk mendengarkan audiobook (buku audio), podcast, musik, atau dengan membaca buku. Oleh karena itulah akan lebih optimal bila kita menyediakan file-file (berkas-berkas) audiobook atau podcast di dalam ponsel kita sehingga kita bisa langsung memutarnya saat terjadi hal-hal yang membuat kita harus menunggu. Atau kita sediakan buku yang belum sempat dibaca atau buku inspiratif kesukaan di dalam tas kita yang siap kita baca kapanpun. Jenis-jenis audiobook atau podcast cocok bila kita sedang mengemudi dan buku cocok bila kita sebagai penumpang. Nah itu tadi contoh penyikapan keadaan yang di luar kendali kita sehingga kita bisa selalu produktif dalam setiap kesempatan dan membantu kita terbebas dari serangan ciri-ciri depresi.

Konsep ide artikel ini juga ditulis saat penulis idehidup.com dalam kondisi terjebak macet di jalan. Penulis berusaha untuk berfikir positif dan mencoba mengubahnya menjadi sesuatu yang produktif daripada saya pusing memikirkan kemacetan. Hingga akhirnya lahirlah draft konsep tulisan ini yang saya tulis di ponsel dan siap untuk kapanpun ditindaklanjuti sampai menjadi artikel lengkap. Ini juga merupakan kejadian yang menunjukkan bahwa ide itu bisa datang kapanpun dan dimanapun dan kita harus siap untuk menangkapnya dengan menuliskan ide tersebut dalam bentuk catatan-catatan kecil.