Cerita Motivasi Kerja dari Buku Daily Rituals How Artist Work

Bisakah meningkatkan produktivitas diri dengan membaca cerita motivasi kerja para maestro? Apakah cara tersebut memang benar bisa meningkatkan semangat dan motivasi kerja? Memang salah satu cara yang perlu anda coba adalah dengan membaca cerita motivasi kerja dari pengalaman-pengalaman orang yang berhasil di bidangnya. Saya sendiri tergugah dan mulai berfikir ulang mengenai tingkat produktivitas saya pribadi setelah membaca buku “Daily Rituals How Artist Work“. Saya membandingkan apa yang saya lakukan selama ini dalam berkarya dengan cara-cara mereka dalam berkarya, lebih jauh lagi saya membandingkan rutinitas keseharian saya dengan ritinitas harian mereka. Dan ternyata memang berbeda, di sinilah akhirnya saya menemukan jawaban dari pertanyaan apa letak perbedaan saya dengan mereka yang menghasilkan karya-karya luar biasa dari cerita motivasi kerja para maestro yang ada di buku ini.

cerita motivasi kerja, motivasi kerja, kata motivasi kerja,Buku tersebut membahas bagaimana kegiatan sehari-hari para maestro musik, sastra, koreografi, seni lukis, ilmuwan dan filosofi yang berhasil di bidangnya masing-masing. Sebagian besar (meskipun tidak semuanya) orang-orang besar yang diceritakan di buku tersebut mempunyai jadwal kegiatan harian yang tertata rapi dan pastinya menggunakan waktu seoptimal mungkin untuk menghasilkan karya-karya mereka. Masing-masing maestro tersebut mempunyai pengaturan sendiri-sendiri terhadap apa yang mereka lakukan setiap hari sepanjang hidupnya. Meskipun mereka tidak semuanya dalam kondisi sempurna dan kondusif dalam mengerjakan karya-karya mereka – misal Karl Marx mengerjakan Das Kapital pada kondisi pelariannya di London Ingris, menulis Das Kapital di perpustakaan, dengan kesehatan yang memburuk, serta dalam kondisi keterbatasan finansial – namun mereka mempunyai semangat yang tinggi dalam mengerjakan dan menyelesaikan karya-karya master piece mereka.

cerita motivasi kerja para maestro: mereka tidak mudah menyerah pada keadaan

Orang-orang besar itu tadi terus mencari dan akhirnya menemukan kebiasaan-kebiasaan tertentu bagi dirinya untuk supaya lebih bisa mengoptimalkan diri dalam proses menghasilkan karya-karya mereka. Sehingga bisa dikatakan satu dengan yang lainnya mereka mempunyai cara-cara dan kebiasaan-kebiasaan sendiri yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada yang tipe mengerjakan karya-karya mereka pada pagi hari, ada yang malam hari, ada yang headstand supaya pikiran lancar dalam berkarya (Igor Stravinsky), Agatha Christie yang menulis dengan tanpa sepengetahuan orang lain kecuali keluarganya sendiri dan tidak mempunyai ruang atau meja tetap untuk menulis, ada yang mengkonsumsi obat-obatan untuk menguatkan diri mereka dalam berkarya (yang ini jangan dicontoh, karena berbahaya bagi kesehatan) misal Jean Paul Sartre. Kesemuanya itu bila disimpulkan sebenarnya adalah cara-cara mereka dalam menyiasati supaya mereka bisa lancar dalam berkarya. Dari cerita motivasi kerja para maestro ini maka terlihat bahwa mereka itu adalah orang-orang kreatif dan tidak mudah menyerah pada keadaan sesulit apapun.

Hal yang menarik lainnya adalah beberapa di antara mereka ada juga yang masih mengalami perjuangan melawan penundaan pekerjaan (procastination). Meskipun begitu mereka tidak menyerah kalah dengan keadaan tersebut karena buktinya mereka tetap bisa menghasilkan karya.

cerita motivasi kerja para maestro: mereka berdisiplin tinggi

Kebanyakan dari mereka-mereka itu mempunyai “jadwal” apa yang harus dikerjakan tiap hari yang rutin dilakukan. Lebih lanjut lagi, mereka memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Sebagian dari mereka mengisi waktu mereka dengan melakukan aktivitas produktif untuk menghasilkan karya-karya besar mereka. Dalam proses pengerjaan karya-karya mereka, ada yang benar-benar terus-menerus berkarya dan menghindari berbagai macam hal yang dapat mengganggu produktivitas dengan menarik diri serta membebaskan diri dari aktivitas bermasyarakat, namun ada pula yang masih tetap menyempatkan diri untuk bersosialisasi. Ini juga merupakan salah satu hal yang bisa dipetik dari cerita motivasi kerja para maestro yaitu bahwa mereka itu adalah orang-orang yang berdisiplin tinggi dalam proses pengerjaan karya-karya mereka.

Kebanyakan dari mereka mempunyai ruangan khusus untuk berkarya. Ada yang menyebutnya studio, ruang belajar (Study) dan lain sebagainya yang pada dasarnya adalah ruangan khusus tempat berkarya. Meskipun juga ada beberapa pengecualian pada beberapa orang dari mereka yang tidak mempunya ruangan spesial untuk berkarya (Misalnya Agatha Christie). Dengan memiliki ruangan khusus untuk bekerja, mereka akan terbebas dari berbagai macam gangguan (distraction) saat proses produktif berlangsung ketika mereka berkarya. Sehingga, proses berkarya akan sangat optimal dan sangat efisien.

Masing-masing orang personal baik mereka maupun diri kita sendiri pada dasarnya memiliki cara-cara yang unik yang berbeda dari satu orang dengan yang lainnya untuk memompa diri pada puncak produktivitas dalam berkarya. Nah tugas kita adalah menemukan cara-cara unik itu tadi supaya kita bisa lebih mampu mencapai puncak-puncak pencapaian dalam berkarya. Semakin cepat kita menemukan cara-cara unik yang cocok dan sesuai dengan kita, maka akan semakin cepat pula kita bisa bersegera menghasilkan karya-karya besar. Demikianlah tadi metode peningkatan produktivitas diri dengan membaca cerita motivasi kerja para maestro. Tidak ada salahnya anda mencobanya untuk peningkatan kualitas produktivitas anda.