Ingin Kaya, Inilah Alasan Perlu Mempelajari Manajemen Keuangan (financial literacy)

Bisa jadi memang kebiasaan kebanyakan orang untuk membenci hitung-hitungan membuat mereka malas mempelajari matematika yang dipenuhi oleh deretan angka. Namun hal tersebut tidak berlaku bila seseorang ingin kaya, maka sudah sepatutnya orang tersebut perlu mempejalari dan memahami perhitungan dasar mengenai perhitungan manajemen keuangan. Menguasai manajemen keuangan merupakan salah satu dasar untuk mencapai kebebasan finansial. Artikel berikut ini akan membahas mengenai mengapa seseorang yang ingin kaya perlu untuk mempelajari pengaturan keuangan (financial literacy) berdasarkan buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki.

Dinamika perubahan perekonomian yang semakin cepat dan semakin besar memberikan andil dalam diperlukannya penguasaan terhadap pengaturan keuangan. Kebanyakan orang memfokuskan pada uang dan bukan pada kekayaan terbesar mereka yaitu pendidikan. Jika orang-orang bisa fleksibel dan berpikiran terbuka maka mereka akan tumbuh semakin kaya seiring berjalannya perubahan-perubahan.

Apabila orang-orang berpikiran bahwa uanglah yang mempu menyelesaikan masalah maka Kiyosaki khawatir mereka akan menghadapi goncangan kasar selama perjalanan. Kecerdasanlah yang mampu menyelesaikan masalah dan mampu menghasilkan uang. Uang tanpa kecerdasan finansial maka uang tersebut akan segera pergi.

melek finansial, kebebasan finansial, financial freedom, solusi kebebasan finansial anda, kebebasan finansial di usia muda, pengertian kebebasan finansial, menuju kebebasan finansial, kebebasan finansial islam, kebebasan finansial pdf, kebebasan finansial email

Kiyosaki menyatakan bahwa kebanyakan orang gagal dalam menyadari bahwa di dalam kehidupan bukanlah sebarapa banyak uang yang dihasilkan oleh seseorang tetapi berapa banyak uang yang bisa disimpan oleh seseorang. Kiyosaki memberikan contoh tentang orang-orang miskin yang berhasil menang lotre tiba-tiba menjadi kaya dan kemudian miskin lagi. Mereka memenangkan jutaan dolar dan kemudian mereka kembali lagi ke keadaan dimana mereka baru memulai.

Kiyosaki juga memberikan contoh cerita mengenai antlet-atlet muda olahraga profesional yang ketika mereka masih berumur 24an tahun menghasilkan jutaan dolar dalam satu tahunnya, dan mereka tidur di bawah jembatan pada umur 34 tahun. Di buku Reach Dad Poor Dad tersebut Kiyosaki menceritakan bahwa suatu pagi dia membaca berita tentang seorang pemain basket yang setahun lalu mempunyai uang jutaan dolar kemudian dia menyatakan bahwa teman-temannya, pengacara dan akuntan mengambil uangnya, dan sekarang dia bekerja di tempat pencucian mobil dengan upah minimum.

Dari contoh-contoh di atas terlihat bahwa bila seseorang ingin menjadi kaya maka mereka perlu memahami pengetahuan-pengetahuan finansial. Mengenai pengetahuan finansial ini, Kiyosaki mengkritik sistem pendidikan sekolah yang kurang memberikan perhatian terhadap pengetahuan melek finansial (financial literate). Sehingga lulusan-lulusan sekolah memutuskan penyelesaian terhadap permasalahan-permasalahan finansial mereka dengan mencari suatu cara untuk menjadi kaya secara cepat.

Secara umum, Kiyosaki membuat penyederhanaan bahwa hal mendasar mengenai melek finansial adalah dengan mengetahui berbedaan antara “asset” dan “liability“. Secara umum kedua hal inilah yang dibahas secara panjang lebar di buku “Rich Dad Poor Dad” tulisan Kiyosaki. Dengan memahami serta mencari cara untuk memperbanyak “asset” dan menumbuhkannya hingga semakin besar, dan mengendalikan diri untuk menekan “liability” maka akan menjadikan seseorang menjadi kaya.

Dengan demikian, pengetahuan melek finansial (financial literate) sangat diperlukan untuk memberikan pandangan dan arah terhadap kemana keuangan yang dimiliki oleh seseorang diarahkan. Dinamika keuangan seseorang akan lebih terbaca secara jelas serta mudah untuk disusun prediksi keuangan bila seseorang telah melek finansial. Apabila kondisi keuangan (financial) seseorang terkelola dengan baik yang salah satu parameternya adalah semakin banyaknya “asset” yang dimiliki dan semakin sedikitnya “liability”, maka orang tersebut mengarah ke kondisi kaya serta mengarah ke tercapainya kondisi kebebasan finansial (financial freedom). Sebaliknya, bila seseorang kondisi “liability”-nya lebih tinggi dari pada kondisi “asset”-nya maka orang tersebut bisa mengarah ke kebangkrutan.

Sobat idehidup.com sekalian, demikian tadi uraian mengenai pentingnya manajemen keuangan dalam usaha untuk menjadi kaya. Semoga sobat idehidup.com sekalian bisa mengambil manfaat dari artikel ini. Sampai jumpa di puncak-puncak keberhasilan keuangan sobat sekalian, sampai jumpa pada pencapaian kebebasan finansial. Salam hangat dan semoga sukses selalu.