Integritas Diri Seorang Kondektur Bus

Integritas diri adalah salah satu modal dasar dalam proses pencapaian kesuksesan. Kemarin penulis bertemu kembali dengan bapak kondektur bus yang penuh inspirasi dan bisa sebagai contoh integritas diri. Masih ingatkah pembaca idehidup.com dengan artikel yang berjudul Menyiapkan Dana Tabungan Pendidikan Tanpa Asuransi Pendidikan Anak Ala Kondektur Bus. Bisa dikatakan Bapak kondektur tersebut adalah contoh integritas diri yang bisa dilihat secara langsung. Sedikit mengulas artikel sebelumnya yaitu mengenai bagaimana cara bapak kondektur tersebut manabung untuk persiapan dana pendidikan anaknya. Dan Bapak kondektur tersebut dengan disiplin mengaplikasikan teknik menabungnya hingga bisa menyekolahkan dan menguliahkan anaknya hingga Sarjana tanpa hutang. Menarik sekali, bila pembaca belum membaca artikel tersebut maka segera baca artikel tersebut.

Jadi cerita lengkapnya seperti ini, kemarin penulis benar-benar lupa berapa ongkos yang harus dibayar untuk tempat tujuan penulis harus berhenti. Seingat penulis memang ongkos naik bus ke tempat tujuan penulis tersebut terkadang sering ganti-ganti tergantung PO (Perusahaan Organda) bus yang penulis naiki atau bahkan sesama PO bus beda kondektur pun juga bisa beda ongkos. Kemarin itu penulis mengasihkan uang 30 ribu kepada Pak Kondektur tersebut. Ternyata Pak Kondektur tersebut komplain, penulis kira penulis kurang dalam memberikan uang maka penulis ambil lagi uang dari dompet. Eh tertanya maksud Pak Kondektur tersebut uang yang penulis berikan kelebihan. Ternyata ongkos bus hanya 18 ribu. Tersadarlah penulis bahwa selama ini ternyata kondektur-kondektur bus yang biasa penulis tumbangi banyak yang bermain dengan ongkos bus.

integritas diri,   integritas artinya,  integritas adalah,  contoh integritas diri,  pengertian integritas diri,  artikel pengertian integritas diri,  artikel integritas diri,  berita integritas diri,  buku mengenai integritas diri

Penulis jadi merenung sebentar, betapa bapak kondektur ini begitu berintegritas di tengah-tengah kondektur-kondektur lain yang sering me-mark up ongkos bus. Bapak kondektur ini mampu bersikap tegas di tengah-tengah banyaknya kondektur dengan tidak bertanggungjawabanya memanipulasi ongkos yang harus dibayar oleh para penumpang bus. Terkadang penulis juga sampat mendengar keluhan kondektur yang mendapatkan operan penumpang dan ternyata ongkos yang diberikan oleh kondektur sebelumnya ternyata kurang. Padahal menarik ongkosnya ke penumpang melebihi ongkos standar. Penulis tahu hal ini karena sebelumnya dengan tujuan yang sama penulis ditarik 24 ribu dan ternyata ongkos standarnya adalah hanya 18 ribu. Dan penulis dioper ke bus lain yang kondekturnya mengeluh itu tadi. Luar biasa sekali kondektur-kondektur nakal ini, bukan hanya penumpang yang dipermainkan, bahkan sesama kondektur bus pun juga ditipu.

Kembali lagi ke bapak kondektur yang penuh integritas diri tersebut, yang telah menceritakan pengalamannya kepada penulis dalam menyiapkan dana tabungan pendidikan tanpa asuransi pendidikan anak serta menarik ongkos sesuai tarif yang berlaku. Terkadang penulis jadi berfikir tentang hubungan antara orang-orang yang berkarakter kuat dan berintegritas terhadap kesuksesan mereka. Bila berkaca pada Bapak konduktur bus itu tadi maka bisa dijadikan model dalam fikiran penulis ini. Dengan kuatnya karakter dalam kemampuan menahan diri untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain serta berdisiplin dalam menabung maka bapak kondektur tersebut sukses dalam menguliahkan anaknya hingga Sarjana.

Jika memang benar demikian, maka diantara kunci kesuksesan adalah karakter yang kuat, determinasi, mempunyai integritas diri, tahan terhadap godaan utuk melakukan tindakan yang hanya menguntungkan sesaat, dan tidak sedikitpun mentolelir sikap-sikap atau perbuatan yang akan menghancurkan kepribadian diri. Dan bapak kondektur tersebut telah membuktikannya, dengan karakter yang kuat, bapak kondektur tersebut telah berhasil dalam mencapai tujuan dan cita-citanya, yaitu menguliahkan anaknya hingga sarjana. Dan bisa jadi, ketika Bapak kondektur tersebut berlaku dan bersikap seperti kondektur-kondektur kebanyakan yang nakal, maka karakter dan sikap mentalnya akan menjadi negatif dan akan membuatnya gagal dalam mencapai tujuannya atau cita-citanya, atau bahkan cita-cita menguliahkan anaknya hingga Sarjana bisa jadi tidak akan muncul di pikirannya.

Demikianlah tadi sedikit uraian yang mencoba mencari hubungan antara karakter yang kuat dan integritas diri dalam proses mencapai kesuksesan yang kebetulan penulis renungkan dari kejadian yang dialami penulis sendiri. Penulis selalu berusaha merenungkan setiap kejadian di sekitar penulis untuk mengambil hikmah, pesan moral, sisi positif yang inspiratif dan menguatkan jiwa. Terimakasih sudah berkunjung ke idehidup.com, semoga hari-hari anda dipenuhi kesuksesan yang sebenarnya.