Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Rumah Makan Kafe

Malam ini rintik-rintik gerimis membasahi jalanan. Mau keluar agak jauh dari kantor tapi tidak ada sepedamotor. Makan malam untuk malam ini akhirnya saya putuskan di rumah makan sebelah kantor. Antara rumah makan dan kantor hanya dipisahkan oleh satu rumah. Cukup dengan jalan kaki lewat depan rumah tetangga sebelah sudah sampai ke kafe tersebut. Dulu rumah makan tersebut hanya rumah biasa yang memang sudah ada usaha kateringnya. Kemudian akhir-akhir ini mereka melebarkan sayap sekaligus membuka rumah makan. Tetangga sebelah ini mulai menangkap peluang bisnis makanan. Depan rumah tersebut yang dulunya taman dan garasi mobil sekarang disulap menjadi etalase tempat hidangan makanan dan meja kursi untuk makan di tempat.

Terakhir rumah makan tersebut menambahkan semacam booth/konter yang menyediakan aneka kopi dan variasi olahannya (Cappucino dan lain-lain). Lengkap sudah sajian rumah makan ini. Akhirnya saya jadi sedikit “bingung”, ini rumah makan atau kafe ya. Atau mungkin tepatnya disebut rumah makan kafe. Berdasarkan tulisan-tulisan yang dipasang di sekitar booth kopi tersebut sepertinya mereka menjual aneka jenis kopi dari seluruh penjuru Nusantara. Kemudian untuk spesifik metode-metode pengolahan kopi yang dipakai di kafe tersebut terus terang saya kurang tahu. Tapi yang jelas di kafe tersebut tidak tersedia alat pengolah kopi yang sebesar mesin diesel seperti yang ada di kafe-kafe besar.

Yang menarik dari rumah makan kafe ini adalah tersedia rak yang berisi buku-buku. Sekilas saya lihat-lihat koleksi buku-bukunya banyak berkisar tentang pengembangan diri dan panduan bisnis. Yang menarik juga ada beberapa buku tentang panduan berbisnis rumah makan. Sempat terbersit di kepala saya apakah mungkin pemilik rumah makan kafe ini dulu terinspirasi buku-buku panduan berbisnis rumah makan ini ya. Tadi saya juga sempat melihat buku tentang panduan pengelolaan keuangan pribadi di deretan buku-buku.

Dan yang menarik, saya juga melihat ada buku the secret dirak buku tersebut. Saya juga jadi berfikir apakah dulu pemilik rumah makan kafe ini juga sempat mengaplikasikan metode-metode afirmasi gaya buku the secret tersebut ya. Oh iya, di dinding-dinding rumah makan tersebut juga terdapat tempelan-tempelan kata-kata mutiara yang dibingkai rapi. Sepertinya pemilik rumah makan ini sedang semangat-semangatnya untuk membesarkan bisnis rumah makannya.

Kalau saya sendiri ada yang paling membuat saya menjadi terus ingin kembali ke rumah makan kafe ini. Di rak buku tersebut tersedia koleksi buku-buku kisah detektif Sherlock Holmes yang lumayan banyak. Ya minimal saya akan terus kembali ke rumah makan kafe tersebut hingga saya selesai membaca koleksi kasus-kasus yang telah ditangani Mr. Holmes di rak bukunya hehehe. Menurut saya dengan memberi kesempatan para pelanggan rumah makan kafe tersebut untuk membaca koleksi buku merupakan langkah yang tepat. Karena lingkungan sekitarnya merupakan lingkungan kampus dua perguruan tinggi. Pelanggan rumah makan kafe tersebut adalah para mahasiswa yang kesehariannya sudah akrab dengan buku. Linkungan kampus juga merupakan daerah yang cocok untuk mengembangkan peluang bisnis makanan.

Bisnis makanan memang cukup menggiurkan. Perputaran uangnya cukup cepat. Karena memang kebutuhan dasar manusia salah satunya adalah makan. Kebutuhan untuk makan ini tidak bisa ditunda. Setiap hari manusia pasti butuh makan. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari bisnis makanan ini adalah rasa dari makanan itu sendiri dan lokasi tempat jualannya. Itulah mengapa raksasa-raksasa fastfood kelas dunia pasti menempati lokasi-lokasi strategis di sepanjang jalan. Karena mereka tahu bahwa posisi tempat usaha mereka menentukan kesuksesan usaha mereka ke depannya. Meskipun juga lokasi ternyata juga tidak menjadi faktor utama keramaian pembeli.

Terbukti dengan beberapa rumah makan yang dengan sajian tertentunya ramai dikunjungi orang meskipun tempatnya yang tidak strategis dan mungkin tergolong susah diakses. Karena faktor dasar berikutnya adalah faktor rasa dari makanan itu sendiri. Semakin enak dan membuat lidah pelanggan terkesan, maka semakin diburulah rumah makan tersebut tak perduli dimanapun tempatnya. Selain dua faktor ini, juga masih terdapat faktor-faktor lain yang mendukung ramainya pelanggan rumah makan. Pelayanan yang ramah dan memuaskan serta penuh senyum kekeluargaan, suasana tata ruang rumah makan atau kafe juga berpengaruh terhadap kesuksesan bisnis ini. Bagi yang tertarik dengan peluang bisnis makanan harus cukup jeli untuk membaca situasi dan keadaan untuk menentukan strategi bisnisnya.

Bagaimana? apakah anda tertarik untuk bisnis makanan?