Rahasia Cara Mencapai Kebebasan Finansial

Bagaimanakah cara mencapai kebebasan finansial?. Kebebabasan finansial merupakan sutu kondisi pada seseorang yang membuat dia tidak perlu bekerja secara aktif untuk menghasilkan uang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Orang-orang yang memiliki kebebasan finansial itu secara umum memiliki pemasukan keuangan dari aset yang dimilikinya lebih besar dari pada kebutuhan untuk biaya hidupnya. Dengan kata lain, aset-aset (harta/uang) nya itu lah yang bekerja untuk orang tersebut.

Sebagai contoh, seseorang mempunyai 13 rumah, satu rumah dipakai sendiri dan 12 lainnya disewakan. Biaya kebutuhan hidup orang tersebut setiap bulannya dicukupi dari masing-masing rumah itu tadi. Jadi, bulan Januari menggunakan uang sewa kontrak dari rumah pertama untuk memenuhi biaya hidupnya selama satu bulan, bulan Februari menggunakan uang sewa kontrak dari rumah kedua untuk memenuhi biaya hidupnya selama satu bulan, dan begitu seterusnya sampai dengan keduabelas rumahnya yang berarti mampu mencukupi kebutuhan hidupnya selama satu tahun.

Yang menarik adalah, tidak masalah tua atau muda seseorang atau berapa banyak uang yang mereka hasilkan. Asalkan mereka mampu menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup selain dari pekerjaan utama mereka, maka mereka sudah tergolong mencapai kebebasan finansial.

meraih kebebasan finansial, cara bebas finansial, pengertian kebebasan finansial, solusi kebebasan finansial anda, kebebasan finansial di usia muda,

Nah sekarang mulai kita bahas mengenai Bagaimanakah cara mencapai kebebasan finansial? Secara umum terdapat dua cara untuk mencapai kebebasan finansial. Cara yang pertama adalah dengan memperbanyak aset dan cara yang kedua adalah dengan mengurangi pengeluaran-pengeluaran.

Cara Mencapai Kebebasan Finansial dengan Memperbanyak Aset

Seperti yang telah dicontohkan di awal tadi, seseorang bisa mencapai kebebasan finansialnya dengan mengumpulkan dan memiliki aset 13 rumah, dan menyewakan 12 rumah lainnya. Namun jangan terpukau dulu, jangan dibayangkan enaknya saat sudah mempunyai ke 13 rumah tersebut. Bayangkan juga bagaimana jatuh bangunnya ketika melakukan perjuangan dengan menempuh berbagai macam cara (yang halal) untuk bisa sampai mendapatkan tiga belas rumah tersebut. Karena terkadang kebanyakan orang hanya mau membayangkan yang enak-enaknya saja, tanpa mau membayangkan tidak enak-enaknya yang berat dan penuh tantangan untuk mencapai suatu tujuan.

Nah inti dari memperbanyak aset untuk mencapai kebebasan finansial ini adalah mengumpulkan aset-aset yang mampu menghasilkan pemasukan keuangan. Lalu sampai kapankah selesainya mengumpulkan aset-aset tersebut untuk bisa sampai pada mencapai kebebasan finansial? Sampai aset-aset tersebut mampu menghasilkan pemasukan melebihi biaya-biaya kebutuhan untuk hidup bagi orang tersebut.

Cara Mencapai Kebebasan Finansial dengan Mengurangi Pengeluaran-pengeluaran

Cara yang lain untuk mencapai kebebasan finansial adalah dengan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting dengan tetap terus menambah aset-aset. Salah satu cara untuk mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu ini adalah dengan memfokuskan diri pada gaya hidup sederhana. Gaya hidup sederna bukan berarti kita menjadi seseorang yang pelit, namun suatu gaya hidup bagaimana kita bisa mengendalikan diri dari membelanjakan uang kita untuk hal-hal yang kurang perlu dan tidak penting. Gaya hidup sederhana adalah suatu seni gaya berfikir untuk menemukan dan memaknai sampai pada titik bahwa sederhana itu adalah indah (simple is beautiful) dan membuat hidup menjadi bahagia. Gaya hidup sederhana membuat pikiran menjadi terbebas dari siksaan keinginan untuk mendapatkan berbagai macam bentuk kemewahan-kemewahan gemerlap materi.

Penulis pernah bertemu seorang agak tua pensiunan berkebangsaan Prancis yang menghabiskan banyak waktu pensiunnya di Indonesia. Ketika penulis ngobrol-ngobrol dengan dia, penulis menemukan jawaban mengapa orang tersebut menghabiskan banyak masa pensiunnya di Indonesia. Jawabannya adalah tidak jauh dari “mengurangi pengeluaran-pengeluaran”. Kok bisa? Karena biaya hidup di Indonesia lebih murah jika dibandingkan biaya hidup di Prancis. Uang pensiun orang tersebut tidak akan cukup bila dipakai untuk hidup di Prancis yang serba mahal. Akhirnya orang tersebut banyak menghabiskan waktunya di Indonesia yang biaya hidupnya jauh lebih kecil sehingga uang pensiunnya menjadi cukup atau mungkin berlebih bila untuk hidup di Indonesia. Bahkan orang tersebut sempat bercerita bahwa dia memiliki anak asuh di Indonesia yang dia sekolahkan di Politeknik Kesehatan (Poltekes). Uang pensiunnya masih bisa cukup untuk membiayai anak angkatnya hingga jenjang perguruan tinggi.

Satu lagi orang tua pensiunan dari negara Belanda yang juga menghabiskan waktu di Indonesia yang sempat penulis jumpai. Orang tersebut malah menjadi dermawan membagi-bagikan uang ke para pasien dan keluarga pasien yang ada di rumah sakit. Uang pensiunnya masih cukup untuk tinggal di hotel dan sebagiannya lagi dia bagikan di pasien-pasien dan keluarga pasien di rumah sakit. Kesimpulannya adalah orang tersebut berusaha mengurangi pengeluaran-pengeluaran untuk bisa mencapai kebebasan finansial dengan menghabiskan waktu di negara-negara yang nilai tukar mata uangnya lebih rendah jika dibandingkan dengan mata uang dari negara asal orang tersebut.

Satu lagi trik untuk “mengurangi pengeluaran-pengeluaran” untuk mencapai kebebasan finansial, yaitu adanya fenomena pensiun muda bagi orang-orang negara maju. Triknya adalah mereka mengumpulkan uang sejumlah tertentu sehingga diperkirakan uang tersebut akan cukup untuk biaya hidupnya hingga hari tua bahkan sampai saat dia meninggal. Nah selanjutnya orang tersebut akan banyak menghabiskan banyak waktunya di negara-negara yang nilai tukar mata uangnya lebih rendah jika dibandingkan dengan uang dari negara asal orang tersebut. Hampir sama dengan dua contoh yang diberikan penulis di paragraf sebelumnya, hanya saja bedanya adalah dua paragraf sebelumnya merupakan memang orang usia senja (tua) sedangkan ini adalah orang muda.

Orang-orang muda yang ingin pensiun dini ini setelah terkumpul nominal uang tertentu maka mereka segera mengundurkan diri (resign) dari tempat kerjanya. Lalu orang-orang yang masih tergolong mudah tersebut menuju ke negara-negara yang nilai tukar mata uangnya lebih rendah. Sehingga diperkirakan uang simpanannya cukup untuk menghidupinya tanpa dia bekerja lagi. Terkadang mereka juga bekerja namun bukan pekerjaan-pekerjaan “berat” seperti yang mereka lakukan dulu. Kemudian mereka banyak menghabiskan waktu dengan jalan-jalan berwisata di tempat-tempat yang indah-indah. Pekerjaan-pekerjaan ringan yang mereka lakukan adalah menulis cerita atau catatan perjalanannya dari tempat-tempat wisata tersebut dan mengirimkan ke majalah-majalah traveling atau mempblikasikannya secara online. Dan terkadang pula mereka juga menerbitkan buku dari kumpulan cerita-cerita perjalanan mereka. Maka tercapailah pensiun muda dengan memiliki kebebasan finansial.

Kebebasan finansial memang merupakan suatu hal yang relatif, antara orang satu dengan orang yang lain bisa berbeda. Salah satu yang membuat berbeda adalah gaya hidup masing-masing orang. Dan menekan keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu penting adalah salah satu bagian dalam cara mencapai kebebasan finansial.

Demikianlah tadi pengetahuan dasar mengenai bagaimana cara mencapai kebebasan finansial. Kedua pendekatan cara tersebut baik itu dengan mengumpulkan aset atau dengan mengurangi pengeluaran-pengeluaran akan lebih optimal bila keduanya diterapkan secara bersamaan. Cara yang disampaikan di atas memang merupakan masih hal yang dasar sekali. Namun berangkat dari hal yang dasar seperti ini lah pondasi pikiran kita untuk mencapai kebebasan finansial akan terbentuk secara kuat dan kokoh. Salam hangat dari idehidup.com untuk anda.