Sebutir Pagi dan Secangkir Kopi

Kopi sebagai teman untuk menulis karena dipercaya mampu membangkitkan ide-ide segar. Kopi juga dipercaya memperlancar tertuangnya ide dari pikiran ke bentuk tulisan. Pagi yang penuh semangat mampu memberikan kemampuan untuk tertulisnya pikiran-pikiran dalam bentuk susunan huruf. Pagi dipercaya juga mampu mendorong proses mengerjakan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Beberapa kawan penulis mengatakan bahwa mereka akan semangat untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka saat mereka kerjakan di pagi hari.

Sebutir pagi dan secangkir kopi membawa harapan terselesaikannya tugas-tugas yang hampir mendekati deadline maupun yang deadline-nya masih lama. Deadline dan secangkir kopi hampir sama efeknya terutama ketika deadline hampir menjelang. Adrenalin yang meningkat merupakan efek yang sama baik dengan rangsangan dari tegukan kopi maupun dari deadline yang hampir tiba. Semangat dan ide-ide baru akan bermunculan ketika cafein-cafein kopi beredar di pembuluh-pembuluh darah maupun ketika deadline datang beberapa hari lagi. Kesemuanya ini memberikan dinamika kehidupan yang akan dilalui.

Apakah harus terburu-buru ketika deadline mulai menjelang ataukah dikerjakan jauh-jauh hari sembari menikmati secangkir kopi. Semuanya ini hanyalah pilihan masing-masing pribadi. Eksekusi terakhir tetap ada pada masing-masing pribadi. Salah satu teman penulis pernah berkata pada penulis bahwa dengan bekerja saat mendekati deadline justru memberikan dia kemampuan untuk bekerja secara optimal. Misalnya besok ada acara maka malamnya dia akan semalaman mengerjakan persiapan-persiapannya. Namun berbeda dengan teman penulis tadi, sepengamatan penulis maka penulis lebih kearah bahwa bila dikerjakan jauh-jauh sebelum deadline maka terasa lebih optimal.

secangkir kopi, kopi, kopi hitam

Pernah penulis menghadapi masa-masa mengerjakan ketika menjelang deadline maka tugas tersebut memang selesai, namun penulis merasa kurang optimal. Sekali lagi hal ini salah satu menunjukkan bahwa masing-masing pribadi mempunyai kecendrungan yang berbeda dalam menyikapi deadline. Termasuk anda pembaca tulisan ini juga dibebaskan dalam menyikapi fenomena deadline ini. Pagi yang memberikan harapan baru dan kopi yang memberikan semangat baru merupakan kombinasi serasi. Pagi yang dimulai dengan penuh senyum kebahagiaan akan memberikan sapuan warna indah pada keseluruhan hari yang akan dilalui.

Aroma harum kopi akan melancarkan aliran ide-ide baru nan segar di setiap saat dan setiap waktu. Inspirasi dari secangkir kopi yang bisa mengguncang dunia dari jaman dulu saat mulai ditanamnya kopi secara besar-besaran di tanah jajahan oleh kolonialis hingga saat jaman merdeka ini. Hingga sampai kopi menjadi komoditas internasional yang nilainya cukup tinggi. Kopi menjadi komoditas mulai dari ujung gunung terpencil hingga kota yang ramai oleh orang. Semuanya kompak dalam menyuarakan fakta bahwa kopi memang enak. Diskusi-diskusi yang membahas perkembangan dunia juga tak lengkap bila tidak ditemani dengan cangkir-cangkir kopi hangat nan nikmat.

Sebutir pagi dan secangkir kopi yang selalu menenangkan hati. Membawa jiwa-jiwa mengalun lembut manis dinamis. Pikiran-pikiran merdeka yang tanpa lelah terus mengembara. Untuk menemukan tanah-tanah impian baru dengan segudang cerita yang belum pernah terungkap. Sebutir pagi dan secangkir kopi yang penuh harapan. Tak kan pernah lelah menggapai impian dengan jalan perjuangan. Karena tercapainya tujuan adalah hak masing-masing anak menusia untuk mendapatkannya. Maka sudah sewajarnya berbagai macam semangat dan siasat diurai dan disajikan untuk kepuasaan di tiap-tiap ujung pucuk keberhasilan.