Sistematika Penulisan Jurnal Internasional Secara Umum

Hai sobat idehidup.com yang manis. Kegiatan menulis makalah paper ilmiah yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi saat ini menjadi semacam suatu keharusan bagi semua insan akademisi yang sedang kuliah di perguruan tinggi. Menyusun proposal penelitian, malaksanakan penelitian, dan akhirnya melaporkan atau mempublikasikan hasil penelitian berupa paper ilmiah merupakan rangkaian tak terpisahkan dalam siklus kegiatan ilmiah para akademia.

Oleh karena itulah diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam penulisan makalah ilmiah. Hal dasar yang perlu diketahui sebelum menulis makalah paper ilmiah jurnal internasional adalah mengetahui terlebih dahulu sistematika penulisannya. Pada dasarnya secara umum sistematika penulisan semua makalah ilmiah apapun itu jenisnya adalah terdiri dari bagian pendahuluan, isi, penutup. Pendahuluan itu bisa berisi latar belakang, permasalahan, dan tujuan. Isi bisa berupa tinjauan pustaka, metode, pembahasan, dan diskusi. Penutup biasanya berupa kesimpulan, ucapan terimakasih, dan referensi.

sistematika penulisan jurnal internasional,
format penulisan jurnal yang benar,
contoh jurnal ilmiah,
sistematika penulisan jurnal,
contoh pendahuluan jurnal,
contoh jurnal internasional,
ciri ciri jurnal yang baik,
contoh jurnal nasional

Masing-masing jurnal ilmiah internasional memiliki panduan penulisan sendiri-sendiri. Namun secara umum dan garis besarnya panduan masing-masing jurnal ilmiah internasional tersebut memiliki kesamaan secara umum. Berikut ini idehidup.com akan mengulas berkaitan dengan sistematika penulisan makalah paper jurnal internasional secara umum. Ulasan berikut ini terutama berdasarkan pengalaman penulis dalam menyusun makalah ilmiah di bidang natural sciences.

Judul (Title)

Judul merupakan bagian dari paper jurnal internasional yang paling banyak dibaca. Tujuan judul pertama kali adalah untuk menarik perhatian pembaca dan menggelitik keinginan pembaca untuk menyelami lebih jauh permasalahan yang diinvestagasi dalam penelitian. Selain itu judul juga bisa menunjukkan metode apa yang digunakan dalam suatu paper makalah jurnal internasional.

Penulis (Author)

Penulis suatu makalah yang terbit di jurnal internasional dapat berupa satu orang penulis maupun beberapa orang penulis. Berkaitan dengan urutan nama author (penulis) maka harus dimusyawarahkan oleh seluruh anggota tim penulis. Seluruh isi dari paper yang dipublikasikan tersebut harus telah mendapatkan kesepakatan dan persetujuan dari seluruh pihak yang ikut dalam proses pembuatan makalah mulai awal hingga akhir saat naskah makalah akan dikirim ke meja redaksi suatu jurnal.

Untuk penelitian yang merupakan hasil dari penelitian prasyarat pada kelulusan suatu program akademik misalnya tugas akhir, skripsi, thesis, atau disertasi, maka seluruh hasil penelitian dan keseluruhan isi dari makalah harus telah mendapat persetujuan dari keseluruhan tim penelitian dan tim pembimbing.

Afiliasi (Affiliation)

Bagian Afiliasi ini adalah berupa tempat penelitian dilakukan, tempat kerja, lembaga tempat penelitian, lembaga tempat masing-masing peneliti bernaung. Selain itu bagian ini juga dicantumkan media korespondensi yaitu alamat lengkap lembaga atau badan tempat penelitian, tempat kerja, sehingga memungkinkan untuk dikirimi surat maupun didatangi secara langsung. Hal yang perlu diperhatikan lagi adalah perlunya pencantuman alamat email, sehingga memungkinkan untuk berkirim pesan melalui email secara online.

Abstrak (Abstract)

Abstrak biasanya berupa sebuah paragraf yang berisi kurang dari 300 (tiga ratus) kata atau kurang yang berisi ringkasan dari seluruh isi dari seluruh makalah. Abstrak biasanya berisi:

  • tujuan penelitian
  • permasalahan penelitian yang sedang diteliti
  • rancangan penelitian
  • temuan utama dari hasil analisis penelitian
  • ringkasan intrepretasi data dan kesimpulan

Perlu juga diperhatikan bahwa hindari penggunaan kutipan, gambar, tabel, serta singkatan. Abstrak disusun sedemikian rupa sehingga dapat memberikan pandangan kepada pembaca sebelum mereka memutuskan untuk membaca keseluruhan isi makalah atau tidak.

Kata Kunci (Keywords)

Kata kunci (keywords) menunjukkan istilah-istilah kunci yang digunakan dalam penelitian. Tujuan pencatuman kata kunci ini adalah supaya memudahkan dalam penelusuran makalah. Kata-kata yang dipilih dalam kata kunci juga harus memiliki arti tersendiri dan merupakan istilah-istilah yang mewakili secara umum pokok-pokok bahasan yang dikaji dalam suatu makalah ilmiah. Kata kunci ini bisa juga merupakan istilah umum yang sering digunakan dalam suatu disiplin kajian tertentu.

Pendahuluan (Introduction)

Pedahuluan mengandung hal-hal yang berkaitan dengan uraian tentang apa yang sedang dibahas dan diteliti pada suatu paper makalah ilmiah. Pada uraian tersebut juga perlu mengandung penjelasan berkaitan dengan mengapa topik tersebut penting diteliti. Sebagai penjelas, perlu juga diuraikan mengenai apa saja yang sudah diketahui dan dibahas oleh penelelitian-penelitian sebelumnya berkaitan topik tersebut.

Dengan mengetahui hal-hal yang sudah diteliti pada topik tersebut maka akan diketahui bagian-bagian mana dari topik tersebut yang masih belum pernah dikaji dan diteliti. Selain itu juga perlu dijelaskan tentang bagaimana kajian yang dilakukan tersebut akan meningkatkan kualitas pemahaman terhadap suatu topik bidang ilmu pengetahuan.

Bahan-bahan dan Metode (Materials and Method)

Pada bagian bahan-bahan dan metode (materials and method) dijelaskan berkaitan dengan bahan-bahan dan alat yang dipakai dalam penelitian dan metode yang digunakan dalam penelitian. Pada bagian ini menunjukkan informasi berkaitan dengan bagaimana validitas kebenaran penelitian tersebut dinilai.

Bagian metode menjawab dua pertanyaan utama, (1) bagaimana data-data dikumpulkan atau dihasilkan, dan (2) bagaimana data-data tersebut dianalisis. Penulisan bahan-bahan dan metode ini harus secara langsung dan secara tepat (presisi). Ketepatan (presisi) penulisan bahan-bahan dan metode ini sangat penting adanya karena suatu penelitian harus bisa diulang dengan hasil yang harus tetap sama (reproducible).

Pembaca paper jurnal ilmiah yang kritis pasti ingin mengetahui metode bagaimana data yang ditampilkan itu dihasilkan. Hal ini karena metode yang digunakan untuk menghasilkan data tersebut mempengaruhi hasil dan juga akan memberikan pengaruh pada bagaimana data hasil penelitian tersebut diintrepretasikan.

Bagian metodologi ini sangat penting adanya pada berbagai macam cabang keilmuan, sebab metodologi yang unreliable akan menghasilkan data yang unreliable dan akhirnya akan menyebabkan intrepretasi temuan data tersebut menjadi juga tidak tepat. Peneliti sebagai seorang author dari paper makalah ilmiah harus secara jelas menguraikan alasan-alasan mengapa menggunakan metode tersebut.

Selain itu, metode penilitian yang tercantum di paper jurnal ilmiah internasional tersebut juga harus sesuai dengan tujuan dari dilakukannya penelitian tersebut. Jadi pemilihan metode yang digunakan harus cocok dengan tujuan, latar belakang, dan permasalahan pada penelitian.

Penulisan metodologi juga harus jelas, informatif, dan mencukupi sehingga memungkinkan bagi peneliti-peneliti lain untuk mengulang (replicate) maupun mengadopsi kajian penelitian yang telah dilakukan. Metodologi yang reliable biasanya akan banyak di gunakan ulang atau diadopsi untuk digunakan oleh peneliti lain.

Hal ini biasanya bila suatu metode penelitian baru telah dikembangkan atau adanya suatu inovasi baru dari metode yang sudah ada. Keduanya biasanya akan menarik minat bagi peneliti-peneliti lain untuk menggunakannya pada penelitian-penelitian mereka.

Hasil (Result)

Bagian hasil (result) dari suatu makalah hasil penelitian menyajikan laporan temuan dari penelitian yang telah dilakukan berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan sebagai hasil dari metodologi yang digunakan. Hasil penelitian mengkonfirmasi secara spesifik permasalahan penelitian yang telah ditetapkan.

Hasil penelitian ditampilkan berupa gambar-gambar, grafik, dan tabel-tabel supaya lebih efektif. Perlu juga memperhatikan apakah jenis data tersebut perlu ditampilkan di bagian hasil (result) atau hanya ditampilkan pada bagian appendix. Secara umum data kasar (raw data) sebaiknya tidak ditampilkan pada bagian utama suatu paper , namun biasanya ditampilkan pada bagian appendix.

Diskusi (Discussion)

Bagian dikusi (discussion) menjelaskan berkaitan dengan intrepretasi dan deskripsi temuan signifikan berkaitan dengan permasalahan yang sedang diinvestigasi. Selain itu bagian discussion juga menerangkan tentang pemahaman baru atau pengetahuan baru tentang permasalahan itu tadi setelah memperhatikan temuan dari penelitian yang telah dilakukan.

Bagian diskusi ini berhubungan dengan bagian pendahuluan (introduction) sebagaimana permasalahan yang diangkat pada penelitian atau hipotesis yang telah ditetapkan dan kajian pustaka yang telah dilakukan. Bagian diskusi ini harus memberikan penjelasan suatu pemahaman baru lanjutan bagaimana penelitian yang telah dilakukan memberikan suatu pergerakan dari permasalahan penelitian yang telah disampaikan pada bagian akhir pendahuluan.

Bagian diskusi ini memberikan ruang bagi author  untuk memberikan solusi kreatif terhadap suatu permasalahan berdasarkan hasil temuan. Selain itu juga sebagai tempat untuk memberikan pemahaman dan merumuskan secara mendalam berkaitan pemasalahan yang dibahas. Bagian diskusi juga memberikan ruang terhadap pembahasan berkaitan dengan kemungkinan implikasi pada area studi lain.

Selain itu juga pembahasan berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan yang bisa dilakukan pada kajian penelitian-penelitian selanjutnya. Perlu ditambahkan pula berkaitan dengan kontribusi penelitian tersebut untuk mengisi kesenjangan/kekosongan pengetahuan yang sebelum-belumnya belum pernah diungkap atau belum dideskripsikan secara jelas.

Kesimpulan (Conclussion)

Bagian kesimpulan diharapkan mampu memberikan pemahaman pada pembaca makalah paper jurnal ilmiah internasional tentang mengapa penelitian yang dilaporkan tersebut sangat berarti dan penting adanya bagi mereka setelah mereka selesai membacanya. Bagian kesimpulan ini bukan hanya berisi ringkasan poin-poin atau pernyataan ulang berkaitan dengan masalah penelitian, namun bagian kesimpulan ini berisi tentang sintesis dari poin-poin kunci dari keseluruhan isi makalah.

Ucapan Terimakasih (Acknowledments)

Bagian acknowledgments ini berisi tentang ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, terlibat, dan berkontribusi pada penelitian dan penulisan paper yang telah dilakukan. Penyampaian terimakasih dan penghargaan ini selain kepada perseorangan juga bisa disampaikan kepada lembaga atau institusi yang memberikan kontribusi yang sangat bernilai.

Kebanyakan makalah-makalah akademik melibatkan banyak orang dalam penyusunannya mulai dari penelitian hingga penulisan makalah. Entitas-entitas yang terlibat ini bisa dari institusi sponsor, badan pembiaya (funding body), peneliti-peneliti lain, kolega akademik yang telah membantu dan terlibat menyiapkan suatu makalah paper akademik.

Contoh acknowledgment pada makalah paper ilmiah di bidang natural sciences biasanya berisi penghargaan kepada yang telah memberikan bantuan langsung secara teknis (bantuan hewan coba, sampel, kultur sel, setting peralatan, metode, rancangan dan analisis statistika, bahan-bahan kimia (reagents), dll. Selain itu juga atas pendampingan secara tidak langsung misalnya berupa diskusi intelektual tentang penelitian yang dilakukan yang bisa mengarah pada dihasilkannya ide-ide baru.

Juga perlu disebutkan institusi-institusi afiliasi yang telah memberikan bantuan, termasuk lembaga pembiaya (funding bodies) dan disebutkan pula nomor grant-nya (grant numbers). Selain itu juga perlu disebutkan siapa yang telah menerima grant tersebut dari salah satu author yang ada, atau bila authors tidak ada yang menerima secara langsung maka disebutkan siapa yang menerima grant tersebut misalnya supervisor yang menerimanya.

Referensi (References)

Bagian referensi berisi daftar sumber-sumber baik itu terpublikasi maupun tidak terpublikasi yang isi informasinya telah dikutip di dalam makalah paper ilmiah. Penulisan referensi bergantung pada kebijakan masing-masing redaksi jurnal-jurnal ilmiah internasional. Mereka ada yang menggunakan aturan penulisan sendiri, ada juga yang menggunakan penulisan references dengan menggunakan style APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association), Chicago, Harvard, Turabian, dll.

Demikianlah idehidup.com telah membahas berkaitan dengan sistematika penulisan jurnal internasional secara umum. Sistematika penulisan paper makalah di jurnal internasional tersebut dibahas secara umum. Namun setidaknya dapat memberikan gambaran, pandangan, dan panduan pengenalan penulisan makalah yang akan diterbitkan di jurnal internasional.