Tentang Jaminan Hari Tua: Apa yang Akan Terjadi Saat Kita Tua Nanti

Tentang jaminan hari tua, ternyata cukup menarik ketika kita membicarakan mengenai masa senja itu. Karena tentunya ini adalah suatu rangkaian proses kehidupan yang pasti akan dilalui oleh seorang manusia kecuali meninggal sebelum masa itu datang. Mau tidak mau kita memang akan menjalani masa-masa itu. Yaitu suatu masa disaat tubuh kita sudah renta, tenaga sudah tidak sekuat dulu lagi, organ tubuh kita sudah mulai tidak berfungsi dengan baik, dan penyakit-penyakit mudah sekali menyerang badan, daya pikir sudah mulai melemah (pikun). Siapkah kita melaluinya? Akan cukup bijaksana bila kita menyiapkan masa-masa itu meskipun kita masih muda. Masa-masa itu pasti akan tiba.

1. Menyiapkan mental dan spiritual

Ini adalah sangat penting karena semuanya adalah berawal dari mental kita dengan dikuatkan oleh spiritual. Dengan memperbanyak beribadah dan mendekatkan diri kepada Yang maha kuasa maka akan semakin menguatkan spiritual secara vertikal. Tetunya juga disertai dengan ibadah secara horizontal yaitu ibadah-ibadah yang berhubungan dengan sesama manusia. Antara spritual secara vertikal dan horizontal ini sangat perlu diseimbangkan supaya hidup lebih berarti. Tentunya memang harus semakin sadar bahwa di hari tua kita akan semakin dekat dengan panggilan Yang maha kuasa. Semakin meningkatlah pula kesadaran kita akan hal ini dan maka perlu memperbanyak aktivitas-aktivitas spiritual dan sosial. Bila kita sudah sadar seperti ini, maka tabungan hari tua sudah tentu bukan hanya urusan materi harta bekal dunia saja, namun juga perlu disiapkan tabungan amal kebajikan.

2. Menyiapkan tabungan hari tua

Tabungan hari tua sangat perlu kita persiapkan terutama bagi kita yang tidak mempunyai uang pensiun dan tidak punya asuransi hari tua. Meskipun kita punya uang pensiun pun kita juga tetap harus punya tabungan. Akan lebih bijaksana ketika di masa-masa ketika kita mempunyai uang berlebih kita ingat akan di masa-masa ketika kita sulit akan mendapatkan uang. Sehingga sebagian uang yang kita peroleh tidak kita langsung hambur-hamburkan begitu saja dan lupa akan datangnya masa-masa ketika kita tidak mempunyai uang. Iya, kita memang harus selalu ingat waspada dan selalu bisa menguasai diri dalam kondisi apapun kita berada baik saat kita senang maupun saat kita susah, saat kita banyak uang maupun saat kita tidak punya uang. Alangkah bahagianya kita ketika kita bisa tetap gembira baik itu saat kita berlimpah sumberdaya maupun saat kekurangan.

3. Menyiapkan pendidikan untuk anak-anak kita hingga mereka bisa mandiri baik secara emosional, finansial, dan kebijaksanaan

Saat itu tentunya kita akan sangat berharap bahwa anak kita sudah mandiri baik secara emosional finansial dan kebijaksanaan. Ini semua tentunya demi kemampuan survival anak kita juga karena tentunya kita tidak akan terus menurus mendapingi mereka. Ada saatnya kita akan tidak ada di samping mereka selamanya. Oleh karena itu perlulah mulai anak sejak kecil sudah dibekali dengan pendidikan-pendidikan budipekerti, etika, dan kepribadian. Sehingga ketika saatnya nanti mereka akan menjadi manusia yang matang secar emosional dan kebijaksanaan. Dengan demikian, tentunya alangkah lebih baik bila kita tidak hanya menyiapkan misal BPJS hari tua untuk kita sendiri, tapi kita juga harus menyiapkan anak-anak kita untuk selalu siap menghadapi tantangan-tantangan kehidupan lahir dan batin mereka.

4. Selalu beraktivitas sehingga tetap produktif

Hal ini juga supaya kita jadi semacam ada kekagetan karena sejak dulu kita bekerja saat usia kita produktif. Dan saat kita di usia senja kita menjadi seperti tidak ada kegiatan dan semacam menjadi seperti banyak menganggurnya. Jika seperti ini maka bahaya, kita justru bisa stress dibuatnya. Oleh karena itu tetap menjaga aktivitas tertentu untuk tetap ada yang kita kerjakan adalah suatu hal yang perlu dan harus jangan sampai tidak ada. Syukur bila kegiatan tersebut masih ada hubungannya dengan pekerjaan kita seperti saat kita masih produktif dulu dan tentunya disesuaikan dengan kemampuan fisik kita saat hari tua. Bila tidak ada hubunganya sama sekali pun juga tidak mengapa, misal dengan ada yang selalu dikerjakan salah satunya mungkin bisa berkebun di depan rumah, merawat anggrek, merawat bonsai, merawat ikan koi, atau juga bisa dengan menulis (cerpen, puisi, artikel populer, catatan harian, dan lain sebagainya).

Kegiatan-kegiatan seperti ini tentunya tidak akan membutuhkan tenaga yang besar dan juga tidak menghabiskan banyak uang. Aktivitas lain yang tidak kalah pentingnya adalah kita tetap harus bersosialisasi baik itu kita tetap aktif di perkumpulan-perkumpulan sosial atau pun juga bisa aktif di forum-forum online. Kesemuanya ini adalah untuk tetap membuat kita aktif secara sosial dan dengan berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan anggota lainnya maka tidak terasa kita akan tetap terus menggunakan pikiran kita. Oh iya satu lagi yaitu kita akan tidak merasa kesepian di hari senja kita. Kita masih banyak teman. Ini juga berarti bahwa jaminan hari tua juga mengandung makna bahwa kita juga harus menjamin produktivitas kita tetap tinggi.

5. Terus membaca dan mengembangkan keilmuwan dan berkarya (disesuaikan dengan kemampuan fisik)

Masih ada hubungannya dengan poin sebelumnya. Membaca adalah juga merupakan salah satu kegiatan positif dan merupakan bagian dari proses produktif. Selain itu juga dengan memperbanyak membaca maka kita juga akan mencegah dari kepikunan. Dengan membaca kita akan tetap menggunakan pikiran kita untuk mencerna menganalisis apa yang kita baca. Akan lebih baik lagi bila kita menuangkan apa yang telah kita serap dan kita analisis dari yang kita baca itu kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Dan bila kita kembangkan lebih lanjut maka kita bisa mempublikasikan tulisan tersebut dalam bentuk website (blog) yang sekarang sudah banyak layanan gratis atau juga bisa dikirimkan ke surat kabar atau majalah. Demikian tadi ulasan-ulasan dari idehidup.com, semoga bisa memberikan kilasan gambaran untuk mempersiapkan kelak hari senja yang akan datang.