Tips Rahasia Mengerjakan Soal-soal Tes TOEFL

Tulisan tentang tes TOEFL terdahulu membahas mengenai persiapan-persiapan sebelum mengikuti tes TOEFL. Tulisan kali ini akan membahas mengenai tips-tips saat tes TOEFL sedang berlangsung. Tips-tips mengerjakan TOEFL ini optimalnya dilakukan setelah semua persiapan-persiapan jauh-jauh hari sudah dilakukan. Memperbanyak mengerjakan latihan soal di buku-buku persiapan tes TOEFL atau bisa juga soal-soal latihan test TOEFL online baik itu yang berbayar maupun test TOEFL online gratis, memperbanyak membaca teks-teks bahasa Inggris, sering mendengarkan percakapan dalam bahasa Inggris, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa tips mengerjakan TOEFL:

1. Makanlah beberapa jam sebelum tes TOEFL dilaksanakan

Tes TOEFL sangat membutuhkan tenaga yang cukup tinggi. Pikiran kita selama tes TOEFL berlangsung akan bekerja sangat ekstra keras untuk fokus mengerjakan soal tes TOEFL yang diujikan. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan energi yang cukup untuk mengerjakan soal-soal tes TOEFL. Jangan lupa untuk makan beberapa jam sebelum tes TOEFL dimulai. Makan beberapa jam sebelum tes TOEFL dimulai akan memberikan kesempatan makanan tercerna sempurna. Hindari makan saat mendekati jam tes TOEFL dimulai, karena akan membuat perut menjadi terasa berat dan seperti ada yang mengganjal. Sehingga hal ini akan mengganggu konsentrasi saat pengerjaan soal tes TOEFL berlangsung. Demikian juga halnya ketika kita tidak makan beberapa jam sebelum tes TOEFL maka saat pengerjaan soal-soal akan terasa lapar sehingga mengganggu konsentrasi pikiran. Apabila hal ini terjadi bisa menyebabkan proses pengerjaan soal-soal tes TOEFL menjadi tidak optimal. Akibatnya adalah skor TOEFL yang didapatkan akan tidak maksimal.depresi adalah, gejala depresi, pengertian depresi, ciri-ciri depresi, penyebab depresi, cara menghilangkan depresi, obat depresi, obat anti depresi, depresi berat

2. Fokuskan seluruh pikiran pada soal-soal tes TOEFL yang sedang dikerjakan

Pengalaman penulis saat mengerjakan soal-soal tes TOEFL adalah jangan sampai pikiran kita sedetikpun melayang ke hal-hal selain soal-soal tes TOEFL yang ada di hadapan. Alokasi waktu yang disediakan untuk menyelesaikan tes TOEFL adalah sangat terbatas. Apabila kita kehilangan fokus karena terlintas memikirkan hal lain selain soal-soal tes TOEFL di hadapan kita, maka kita akan kehilangan beberapa detik atau bahkan menit dalam proses analisis jawaban kita. Dan yang juga susah adalah mengembalikan fokus pikiran kita untuk kembali menganalisis jawaban soal. Setelah kita tergoda untuk ngalihkan pikiran untuk membayangkan atau memfikirkan hal-hal lain makan akan sulit mengembalikan pikiran tersebut ke soal-soal tes TOEFL.

Oleh karena itulah maka perlu selalu berusaha secara sadar untuk memfokuskan pikiran hanya pada soal-soal tes TOEFL yang sedang diujikan. Jangan sampai sekelebatpun tergoda untuk berfikir atau membayangkan hal-hal lain selain menganalisis soal-soal tes TOEFL. Kalau pengalaman penulis kemarin saat ikut tes ITP TOEFL, ketika sesi listening penulis sempat sekelebat melamun dan membayangkan kira-kira nanti skor TOEFL yan didapat berapa. Untungnya sekelebat lamunan tersebut muncul saat jeda antar soal listening. Penulis segera mengembalikan segenap konsentrasi untuk kembali memfokuskan pikiran hanya pada soal-soal listening saja. Bila tidak segera dikembalikan untuk hanya fokus memikirkan soal-soal listening maka bisa dipastikan akan kehilangan pemahaman tentang apa yang sedang dibicarakan oleh dua orang yang sedang berdialog atau seorang profesor yang sedang berbicara memberikan kuliah dalam bahasa Inggris.

3. Berhati-hati dengan penggunaan alokasi waktu saat mengerjakan soal-soal TOEFL sesi Reading

Penulis kemarin saat mengikuti tes ITP TOEFL terus terang sempat terlena dengan soal-soal teks bacaan pada sesi reading. Penulis terlalu asyik membaca teks reading, menganalisis setiap pertanyaan terhadap isi bacaan, yang kesemuanya dikerjakan dengan ritme berfikir yang lambat. Akhirnya tanpa disadari penulis tiba-tiba waktu untuk mengerjakan soal-soal tes TOEFL pada sesi reading sudah hampir habis. Padahal masih ada sekitar sepuluh soal dari dua teks bacaan lagi yang belum terjawab. Akhirnya penulis berusaha menjawab 10 soal tersebut dengan tanpa membaca teks bacaan terlebih dahulu. Penulis langsung membaca pertanyaan dan baru kemudian mengecek ke teks bacaan. Pertama yang penulis lakukan adalah mengerjakan jenis soal-soal yang menanyakan persamaan kata yang ada di teks.

Jenis pertanyaan soal-soal seperti ini akan mencantumkan letak kalimat tersebut pada baris ke berapa pada teks bacaan. Sehingga akan mudah dilacak letak kata tersebut. Dengan membaca sekilas kalimat tempat kata tersebut berada dan memperhatikan konteks kalimat, maka kita bisa tahu persamaan kata tersebut. Setelah pertanyaan-pertanyaan jenis ini dijawab semua (dikerjakan secara loncat-loncat secara tidak berurutan sesuai nomor urut soal, karena memang biasanya antar soal diselipi dengan pertanyaan lain selain persamaan kata) maka selanjutnya adalah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan jenis pemahaman isi teks bacaan.

Pertanyaan-pertanyaan jenis pemahaman isi teks bacaan akan membuat kita mau tidak mau membaca isi teks bacaan. Namun karena memang waktunya tinggal sedikit maka mau tidak mau penulis dipaksa untuk membaca teks-teks bacaan secara cepat atau yang biasa disebut metode scanning. Dan memang akhirnya bisa terjawab juga tipe-tipe pertanyaan jenis pemahaman isi teks bacaan dengan metode membaca cepat ini. Nah, mengapa bisa penulis di awal tadi mengatakan telah terlena dalam mengerjakan sesi reading pada tes ITP TOEFL kali ini.

Jawabannya adalah pertama karena penulis tidak menerapkan metode membaca cepat (scanning) sejak mengerjakan soal pertama sesi reading. Yang kedua adalah karena penulis tidak segera meningkatkan irama pengerjaan soal-soal reading secara cepat. Dari sini penulis menarik kesimpulan dari pengalaman tes kali ini bahwa kedepannya untuk pengerjaan soal-soal tes TOEFL sesi reading dan juga soal-soal sesi structure maka sejak awal harus dikerjakan dengan irama yang cepat. Karena bila dikerjakan dengan standar kecepatan irama pengerjaan yang lambat maka bisa dipastikan akan kehabisan waktu.

Untuk membiasakan berfikir secara cepat maka sejak awal latihan mengerjakan soal tes TOEFL harus sudah dibatasi waktu. Sehingga kita akan terbiasa mengerjakan soal-soal tes TOEFL secara cepat dan tepat. Kecepatan dan ketepatan jawaban hanya bisa dicapai dengan belajar secara tekun untuk mempersiapkan semua sesi TOEFL baik itu sesi listening, structure, maupun reading.

4. Kerjakan soal-soal tes TOEFL sesi structure secepat kilat

Seperti halnya sesi reading, sesi structure juga bisa membuat kita terlena dengan mengerjakan dengan ritme yang lambat. Dan saat sadar ternyata waktu pengerjaan sesi structure sudah hampir habis. Maka mau tidak mau harus mengerjakan sesi structure dengan ritme yang super cepat karena memang waktu yang disediakan untuk mengerjakan sesi structure adalah benar-benar sedikit. Lalu bagaimana bisa mengerjakan soal-soal tes ITP TOEFL sesi structure secepat kilat?

Jawabannya adalah pada penguasaan kita terhadap struktur kata dalam kalimat bahasa Inggris atau grammar. Semakin kita menguasai dan memahami struktur kata dalam kalimat bahasa Inggris atau grammar maka akan semakin mudah kita mengetahui mana yang benar dari jawaban-jawaban yang disediakan dan mana-mana yang salah dari pilihan jawaban yang disedikan. Jadi dengan sekali baca kalimat yang disuguhkan sebagai soal, maka kita sudah tahu jawabannya. Maka mau tidak mau kita harus membaca kembali materi-materi yang ada pada buku-buku grammar atau buku-buku yang membahas structure dengan target sekali baca soal maka langsung bisa menjawab.

5. Bila perlu, latihlah ketrampilan menghitamkan pilihan jawaban pada lembar jawaban

Menurut penulis, proses menghitamkan jawaban pada lembar jawaban juga sangat berpengaruh pada proses penghematan waktu saat mengerjakan soal-soal tes ITP TOEFL. Ini pembaca boleh percaya atau tidak, bahwa semakin cepat proses menghitamkan jawaban pada lembar jawaban maka kita mendapatkan ekstra waktu untuk berfikir menganalisis jawaban soal-soal tes ITP TOEFL. Penulis sendiri merasakan betapa pentingnya ketrampilan menghitamkan jawaban ini adalah ketika mengerjakan sesi listening. Karena sesi listening jarak antar pertanyaan satu dengan yang lainnya cukup cepat. Sehingga bila kita cepat dalam menghitamkan jawaban maka kita mempunyai kesempatan untuk mencerna dan menganalisis soal berikutnya. Sehingga tidak akan terjadi saat kita sedang menghitamkan jawaban dengan pensil, soal berikutnya sudah terdengar.

Demikianlah pengalaman penulis dalam mengerjakan soal-soal tes ITP TOEFL. Bisa jadi pengalaman penulis berbeda dengan pengalaman pembaca. Penulis di sini hanya bermaksud berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman saat mengerjakan tes TOEFL. Dan penulis berharap tulisan ini bisa memberikan gambaran-gambaran sebagai bahan pertimbangan dan masukan dalam persiapan mengerjakan soal-soal tes ITP TOEFL. Semoga tercapai target skor TOEFL yang anda inginkan. Idehidup.com mengucapkan salam sukses selalu untuk anda!

Mungkin anda perlu juga untuk membaca artikel kami yang berjudul:

data-matched-content-rows-num="4,2" data-matched-content-columns-num="1,2" data-matched-content-ui-type="image_stacked"